Tetralogi Laskar Pelangi – Andrea Hirata

30 November 2008

Sesungguhnya setiap hari sepanjang usia saya yang semoga barokah, saya dikelilingi dengan beragam informasi yang satu di antaranya saya peroleh melalui buku. Saat ini beragam buku tersedia untuk kita nikmati. Beberapa waktu terakhir ini, saya baru selesai mengulang membaca tetralogi Laskar Pelangi (yang ke-4 belum diterbitkan, kapan ya?) dari Andrea Hirata. Buku ini benar-benar menginspirasi saya untuk berani bermimpi, dan nyatanya mimpi itu terus menerus saya up-date, sehingga setiap hari, sepanjang waktu saat mimpi mewujud nyata, saya lanjutkan mimpi berikutnya entah untuk berapa episode lagi ke muka … senangnya saya.

Oh ya berkaitan dengan virus mimpi ini yang awalnya ditularkan oleh Laskar Pelangi, saya mengajak para guru untuk nonton bareng film ini. Gayungku bersambut semangat maka ditetapkanlah hari untuk nonton bareng ini (setelah Ibu Elviyana mendata bolak balik), tentu saja sepulang sekolah, setelah pukul 15.15. Namun ternyata Allah belum menghendaki, tidak kurang dari 10 bioskop kami hubungi, semuanya menyatakan tidak ada jam tayang tepat pada jam yang kami inginkan.

Ya sudah, tapi rencana kan sudah ditetapkan … akhirnya setelah berdiskusi berulang, ditetapkan satu hari Jumat di salah satu bioskop 21, kami akan melaksanakan kegiatan ini, dengan catatan karena sebagian guru mengajar maka yang boleh pergi hanya yang sudah tidak ada jam, bergantian di hari yang lain. Tim manajemen dan saya berbagi, para guru juga staf TU berbagi, namun apa yang terjadi? karena kami sangat kompak, karena sebagian guru tidak bisa nonton, karena nanti pulangnya kesorean, akhirnya nonton bareng ini dibatalkan dengan permohonan maaf yang sangat dari saya untuk beberapa teman yang telah menyediakan diri untuk berpartisipasi mendukung program ini.

Yaah … mimpi yang tak mewujud, apa boleh buat, maksud hati apa, yang terjadi apa, akhirnya saya hanya dapat menghimbau semua guru 38 harus nonton film ini sendiri-sendiri (suatu saat saya berharap film ini diCDkan supaya guru bisa nonton bareng semua siswanya, semua orang tua nonton bareng anandanya), supaya apa? supaya kita tidak takut bermimpi, supaya kita senantiasa punya pengharapan. Dan last but not least  semua guru juga dihimbau sangat untuk membaca buku LP ini kalau mungkin lengkap dengan Sang Pemimpi (dan buku ini benar-benar menggetarkan, mengharubirukan nurani, betapa mulia memiliki ketinggian pengetahuan), juga Edensor (buku ini berbagi sejuta rasa) dan nanti bila Maryamah Karvov ( eh … benar gak tulisannya?) sudah terbit, ramai-ramai kita juga membaca MK ini.

Bapak/Ibu yang baik, kita harus berubah, kita harus keluar dari zona aman kita sebagai guru yang merasa telah lulus (dan itu kan cerita sekian belas tahun yang lalu), kita harus berani mengupdate ilmu pengetahuan kita, kita harus menyakinkan diri untuk terus mau belajar, karena di luar sana amat sangat banyak yang dapat kita pelajari kembali, yang dapat kita lakukan untuk sekolah kita, untuk mengajar anak-anak kita berlari mengejar mataharinya. Dan untuk mewujudkannya, mari kita awali dengan mimpi. Salam.


Perhatian Sudin Dikmenti JakPus untuk SMKN 38, waw …

30 November 2008

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, Pak Ungkadi dari Sudin Dikmenti JakPus mengunjungi 38, untuk melihat pekerjaan pemborong menangani kebocoran di beberapa tempat dari bangunan yang telah direhab. Setelah diperbaiki kami menunggu hujan untuk melihat apakah kebocoran masih akan terjadi. Tidak mengapa, setidaknya telah ada upaya pemeliharaan yang telah kita lakukan bersama dengan harapan bila hujan nan lebat nanti turun, kebocoran itu tidak terjadi lagi, insya Allah. Terima kasih, pak Ungkadi, juga pak Andri yang telah memperhatikan keluhan kami dan segera menindaklanjutinya.

Setelah menanangani perihal kebocoran, pak Ungkadi juga menyampaikan bahwa 38 akan mendapat bantuan kursi kuliah, satu paket perlengkapan UKS, beberapa meja dan kursi guru, juga beberapa unit rak/lemari untuk perpustakaan. Waw … mendengarnya saya serasa terbang ke awan, senaaaang sekali membayangkan 38 lebih ‘berisi’ dan itu berarti sementara ini kami tidak perlu dulu memikirkan beberapa sarana yang akan datang itu sehingga kami (dana dan pikiran) bisa fokus pada proses pembelajaran. Nah … berkaitan dengan inilah maka saya kembali bermimpi seperti Laskar Pelangi.

Mimpi … adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia …, maka menjelmalah saya menjadi seseorang yang berani bermimpi memiliki sekolah cantik yang di dalamnya kasih sayang senantiasa bergelombang, perlahan, terus bergerak, terus menghampiri seluruh anak-anak negeri yang menghirup nafas sejuk  pengetahuan yang dititiskan para guru dengan menawan.

Bapak/Ibu yang baik, sampai saat ini, fa bi ayyi ‘ala irabbi kuma tukadziban, senantiasa ramai berlalu lintas di sepanjang jalur hatiku, hati kami, hati seluruh komunitas 38. Terima kasih yang tulus atas perhatian pak Andri dan pak Ungkadi untuk kami, semoga Allah memelihara bapak berdua bersama seluruh staf di Sudin dalam kemudahan dan kebaikan senantiasa. Amin.


Penyuluhan Pemadam Kebakaran di 38

22 November 2008

Di bawah koordinasi Waka Bidang Sarana Prasarana Ibu Tapitta, 38 mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan pemadam kebakaran di sekolah yang diikuti oleh 40 siswa dan 10 guru pada Selasa, 111108. Acara yang diawali dengan pemberian teori di ruang kelas dilanjutkan dengan materi praktik di lapangan upacara, siang itu kami mendapat pengetahuan baru. Alhamdulillah, para siswa terlihat bersemangat juga para guru yang mengikuti bahkan guru lain tetap antusias mengikuti kegiatan praktik ini karena berkaitan langsung dengan proses pembelajaran di ruang praktik dapur.  Ke depan kita senantiasa berharap kita dijauhkan Allah dari segala musibah termasuk musibah kebakaran.

Terima kasih untuk Bu Tapitta yang menjembatani pertemuan ini, juga terima kasih untuk bapak-bapak dari Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat. Semoga pengetahuan yang diberikan akan bermanfaat optimal di 38, semoga Allah membalas kebaikan bapak-bapak dengan kemuliaan hidup yang berlimpah kebaikan. Amin.

Tahun depan datang lagi ya pak, untuk berbagi dengan siswa kami dari kelas yang baru, kelas yang lain, terima kasih. Salam.


Dispenser Kejujuran

22 November 2008

Tiga hari sejak saya mengetahui telah diresmikannya kantin kejujuran yang ke seribu di SMAN Jakarta, saya tergerak untuk memiliki kantin kejujuran itu juga. Tidak terlalu memaksakan kehendak tapi ku hanya ingin menegakkan kejujuran di 38 khususnya para siswa. Namun dengan keterbatasan yang ada saat ini, maka aku berdiskusi dengan Bu Ninik selaku Guru BK, kukumpulkan para guru, dan kusosialisasikan bahwa 38 harus mulai mencoba mengambil ide kejujuran  yang hebat itu. Dan seperti yang kuduga gayungku bersambut, alhamdulillah.

Maka dengan dana pinjaman dari satu unit kegiatan kami membeli sebuah dispenser biasa hanya untuk air panas dan normal, karena kalau air yang dingin harganya belum terjangkau. Saya meminta ibu Hazlini untuk mengkoordinir dn membuat jadwal piket guru secara bergantian untuk mengawasi dispenser kejujuran itu.  Dan hasilnya? Beberapa hari pertama sukses, air habis ada uang terkumpul di kotak yang disediakan. Tapi satu hari Sabtu, air habis, uangnya tidak ada. Nah … kami sedikit kecewa lalu menganalisis beberapa kemungkinan dan akhirnya ditemukan penyebabnya, yakni kami kurang memperhatikan tempat diletakkannya dispenser itu. Hari itu juga kami membenahi dan alhamdulillah sampai hari Jumat kemarin, dispenser itu menunjukkan tingginya kejujuran anak-anak kami, insya Allah.

Mau tahu apa yang dilakukan siswa kami dengan dispenser itu? Mereka membeli teh celup, susu, atau bahkan kopi sachet dan menyeduhnya dalam gelas yang kami sediakan, hm … pagi-pagi aroma teh manis hangat, susu segar atau kopi harum memenuhi beranda kecil kami, diseruput pelan-pelan dengan nyaman oleh beberapa siswa yang berminat, yang kami katakan saat upacara segelas minuman hangat di pagi hari akan membuat kamu lebih bersemangat membuka hari untuk belajar. Maka nikmat TuhanMu yang mana lagikah yang kamu dustakan?


Upacara Hari Pahlawan 10 November 2008

22 November 2008

Di bawah pembina upacara yang tidak biasa, kami melaksanakan upacara memperingati gugurnya para pahlawan pembela bangsa. Pak Joko Sumardi yang sedianya hanya melaksanakan tugas akreditasi kami paksa untuk menjadi Pembina Upacara. Alhamdulillah, para siswa mendapat pencarahan dari tamu yang berkualitas, terima kasih ya, pak Joko, atas kemurahhatian Bapak membina kami Senin pagi itu.

Kepada seluruh petugas upacara yang telah melaksanakan upacara dengan sangat baik, terima kasih yang setulus-tulusnya, semoga pengalaman ini menjadi bekal kalian semua menapaki hidup sehingga lebih bermakna. Terima kasih juga untuk Kak Rusdi Pembina Ekskur Paskibra, Pak Kusdiyono Pembina OSIS, juga Bu Syofriyanti Waka Bidang Kesiswaan, sukses ya sukses untuk kita semua. Amin.


Pengajian dan reuni (lagi) di masjid al-Muhajirin Depok

22 November 2008

Ahad, 091108 pak Ust. Qasim Shaleh mengundang kami para alumni dan calon jamaah hajji Khazanah Mandiri untuk mengikuti pengajian silaturrahim sebelum jamaah hajji 2008 berangkat pada tanggal 251108 yad tergabung dalam kloter 69 Depok Jawa Barat. 

Alhamdulillah kami bertemu teman-teman saat hajji Januari lalu, dan percaya tidak, saya bertemu ibu-ibu yang sakit di Makkah dulu kemarin itu terlihat sehat segar, subhanallah. Sepenuh jiwa kuyakini Allah memiliki rencana hebat yang kita tidak pernah ketahui sebelum waktunya tiba. Ah… saat itu aku pingin Abi hadir di sana tapi sayang, Abi belum bisa datang ke Jakarta. Pekerjaan dan kuliah di Bengkulu menuntut pengorbanan yang tidak sedikit, sementara ini Abi terbatas bertemu teman-teman hajji, teman-teman masjid, dan kami sekeluarga. Duh … semoga Allah segera mempertemukan kami kembali dalam kebaikan dan kemudahan, amin.

Ba’da Dzuhur kami berpamitan dan berdoa semoga perjalanan hajji tahun 2008 ini dimudahkan Allah senantiasa, dan kembali ke Indonesia para Hujjaj mendapat haji yang mabrur, amin.