Lahir dari sebuah hati …

1 Desember 2008

Suatu pagi aku menerima telepon seorang karib lama, setelah brbincang banyak ada satu yang menggelitik, tentang adopsi terhadap seorang anak. Sepenuhnya kita tahu bahwa anak adalah manifestasi keberadaan Allah di muka bumi ini. Anak adalah cerminan cinta yang diwujudkan dalam ahsani taqwim, maka sepatutnyalah kita senantiasa mengingat, kehadiran seorang anak adalah wujud Allah YM Kuasa. Baca entri selengkapnya »


Sambutan Bu Ana pada Acara Tasyakuran Kelulusan Siswa Kelas XII SMKN 62 Jakarta Sabtu, 25 Mei 2013

25 Mei 2013

Bismillahhirahmanirrahim, innal hamdalillah … washshaltu wassalamu ‘ala rasulillah …

Yth. Ketua Komite SMKN 62 Jakarta Bapak Slameto, MPd yang mewakili orang tua siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2012 – 2013, terima kasih sudah berkenan bergabung bersama di sini, Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah, Para Ibu Ketua Kompetensi Keahlian, Bapak/Ibu Guru, Kepala dan Staf Tata Usaha SMKN 62 Jakarta, yang baru tiga hari ini kita saling mengenal, saling belajar menyesuaikan irama kerja dan bathin kita, dan bahkan Bu Ana bersama anak2 semua siswa kelas XII yang berbahagia, ini kali pertama dan terakhir kita bertemu secara resmi, sebelum kalian semua terbang tinggi menggapai penghidupan yang jauh lebih baik dan semoga senantiasa dalam keberkahan Allah.

Alhamdulillah wa syukurillah, hanya pada Allah saja lautan puji kita sampaikan yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat, yang dengan kenikmatan itu kita dapat menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baik perjalanan, shalawat dan salam semoga tercurah bagi Rasulullah Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabat, keluarga, dan kita ummat beliau hingga hari akhir nanti, dan mudah2an kelak kita akan mendapat syafaat beliau di yaumil hisab.

Hal pertama yang Ibu sampaikan adalah salam cinta dari Kepala SMKN 62 yang lalu Bapak Drs. Supranjono, MM yang telah mengakhiri masa baktinya di SMKN 62 ini dan sekarang beliau di sekolah baru SMKN 18 Jakarta, sementara Ibu di sini menggantikan pak Pran setelah Ibu menyelesaikan juga masa bakti Ibu untuk SMKN 28 di Cilandak Barat sana. Mudah2an penggantian ini tidak terlalu mengecewakan anak2 semua dan kita dapat menjadi anggota keluarga 62 yang hidup bersama dalam kebaikan dan kerahiman Allah.

Sesungguhnya pak Pran amat sangat ingin bersama2 kalian semua di sini, mengucapkan selamat pada anak2 semua, dan menitikkan airmata bahagia karena 185 anak2nya tahun ini berhasil gemilang mempersembahkan bakti kepada orang tua, kepada pak Pran dan tentu saja kepada Bapak/Ibu guru dan staf Tata Usaha 62 Jakarta. Untuk itu anak2 semua, mari kita doakan bersama semoga Pak Pran yang telah membimbing kalian selama di kelas XII ini senantiasa diberkahi Allah dan dimudahkan perjalanan hidupnya, dianugrahi kebahagiaan dalam rumah tangga dan pekerjaannya, semoga doa kita untuk pak Pran ini, akan menjadi doa kebaikan pula untuk kita semua, amin.

Bapak/Ibu dan seluruh siswa yang dirahmati Allah,
Adalah suatu kebahagiaan bagi Ibu menyaksikan seluruh siswa kelas XII yang pada pagi ini tampil dengan cantik dan gagah, mencerminkan aura positif remaja yang penuh cahaya, bersama Bapak/Ibu semua yang telah berhasil mengantarkan anak2 melalui masa belajarnya di 62 sehingga pagi hari ini kita bersama2 melaksanakan seremonial yang membahagiakan yakni kegiatan penglepasan bagi seluruh siswa kelas XII sekaligus secara lembaga Ibu mengembalikan kalian semua anak2 didik kami ke pangkuan orang tua dan keluarga di rumah masing-masing lengkap dengan pribadimu yang telah tumbuh berkembang sempurna, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni hasil arahan dan bimbingan Bapak/Ibu guru semua, sikap dan cara pandang yang jauh lebih baik dan dewasa, yang memberikan nilai-nilai ujian yang memuaskan, sesuai dengan upaya dan doa dalam hati kita masing-masing. Ibu sampaikan ucapan selamat kepada kalian semua wa bil khusus kepada siswa terbaik tahun ini yang mencapai nilai rerata ujiannya lebih dari 9,0 dan kepada dua siswa yang berhasil mencapai nilai 10 untuk mapel matematika, alhamdulillah … ini adalah prestasi gemilang yang diraih anak2 terbaik dan merupakan hasil dari kinerja Bapak/Ibu guru semua juga hasil dari pelayanan Bapak/Ibu karyawan, para caraka, penjaga malam, dan satpam 62 Jakarta. Terima kasih untuk Bapak/Ibu semua, kiranya Allah memberikan balasan pahala yang menyenangkan hati untuk bakti yang telah Bapak/Ibu berikan.

Namun demikian, anak2 semua, tak ada gading yang tak retak, di sepanjang perjalanan kalian di 62 selama ini, pastilah ada banyak kekhilafan yang dilakukan oleh kami semua pihak sekolah, untuk itu kami sampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya, semoga Allah senantiasa menolong kita untuk dapat memperbaiki diri sehingga mewujudlah kita menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Para siswa yang Ibu banggakan,
Hari ini menjadi satu catatan penting bagi kita, karena hari ini secara resmi adalah hari terakhir kita berkumpul bersama-sama, dengan Bapak/Ibu Guru, Staf Tata Usaha, dengan teman2 sekelas dan satu sekolah. Ibu sampaikan selamat jalan, selamat mengarungi jalan panjang kehidupan yang lebih berwarna dibandingkan dengan tiga tahun hari2mu di 62 ini, selamat memperjuangkan kehidupan yang lebih baik dan bermakna, selamat mendedikasikan diri menjadi sosok manusia dewasa yang bila kelak kembali padaNya di akhirat nanti, malaikat Allah akan menyambut kita semua dengan kegembiraan yang sempurna.

Terbang tinggilah menjangkau bintang, meraih cahaya matahari, warnailah dunia dengan kepak sayapmu yang mempesona, lalu kembalilah ke bumi tempat nafasmu tetirah dan sampaikan salam cinta kami di sana, di waktu-waktu yang panjang di masa depanmu. Kenanglah 62 kita dengan sebaik-baik kenangan, lalu berdoalah untuk kebaikan dan kesejahteraan kita semua.

Demikian yang Ibu sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga kelak Allah mempertemukan kita kembali dalam pertemuan yang barokah. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan anak2 semua, mohon maaf, billahi taufik wal hidayah, wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ku tulis di rumah cintaku
Gandul, 250512
NHS


SAMBUTAN KEPALA SMKN 28 JAKARTA pada PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL ke-105 SENIN, 20 MEI 2013

21 Mei 2013

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha dan seluruh siswa SMKN 28 Jakarta yang berbahagia,

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas perkenan dan ridhoNya, seluruh bangsa Indonesia, seluruh warga SMKN 28 Jakarta pagi ini masih diberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-105 tahun 2013.

Mengapa penting memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini? Karena Harkitnas adalah bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia yang terjadi bertahun-tahun yang lampau, maka dengan memperingatinya hari ini, kita belajar memahami sejarah, sehingga kita dapat menanamkan etos perjuangan generasi pendahulu kita bagi generasi berikutnya, bagi anak2 semua termasuk para siswa SMKN 28 Jakarta. Etos perjuangan yang menjadi semangat kita untuk saat ini adalah perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara maju, modern, adil, dan sejahtera. Inilah cita-cita bersama yang mesti diwujudkan.

Melalui peringatan Harkitnas kali ini kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers kita, untuk diambil sebagai teladan bagi kita generasi muda Indonesia. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem-problem pelik dibidang politik, ekonomi, maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan.

Lihatlah bagaimana mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Nilai–nilai Harkitnas tersebut masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan. Para pemuda hebat dan heroik, para mahasiswa cerdas cendekia saat itu berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan mereka terumuskan dalam ikrar: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebuah gagasan agung yang begitu brilian dan kita mengenang dan memperingatinya saat ini

Bapak/Ibu dan anak2 tercinta,
Perjuangan bangsa Indonesia belum lagi berakhir. Perjuangan ini adalah abadi, untuk menuju Indonesia maju dan modern, berkeadilan, sejahtera, berdemokrasi, serta bermartabat. Tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa globalisasi, yang akan menguji ketahanan daya saing dan keunggulan bangsa ini di tengah-tengah ajang kompetisi antar bangsa. Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar dan lebur menjadi satu kesatuan.

Momentun Harkitnas ini harus mampu melecut kembali, memunculkan nilai kebersamaan sebagai bangsa yang siap menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air Indonesia. Generasi muda harus menjadi pejuang dan petarung yang tangguh bagi kejayaan bangsa, karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah.
Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa perjuangan keras. Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa pengorbanan. Dan dalam firmanNya yang sempurna dimaktubkan bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kecuali mereka berusaha merubah diri mereka masing-masing.

Bapak/Ibu dan para siswa yang hebat,
Banyak para pejuang bangsa hari ini, yang InsyaAllah tetap setia berkarya di barisan para pembangun negeri ini. Lihatlah para anggota TNI/POLRI yang menjalankan tugas di daerah perbatasan untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia. Kita semua para guru, bidan, maupun dokter yang berbakti sampai ke daerah-daerah terpencil Nusantara, para PNS yang bekerja di semua bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Para pekerja swasta, para relawan yang telah berjuang dengan tulus dan ikhlas, membangun bangsa ini dalam kebersamaan dan persatuan.
Tentu kita semua berharap, agar setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih.
Semoga dengan nilai-nilai Harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur, insyaAllah.

Demikian sambutan Ibu pada hari ini, terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan para siswa semuanya. Ada satu pantun yang mudah2an dapat menyempurnakan sambutan ini:

Lari tertatih pasangan angsa
Di tepi sawah berliku-liku
Mari raih kejayaan Bangsa
Bekerja sama bahu membahu

Copy – edit – paste dari Sambutan Menteri KOMUNIKASI dan INFORMATIKA RI

Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha, dan anak2 semua,
Ini adalah sambutan Bu Ana yang terakhir di 28 karena mulai besok Selasa setelah acara pisah sambut, Ibu akan meninggalkan 28 ini untuk berkarya bekerja lebih lanjut di SMKN 62 Lenteng Agung Jakarta Selatan. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah pada Bapak/Ibu semua, kepada seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, semoga pertemuan kita di 28 ini akan berbuah pahala kebaikan, kebahagiaan dalam keberkahan yang dikirimkan Allah untuk kita semua. Terima kasih untuk uluran kasih sayang, perhatian, tegur sapa yang menyenangkan hati selama Bu Ana bersama Bapak/Ibu dan anak2 semua, Bu Ana mencintai kalian semua karena Allah, kiranya Allah menolong untuk menjadikan pertemuan kita ini indah sampai di surgaNya nanti.
Billahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.
Jakarta, 20 Mei 2013
KEPALA SMKN 28 JAKARTA
ttd
NURHASNAH


SAMBUTAN NURHASNAH DALAM ACARA PISAH SAMBUT KEPALA SMKN 28 JAKARTA SELASA, 21 MEI 2013

21 Mei 2013

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Innal hamdalillah Nahmaduhu wa nasta’iduhu wa nastaghfiruh
Wa naudzubullahi min sururi anfusina, wa min sayyiati a’malina
Man yahdillahu fala mudlillalah, wa yudlil fala hadiyalah
Asyhadu an la ilaha illaallah, wahdahu la syarikalah
wa asyhadu an na Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, la nabiyya ba’da,
la haula wa la quwwata illa billahil, ‘aliyyul adzim … ‘amma ba’ad

Yang saya hormati:
Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Selatan – Bapak Drs. H. SUHARYANTO, MM
Kepala Seksi SMK SDPMKA Jakarta Selatan – Ibu Dra. LATIFAH
Koordinator Pengawas SMK Jakarta Selatan – Bapak Drs. H. FATAH MUNZALI, MM
Pengawas SMK DKI Jakarta – Bapak Drs. H. Joko Sumardi, MM – Ibu Dra. Sonny Sihite,MM – Bapak H. Sudarto, MM – Bapak Drs. Ahmad Rohadi, MM – Bapak Drs. H. Amron Afandi, MM – Bapak Drs. H. Sholeh Dimyati, MM – Ibu Dra. Hj. Novia Agusti, MM – Ibu Dra. Hj. Sukmayati M Pd – Ibu Dra. Marbingah, MM – wa bil khusus Pengawas SMKN 28 Jakarta yang senantiasa memberikan banyak kebaikan, berbagi aneka pengetahuan, meneladankan banyak pengajaran, menebarkan aura inspirasi yang tak henti Ibu Dra. Hj. Esih Setyaningsih, MM
Ketua Komite SMKN 28 Jakarta – Ibu Dra. Yuli Susanti, MM
Para Kepala SMKN 28 Jakarta yang telah selesai bertugas dari 28 – Ibu Emi – Bapak Drs. Joko Setiyono – Ibu Dra. Yasni – Bapak Drs. Armedy, MM – Dra. Sukmayati, MPd – Dra. Sri Nuryati
Bapak/Ibu Kepala SMKN dan SMKS se Jakarta Selatan atau yang mewakili
Bapak/Ibu mantan guru dan staf TU SMKN 28 – Pak Suwardi – Ibu Umi – Pak Gatot
Kepala SMKN 28 yang baru – Ibu Dra. Aziza, MM
Bapak/Ibu guru, Kasubag, dan Staf Tata Usaha SMKN 28 yang saya cintai
Teman2 saudara saya dari SMKN 38 Jakarta Pusat
Perwakilan siswa SMKN 28 Jakarta yang Ibu banggakan
Para undangan yang berbahagia
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Baik, yang telah memberikan rahmat dan nikmatNya kepada kita semua sehingga pada siang ini kita dapat bertemu, berkumpul, berbincang-bincang, merayut tali silaturahim di SMKN 28 Jakarta ini, sekolah baru yang berhalaman luas, besar, dan senantiasa saya harapkan dalam limpahan kasih sayang Allah …
Shalawat dan salam semoga tercurah senantiasa bagi manusia teladan kita Nabi Muhammad Shallalhu ‘alaihi wa sallam, beserta seluruh keluarga, sahabat, dan kita pengikutnya sampai akhir zaman kelak, sehingga kita dapat terpilih menjadi ummatnya yang beruntung mendapatkan syafaat Beliau di yaumil akhir nanti, amin …
Bapak/Ibu yang baik, yang dengan ketulusan hati Bapak/Ibu semua telah berkenan hadir memenuhi undangan kami, untuk mengikuti acara Pisah Sambut Kepala SMKN 28 Jakarta dari saya kepada teman saya Ibu Aziza pada hari ini. Terima kasih saya sampaikan untuk langkah ringan yang telah diayunkan, semoga Allah senantiasa melimpahkan karunia kebaikan untuk Bapak/Ibu semua.
Bapak Kasudin dan hadirin yang berbahagia,
Selaku seorang PNS, adalah sebuah karunia ketika saya, seorang guru Matematika yang amat biasa di SMKN 30 Jakarta Selatan yang telah mengabdi selama 22 tahun sejak usia saya yang masih belia, beberapa tahun ini menerima amanah sebagai Kepala Sekolah. Yang pertama di SMKN 38 Jakarta Pusat selama 3 tahun 10 bulan dilanjutkan di sini di 28 ini selama satu tahun enam bulan.
Selama satu tahun dua bulan dua pekan kami menempati gedung Peruri di Jl. Lebak Bulus I selama gedung ini dalam pembangunan rehab total dan mulai Januari 2013 selama tiga bulan tiga pekan kami menempati gedung baru ini dengan rasa syukur yang tak terperi, betapa Allah Maha Kaya dengan anugerah yang luar biasa untuk saya, untuk kami keluarga besar SMKN 28 Jakarta, walaupun pada awalnya kami memaksa untuk masuk menempati gedung yang masih dalam tahap akhir penyelesaian saat mengawali semester genap ini dengan satu kenyataan bahwa gedung ini belum sempat diserahterimakan, sampai dengan hari ini.
Bapak/Ibu yang baik,
Karir sebagai guru dengan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah adalah perjalanan hidup yang luar biasa yang saya alami, menjadi Kepala Sekolah adalah ujian kesungguhan bagi saya dalam mengabdi sebagai hambaNya yang dhoif dan lemah.
Saya memasuki rumah saya yang keempat ini dengan penuh harapan akan bantuan dan pertolongan Allah. Bersama beberapa teman saat itu saya menghadap memohon restu Kasudin yang dijabat oleh Bapak Suharyanto, dan Bapak memberikan arahan dan motivasi kepada kami yang sampai hari ini tak lekang oleh waktu. Terima kasih saya yang tulus untuk hal ini, Pak Har …
Sepanjang waktu saya di 28 ini saya ditemani oleh Ibu Esih Setyaningsih selaku Pengawas kami. Bu Esih senantiasa memberikan teladan yang luar biasa, berbagi banyak hal yang menginspirasi saya. Pada waktunya nanti 28 tidak akan pernah melupakan Ibu yang penuh semangat ini, terima kasih ya Bu … semoga berkahlah kehidupan Bu Esih selama-lamanya, amin …
Selanjutnya bersama teman2 yang baru di 28 ini saya belajar menjadi seorang Kepala Sekolah 28. Benar-benar belajar, karena di dalamnya ada banyak kekurangan sehingga beberapa pelajaran dalam pekerjaan saya ini mesti melalui proses pembelajaran remedial.
Di 28 ini saya belajar tentang kesungguhan, belajar tentang kearifan, belajar tentang kekuatan, belajar tentang banyak hal yang luar biasa. Allah Maha Baik memberikan pengalaman hidup yang masyaAllah … 28 menjadi catatan perjalanan hidup saya yang takkan terlupakan menggenapkan keindahan hidup saya di SMKN 38 dahulu.
Menjadi guru matahari bagi anak2 negeri yang dititipkan Allah di 28 ini adalah sebuah kebahagiaan. Di Keahlian Pekerjaan Sosial saya mensyukuri indahnya hidup dalam kesempurnaan, di keahlian Akomodasi Perhotelan saya mensyukuri nikmatnya kehidupan.
Ada banyak waktu yang melenakan, namun Allah Maha Kuat, ditegakkanNya bahu lemah saya, disampirkanNya lengan untuk menopang tubuh dhoif saya, dihelaNya nafas kehidupan untuk saya hirup dengan penuh kesyukuran. Sesungguhnya manusia lemah tanpa daya, dan kehebatanNyalah yang Maha Perkasa, saya tertular aura keberdayaan, dan takdir menetapkan saya untuk meninggalkan 28 ini pada 8 Mei yang lalu tepat ketika saya melaksanakan tawaf wada di Ka’bah Allah yang mulia. Tepatlah Allah dengan segala takdirNya, subhanallah …
Selanjutnya saya sampaikan ucapan doa ahlan wa sahlan bagi teman saya Ibu Aziza yang menjadi pelanjut saya bertugas di 28 ini, penerus estafeta amanah kepemimpinan 28 yang ke sepuluh, yang akan membawa sekolah ini menjadi sekolah yang lebih baik, insyaAllah …
Akhirnya permohonan maaf dari lubuk hati saya yang terdalam, apabila dalam pergaulan saya dengan Bapak/Ibu semua khususnya di 28 ini, saya pernah menorehkan luka akibat tutur kata, sikap, atau mungkin lintasan pikiran yang tidak menyamankan diri, saya mohon keikhlasan Bapak/Ibu memberikan maaf untuk saya.
Selanjutnya saya haturkan terima kasih atas uluran persaudaraan Bapak/Ibu semua untuk saya, ada banyak catatan kebaikan dalam kinerja kita mengelola proses pembelajaran di sini, sehingga begitu banyak prestasi yang diraih para siswa, ada banyak hal yang dapat kita lakukan bersama, dalam waktu saya yang singkat di 28 ini dan saya merasakan ini adalah sebuah kegembiraan yang dikirimkan Allah untuk saya. Kita belajar saling menyempurnakan di 28 ini, semoga 28 menjadi salah satu sekolah yang dibanggakan Allah di akhiratNya nanti.
Di penghujung sambutan saya ini, saya sampaikan doa semoga Bapak/Ibu semua juga para siswa, kiranya Allah senantiasa menjaga kita dalam kebaikan kehidupan kita yang barokah.
Bapak/Ibu yang berbahagia, sungguh pertemuan siang hari ini adalah sebuah keindahan, terima kasih, mohon maaf, billahi taufik wal hidayah wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Jakarta, 21 Mei 2013
NURHASNAH


Doa yang cantik … mengikis dengki, iri, kecewa, sakit hati …

14 Mei 2013

My dear sweet hearted friends, marilah kita berdoa di pagi yang cantik ini …

Tuhan yang terkasih, Yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah,

Terima kasih atas anugerah kehidupan ini dan kesempatan untuk membuatnya seindah yang kuinginkan.

Mohon bantulah aku dalam upayaku untuk menjadi pribadi yang lebih tegas, yang lebih bersegera dalam bertindak, yang rajin dalam pekerjaanku, yang penuh hormat dalam urusanku dengan orang lain, untuk menjadi lebih bersyukur menerima hasil dari upayaku, dan untuk hidup berbahagia dengan keluarga dan sahabat-sahabatku.

Tuhan yang terkasih, aku sangat mencintaiMu, dan berharap bahwa Engkau sangat lebih mencintaiku.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always


Dengki …

14 Mei 2013

Penyakit hati yang satu ini kerap menyambangi manusia diantara upayanya berbuat keikhlasan sebagai penyempurna kebaikan. Dengki ini menjadi satu rasa yang sulit diditeksi keberadaannya. Suatu ketika ada seorang kawan yang memiliki rumah indah, menawan, dan kelihatannya sangat nyaman. Kawan ini riang bermain di halaman yg luas dan penuh bunga, namun tiba2 ada seorang lain yang melihat kebahagiaan ini, menyaksikan dari dekat kegembiraan yang penuh sukacita inii, tiba2 rasa dengki menggerogoti hatinya, lalu dengan cara tertentu kawan kita yang sedang asyik bermain ini dihelanya untuk keluar meninggalkan rumah indah itu. Akhirnya kawan kita tersadar bahwa YM Baik telah menuntunnya untuk tidak lena di rumah besarnya, dan melalui pemahaman akan repotnya rasa dengki ini, maka kawan kita justru akhirnya merasa kasihan lalu secara sukarela berlari mancari rumahnya yang baru. Maka selamatlah ia dari perasaan kecewa karena ditemuinya Tuhan YM Kaya itu memberinya sebuah rumah singgah yang cantik, alhamdulillah … dan ketahuilah, wahai jiwa yang tenang … dengki itu adalah suatu rasa yang senang saat melihat orang lain susah, dan susah hati saat melihat orang lain senang … naudzubullahi min dzalik …


Ilal liqa …

14 Mei 2013

Akhirnya catatan perjalanan hidupku semakin berwarna, saat Allah menghendaki diri yang lemah ini menyambut pnggilanNya di Aqsha yang mulia, subhanallah … betapa aku merasa Allah sangat menyayangiku dan ini menjadi bagian hidupku yang takkan trlupakan. Ada banyak cerita tentang perjalanan ke negeri para nabi ini namun aku tunda sementara, insyaAllah lain kesempatan aku akan menuliskannya.
Saat ini aku ingin menulis tentang takdir Allah yang lain untukku yakni diberikanNya aku sebuah rumah kasih yang baru untuk menebar lagi banyak kebaikan, banyak manfaat, banyak sukacita, banyak bahagia, mengulurkan silaturahim yang akan mengindahkan hidupku, memperpanjang usia yang barokah, dan menjadi kaya dengan banyaknya saudara2 yang baru di bumi SMKN 62 Jakarta.
Adalah sebuah keniscayaan yang benar2 kupahami, betapa Allah Maha Baik, Maha Sempurna menguatkan lemah bahuku, Maha Kasih tempat melenakan kepalaku yang ingin bersandar karena bermimpi membayangkn takdirNya untukku, subhanallah …
Satu tahun enam bulan sembilan hari aku berjalan menyusuri karuniaNya di sepanjang jalan Peruri dan Maritim, mengayam satu demi satu simpul tali persaudaraan yang masyaAllah … hanya Allah YM Tahu betapa aku ingin menyempurnakan kebaikan dengan mesti banyak bebenah, mesti banyak belajar, mesti banyak bermuhasabah, banyak beristighfar, banyak meniru keindahan akhlak manusia teladan, banyak berucap tentang keanggunan Allah YM Hebat menguasai semesta, aku diajarNya dengan qalam kesabaran, qalam kekuatan, qalam kesaksian bahwa la haula qa laa quwwata illah billah …
Akhirnya perjalananku di 28 berakhir pekan ini, kutinggalkan apa yang pernah dipersaksikan Allah untuk ku kelola dengan kebaikan, aku tidak berharap banyak selain kasih sayang Allah yang akan menuntunku untuk memulai langkah baru menuju 62 yang semoga bertabur keberkahan yang indah, amin …
Terima kasih yang tulus bagi semua teman2 di 28 dengan 44 guru, 6 TU, 3 caraka, 3 Satpam, 672 siswa (167 di antaranya insyaAllah diberkahi kelulusan yang baik tahun ini), 6 penjaga kantin, untuk semuanya semoga Allah merahmati kita semua dengan keberkahan hidup, dan tentu saja permohonan maaf dari lubuk hati yang terdalam, atas banyak kekhilafan yang berasal dari seorang hamba yang dhoif ini, semoga Allah menolong kita semua dalam kebaikan, amin …
Terakhir terima kasih dan maaf juga kusampaikan kepada Pengawas 28 yang sangat baik padaku Ibu Esih Setianingsih yang tidak pernah putus memberikan pengetahuan, pencerahan, dan inspirasi padaku dan teman2 semua, juga untuk Kasiecam Pak Eyo (semoga sakit jantungnya dilemahkan Allah), semoga Allah merahmati Bapak/Ibu senantiasa, salam. Ana di rumah cintaku 140513 01.10


Kesabaran yang tak terbatas

3 April 2013

Pernah tahu ada penyakit yg menyebabkan seseorang tiba2 merasa pusing. melayang, dan akhirnya jatuh berdebam di lantai kayu di sebuah ruangan? Seseorang itu pasrah pada takdir yang ditetapkanNya untuknya, dia lemah, tak kuasa menahan rasa kecewa yang tak terperi, diposisikan pada ketakberdayaan yang bernama kehebatan aqidah, lalu alam mengajaknya damai dalam kesendirian yang pilu.
Kasih sayang Allah yang menguasakannya bangkit, dikuatkan dengan panggilan bernuansa kesabaran, menebarkan aura keberpihakan, dan mengirimkan rasa kasih sayang yang tak termaknai. Seseorang limbung dalam kebimbangan yang sangat, tidak mengenal siapa kawan dan lawan, naudzubillah, di seantero surga dunianya, makhluk Allah yang dhoif itu menangis, mengadukan prahara jiwa yang ternyata selama ini tidak nyaman mengangkasa di langit semestanya.
Dia menerima ketentuan yang dipupuknya pelan2 dalam kebimbangan, kesedihan, rasa gamang, rasa gelisah yang bertumpuk melampaui batas keterkejutannya akan hidup yang dilaluinya lebih dari lima belas bulan yang lalu.
Allah mengirimnya pada tempat yang tepat, pada lampauan waktu yang dilaluinya dengan penuh suka cita, namun tak dinyana ada banyak makhluk Allah lain yang sama lemahnya dengan dirinya, yang belajar mengais kasih tanpa mau berbagi kasih, yang ingin dicintai tapi tanpa perilaku yang mengindahkannya untuk dicintai, ingin diperhatikan tapi terbatas agar terpenuhi kebutuhan dirinya, maka prahara jauh panggang dari api diakrabinya dengan senantiasa melantunkan pertobatan yang dalam, penginstghfaran yang tak kunjung lepas dari lisannya, dia merasa ada sebuah batu bata kosong dalam bangunan jiwanya. teman2nya banyak tapi tidak merahmatinya, tidak mengulurkan tali kasih yang penuh kerahiman sesama saudara bahkan sesama muslim … di tempatnya ini, dia merasa jauh dengan sesama muslimnya … alangkah pandainya para temannya bertutur tentang sebuah kebaikan yang disodorkan untuknya, oh … betapa luka itu menganga tanpa daya … maka menjerembabkan diri dalam sungai Allah yang penuh susu, yang mengalir sepanjang jannah Allah nanti adalah pilihannya, dan sore itu menjadi saksi bahwa salah satu makhluk Allah yang berusaha kuat dan sabar ternyata belum kuat dan belum mengulurkan sabar yang tak terbatas, maka hanya kepada Allahlah kamu berserah diri, berlindung dari kedurjanaan sesama makhluk yang lemah, astaghfirullahal adzim … Gandul, 040313 mengenang tragedi Jumat sore 150313, semoga tidak akan pernah terulang kembali dalam kehidupan siapapun … amin …


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.