Lahir dari sebuah hati …

1 Desember 2008

Suatu pagi aku menerima telepon seorang karib lama, setelah brbincang banyak ada satu yang menggelitik, tentang adopsi terhadap seorang anak. Sepenuhnya kita tahu bahwa anak adalah manifestasi keberadaan Allah di muka bumi ini. Anak adalah cerminan cinta yang diwujudkan dalam ahsani taqwim, maka sepatutnyalah kita senantiasa mengingat, kehadiran seorang anak adalah wujud Allah YM Kuasa. Baca entri selengkapnya »


38 Memperingati Idul Qurban 2008

1 Desember 2008

Satu lagi mimpiku di 38 kami adalah saya ingin kami dapat berqurban jama’i. Setelah berbicara dengan Bu Yanti selaku Waka Bidang Kesiswaan maka kami putuskan tahun 2008 ini 38 akan kembali melaksanakan qurban, dan karena ini mimpi, maka mimpiku adalah kami dapat berqurban dengan seekor sapi. Nah … berikutnya adalah tugas bu Yanti dan guru Pendidikan Agama Islam 38 Bu Wiwin. Baca entri selengkapnya »


SMKN 38 Mencoba Menerapkan Konsep Sekolah Berwawasan Kebangsaan

4 Oktober 2009

Terinspirasi setelah mendengar laporan para guru yang telah mengikuti seminar sekolah berwawasan kebangsaan, juga setelah kami bersama beberapa guru dn siswa  mengikuti talk show sekolah anti terorisme, aku bermaksud menerapkannya dalam kegiatan sederhana.

Saat seminar tersebut kami dibagikan buku yang berisi lagu-lagu nasional yang diharapkan dapat menggugugah rasa kebangsaan bila lagu tersebut diperkenalkan ulang kepada para siswa di sekolah. Dalam buku tersebut tertulis bahwa setiap hari hendaknya para siswa menyanyikan lagu2 tersebut di rumah masing-masing dan setelah selesai para ortu menandatangani bagian yang telah disediakan dalam buku tersebut. Kami berdiskusi informal bersama beberapa teman dan akhirnya kami merasa pentingnya hal tersebut juga kami lakukan dengan sedikit perubahan cara. Di 38 insya Allah mulai Senin, 051009 kami akan mengajak dan menumbuhkan semangat kebangsaan para siswa dengan cara mengharuskan seluruh siswa dan guru yang mengajar setelah keluar main I selama 5 menit sebelum pelajaran dimulai untuk berdiri bersama menyanyikan satu dua lagu nasional yang telah ditentukan urutannya. Semoga hal ini dapat menumbuhkan satu jiwa yang mencintai negeri sehingga hubbul wathon mewujud di 38 kami, insya Allah.

Sahabat yang baik, menumbuhkan rasa kebangsaan ini memang mesti kita upayakan karena mencintai negeri akan mengantarkan kita pada kedalaman iman yang menenangkan. Semoga ke depan akan tumbuh ksatria2 baru dari 38 yang perlahan tapi pasti akan mendidik anak2 mereka kelak mencintai negeri seperti ayah bundanya, amin.

Terima kasih, pak Taufik Yudi Kadisdik DKIJ telah mengundang kami mengikuti seminar sarat manfaat dan informasi ini semoga kita dapat mewarnai wajah pendidikan di Jakarta dengan sebaik2 bentuk yang dirahmati Allah …


Reuni 2009 – Alumni SMAN 34 Angkatan 1982

4 Oktober 2009

Ahad siang yang basah sejak pagi , 041009 mencatat satu kenangan lama yang terkuak kembali saat kami para alumnus SMAN 34 Jakarta angkatan 1982 bertemu kangen dalam rangka halal bi halal ba’da IF tahun ini di Restoran Japos Pangkalan Jati Jakarta Selatan.

Suka cita bertemu teman2 lama setelah 27 tahun tidak bertemu khususnya aku karena dalam beberapa kesempatan reuni terdahulu aku belum pernah sempat ikut hadir, alhamdulillah Ahad ini kusempatkan datang menyulam silaturahim yang semoga barokah, insya Allah.

Sejak pagi kontak dengan beberapa sahabat lama Mela, Nani, Eva, Daroe, Elis, juga Isti namun yang bisa hadir Isti, aku, dan sejumlah teman lainnya yang semuanya kurasa pangling karena rentang waktu yang panjang telah memisahkan kami dari 34 tercinta. Lupa2 ingat wajah dan nama kadang menyebabkan geli tapi di penghujungnya aku merasakan keterbatasan manusia dalam banyak hal, salah satunya ingatan masa lalu. Lebih dari 27 tahun kami terpisahkan waktu dan jarak yang tak sedikit, aku bersyukur masih dapat bertemu mengingat kembali waktu2 lalu walaupun ternyata tidak terlalu banyak yang dapat kuurai karena sebagian sahabat2ku tidak dapat hadir hari ini, teman2 lain banyak dan dengan merekalah kami menguak cerita2, alhamdulillah.

Dengan sajian nikmat ala Japos, makan siang bersama kami terasa lebih berwarna setelah Kiki Tepoy, Dhany, juga Nirwan menyanyikan beberapa lagu lama, cukup indah mewarnai siang yang basah.

Pukul 14 lebih sedikit, aku pamit lebih dahulu, senangnya hati bisa mengulurkan silaturahim semoga pertemuan kami barokah dalam kehendakNya. Semoga lain waktu ke depan reuni kami ini bisa mendatangkan manfaat yang lebih banyak dan lebih meluas hingga dari kami angkatan 1982, 34 tercinta dapat merasakan adanya kami di komunitas pendidikan Jakarta, insya Allah.

Sahabat yang baik, satu hal yang kucatat dengan segenap rasa adalah betapa lemahnya kita manusia dalam banyak peristiwa hidup kita. Amat benar firmanNya bahwa semakin tua usia kita maka semakin berkurang fungsi organ tubuh kita, satu di antaranya adalah otak kita untuk sebuah ingatan … subhanallah …

Terima kasih jazakumullah khairan katsiran untuk Wuri, Sally, Lina yang rajin menghubungkan kami semua, barakallahu lakum …

Untuk kenangan yang hadir; Nurhasnah, Suryawati, Isti Swardani, Ninik, Kiki Amalia, Efi Isfandiari, Wuri, Sally, Lina, Yayu, Siswanti, Agustina, Wiwied, Dhany, Sari, Heni, Hendrayana, Sahrul, Garo, Ghany, Kiki, Nirwan, Anto, Bambang, Rahmat, dan sepuluh dua puluh lainnya yang belum tertulis, mohon maaf, sekali lagi inilah bukti lemahnya ingatan kita diredam waktu, afwan ‘ala kulli hal … 

Kangen untuk bapak/ibu guruku yang baik, semoga rahmat Allah senantiasa menyertai bpk/ibu guru semua dalam kebaikan dn keberkahan hidup di dunia dn akhirat kelak, terima kasih untuk berjuta titisan ilmu dan pengetahuan yang telah mengantarkan kami menjadi seperti ini adanya saat ini; Pak Edi Hidayat Fisika, p Ngemal, b Jun, dn b Masirah  Matematika, p Jihad (alm) dn p Roghibushollah Biologi, p Hambar (alm) Olah raga, p Setiadi dn p Santosa Bhs Indonesia, b Ani Panji dn b Endang Kimia, b Subhan, b Yayah,  dan p Yusuf Bhs Inggris, p Hardi dn p Mulyono (alm) PPKN, p Budi dn b Sariya Indan BP/BK, dan bpk/ibu yang belum dapat kusebutkan dg sempurna semua yang telah mengajar kami, mohon maaf …


Hari Pertama Sekolah ba’da Idul Fitri 1430 H

2 Oktober 2009

Kamis, 011009 Hari pertama Sekolah (HPS) ba’da Idul Fitri 1430 H diawali dengan sukacita bertemu kembali dengan seluruh komunitas 38 kami. Bersama bersilaturahim, saling menjabat tangan mengucapkan selamat dan memohon maaf atas segala perkataan, perilaku, tatap mata bahkan mungkin sedikit kotor hati terhadap sesama teman atau bapak/ibu guru, semoga Allah meleburkan segenap rasa negatif dan menebarkan aura positif bersemangat di hari yang fitri ini. Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan yang penuh barokah di tahun depan, dan semoga Allah memberikan predikat hamba yang beruntung bagi kita di dunia ini juga di akhirat nanti.

Seluruh guru dan staf TU 38 hadir lengkap, sementara ada dua kelas para siswanya hadir semua, kelas lainnya menyisakan 1 s.d. 3 siswa yang belum hadir di HPS ini. Alhamdulillah, terima kasih tulus kami bagi semua orang tua siswa yang telah mengantarkan ananda pada Kamis pagi ini untuk hadir di sekolah dan tidak terlambat.

Bapak/Ibu guru sahabat yang baik, mari kita awali waktu belajar semester ganjil ini dengan hamasah/semangat menaburkan berjuta kebaikan dan pengetahuan untuk siswa kita agar mereka merasa senang, merasa nyaman belajar bersama kita, merasa tenteram menerima anugerah kita guru mereka yang menyayangi mereka sepenuh hati. Terima kasih untuk segenap upaya keras dan cerdas Bapak/Ibu guru menggenapkan jiwa2 para siswa dengan dzikir pengetahuan yang mengantarkan mereka ke berkah kehidupan yang lebih menjanjikan kebaikan.


Shaum yang bermakna …?

1 September 2009

Menjelang pertengahan Ramadhan ada rasa seperti kehilangan. Melaksanakan shaum bersama, mengisi waktu Ramadhan hanya dengan amalan2 ringan, tapi aku berharap Allah memperhatikanku lebih baik dari kemarin. Duuuhh … kalau boleh jujur ibadah kita yang amat sederhana ini selalu ditunggangi keinginan mendapat lebih dariNya. Pertanyaan ringan adalah sampai berapa lama Allah memberikan kesempatan kedua untuk kita, untukku mencerna kebaikanNya yang berlimpah tanpa menghitung-hitung berapa banyak yang sudah kita coba persembahkan untuk menggapai ridloNya. Maka tafakur senantiasa mesti kita lakukan …


Ifthor jama’i di Agung Barat 6/20 kediaman pak Ratiyono

24 Agustus 2009

Sabtu, 220809 hari pertama Ramadhan yang barokah, pak Ratiyono mengundang kami berifthor jama’i (berbuka shaum bersama) di kediaman beliau. Pukul 15.30 berkumpul di 27, ba’da Ashr kami menuju Danau Sunter, mencari rumah pak Ratiyono. Dalam bayanganku Sunter ini jauuh … di Jakarta Utara tapi ternyata lebih dekat dari perkiraanku, mungkin karena di mobil kami ada pak Hasoloan mantan Kepala SMKN 36 Jakut yang sudah familiar dengan jalan ke Utara, alhamdulillah, Allah memang baik hati pada kami, dimudahkannya kami tiba tepat waktu.
Mendampingi pak Ratiyono, bu Indra menerima kami dengan keramahan yang bersahabat bersama keluarga se rumah. Senang rasanya berkumpul santai seperti sore ini, menerima dengan suka cita nikmat Allah yang demikian banyak, aku merasa beruntung memiliki banyak teman2 bahkan pimpinan yang berhati baik, berjiwa mulia, aku merasa Allah menyayangiku dengan keberkahan ini, alhamdulillah.
Acara ifthor ini dijadikan sebagai ajang silaturahim dan mensyukuri karuniaNya yang diperoleh keluarga bpk Ratiyono. Menurut pak ustadz Bustaman Ismail kita mesti mengingat senantiasa satu ayatNya dalam al-Qur’an:’lain syakartum la adzidannakum, wa lain kafartum inna ’azabi la syadid’. Bersyukur akan menambah nikmat Allah untuk kita, bila tidak bersyukur, sesungguhnya azab Allah itu pedih. Masya Allah …
Ba’da Maghrib dilanjutkan dengan makan bersama, sebelum adzan Isya berkumandang kami berpamitan. Terima kasih, bapak dan ibu Ratiyono, semoga Allah merahmati bpk dan ibu sekeluarga dengan kebaikan dan nikmat yang tiada putus-putusnya, amin. Terima kasih untuk ta’jil yang enak, untuk keramahan yang hangat.


Panen Perdana Sayuran di Kelurahan Cideng JakPus

24 Agustus 2009

Sabtu Pagi, 220809 brtptn dg 01 Rmdhn 1430 H, aku diundang mnghadiri acara ini. Brtemu dg komunitas warga di bwh arahan Ibu Lurah Beity (di Jkt baru ada dua lurah yg Ibu) mmberi pngalamn baru untukku dlm pngelolaan lahan trbatas untuk mnghijaukn lingkngn. Acara panen perdana sayuran ini dihadiri oleh Walikota JakPus Ibu Sylviana yg mmberikn motivasi unt snantiasa brsemangat bkrja, mlakukan sgl hal dg ikhlas. Aku mrskn prhatian Bu Sylvi ini mngalir tak putus2nya untukku, untk kami para warganya. Teladan memberikn perhatian penuh dlm setiap pekerjaan mnjdkn suluh baru dlm khidupn pribadiku. Trm kasih, Bu Sylvi, smg Allah mrahmati Ibu snantiasa.
Panen di Cideng ini tak lepas dr peran serta Sudin Prtamanan, Pternakan, dan Perikanan yg dipimpin oleh Ir. Widodo yg hadir brsm Tim Penyuluh Bu Purna, Ir. Effa, dn Ir. Kartika. Ke-3 ibu ini jg mnjd konsultan khusus dlm program pngelolaan lingkungn di sekolah kami. Dla arahan singkatnya Pak Wid mnyampaikn pentingnya mmanfaatkn lahan sekecil apapun dg produk prtanian jg pternakn. Dg cara ‘verticultur’ kita dpt mnanam aneka sayuran dlm brbagai pot paralon, plastik botol minuman scr vertikal dg mmanfaatkn rak2 bambu, kayu, atau besi ringan. Untuk peternakn, p Wid mnyarankn bertani belut yg mudh dibiakkan hanya dg mnggunakan drum air sederhana. P Wid jg mnyarankn beternak kelinci yg dagingnya bergizi tinggi (tp aku membayangkn mata kelinci yg lucu … ah … aku rasanya tak sampai hati).
Di Jakarta ini, kita mesti mmberikn perhatian pd program ketahanan pangan. Masih banyak masyarakat Jkt yg hidup brkekurangan namun dg program ini msyrkt tetap mendpt asupan gizi yg cukup dgn hrga jauh lebih murah. Program lainnya adalah memasyarakatkn penghijauan vertikal dg menambah aneka warna tumbuhan di tiap2 gang di perumahan Jkt.
Acara ini dihadiri pula oleh Ibu Tatik Fauzi Bowo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Prov. DKIJ yg memberikn bibit sayuran untuk ditanam di SMKN 38, pohon pucuk merah untuk ditanam pak RW, dn alat2 kebersihan untuk para Jumilah Cideng. Bu Tatik, bu Sylvi, pak Camat, bapak2 Lurah dg bersepatu boot hitam, bertudung petani, juga seluruh warga Cideng bergembira memanen perdana hasil kebun. Senangnya hati melihat aneka sayuran hijau segar seperti bayam (sore ini menu berbuka warga Cideng mungkin sama, yakni sayur bening yg nyummi), kangkung, seledri, selada, caisim, cabai, terung, bahkan ubi jalar ungu yg ditanam dlm karung. Isi satu karung kecil ini pernah ada yg mencapai 5 kg, subhanallah. Aku sementara ini masih asyik membayangkan kelak bbrp bulan ke depan insya Allah 38 juga ikut berpanen ria, amin. Bbrp hal yg disampaikn ibu adalah perlunya kita untuk buang pilah sampah, karena sesungguhnya bila kita telah mengetahui ternyta sampah dpt menjd sahabat kita semua. Juga memanfaatkn kembali sampah bekas kemasan aneka makanan, minuman untuk dibuat tas, sajadah, dan aneka kerajinan tangan lainnya.
Sahabat yg baik, mari menanam sekarang juga, mari menghijaukan lingkungan kita, bukankah warna hijau adalah warna kesukaan Nabi kita yg mulia? Hadist Nabi jg menyampaikn bahwa kita mesti tetap menanam walaupun kiamat esok tiba.