Laporan tentang 38 kepada KaSudin JakPus Bpk. Drs. H. Ratiyono, MMSI

31 Januari 2009

Menepati janji  saya untuk melaporkan secara tertulis tentang situasi dan kondisi terkini 38, perkenankan saya menyampaikan hal2 berikut ini:

1. Profil SMKN 38 sudah kami terbitkan di website kami: www.smk38.net walaupun dalam isi yang masih standar, dalam waktu dekat ini akan kami sempurnakan dengan menyampaikan riwayat pendiriannya setelah menghubungi senior para pendahulu kami.

2. Walaupun banjir melanda beberapa sekolah, alhamdulillah 38 kami dibebaskan Allah dari musibah ini, namun di beberapa tempat terjadi kebocoran. Kebocoran terparah di kamar mandi hotel mini kami, juga di ruang BK dan sepanjang atap belakang ruang TU,ruang guru, sampai dengan ruang praktik dapur, dan ruang laundry kami. Sementara ini kami coba atasi sendiri sesuai kemampuan dana kami yang masih terbatas.

3. Akhir Desember 2008 kami mendapat bantuan seperangkat alat untuk ruang UKS dari Sudin berupa tempat tidur pasien, lemari obat, alat pengukur tinggi dan berat badan, satu set wastafel, yang saat ini telah kami tempatkan semestinya di ruang UKS sekaligus ruang praktik dokter kami. Kami sampaikan pula bahwa sejak Mei 2008 kami telah memiliki seorang dokter yang mengadakan praktik setiap Kamis, pukul 10.00 – 12.00 untuk melayani keluhan dan konsultasi beragam penyakit para siswa dan guru2 kami.

4. Kami juga mendapat bantuan 9 unit rak buku baru untuk perpustakaan menggantikan rak2 lama yang sudah tidak layak pakai, sehingga saat ini ruang perpustakaan kami yang sederhana menjadi ruang yag cukup nyaman kami nikmati untuk membuka dunia melalui buku2 yang menjadi koleksi kami.

5. Saat ini kami menunggu kursi2 kuliah yang menurut pak Ungkadi insya Allah akan datang tahun 2009 ini untuk kami tempatkan di 2 ruang teori sehingga ruangannya nanti berkesan lebih luas.

6. Laporan Pengadaan Alat2 SSN bantuan Direktorat PSMK sudah kami tuntaskan pekan ini dan pelaporannya saat ini kami kirimkan ke Direktorat. Alat2 itu telah kami pergunakan untuk melengkapi alat2 praktik yang sudah ada di ruang dapur dan cafe, ruang menjahit, juga di ruang hotel dan laundry kami. Sementara Lap Top dan LCD secara mobile kami optimalkan penggunaannya secara bergantian.

7. SDM 38 terdiri atas para guru yang membantu sekolah dengan mengadakan Lap Top sendiri2 untuk mencoba mengamalkan apa yang disarankan oleh Dinas dan Sudin melalui berbagai penataran dan pelatihan yakni menerapkan pembelajaran berbasis IT. Walaupun belum piawai namun kami terus belajar dibantu teman2 guru yang telah handal.

8. Berkaitan dengan ini, kami meminta kepada para guru untuk belajar membuat blog-nya masing2 sehingga kami dapat berkomunikasi dengan rasa yang sedikit berbeda karena melalui dunia maya. Dari 30 guru ada 9 guru yang telah memiliki blog sementara beberapa lainnya sedang dalam proses. Kami harapkan satu tahun ke depan setidaknya 75% guru 38 telah mahir memanfaatkan interaksi di internet ini untuk kemajuan pendidikan.

Laporan hal lainnya kami sampaikan di Laporan II, pak. Terima kasih.


Renungan ESQ di Menara 165

31 Januari 2009

Jumat pagi 300109 bersama lebih kurang 150 peserta alumni ESQ, aku merasakan kembali sensasi dahsyat ESQ yang digagas secara briliant oleh Bapak Ary Ginanjar Agustian. Bertajuk renungan acara diawali dengan mengenal kembali sebanyak mungkin sahabat yang hadir pada pagi itu. Menebarkan 3S-nya ESQ kami saling melempar senyum simetri kepada sahabat2 di kiri kanan kami, bersemangat menyanyikan Mars ESQ, dan puncaknya terpesona dengan untaian kata2 sarat hikmah dari sahabat kami Samsul Rahman, salah satu kader piawainya Pak Ary. Alhamdulillah.

Setelah lebih kurang dua jam, menjelang sholat Jumat, acara ditutup dengan tele conference mendengarkan suara Pak Ary menyambut peserta istimewa pagi ini, karena Bapak Kepala Dinas Pendidikan DKIJ berkenan hadir didampingi Bapak Kepala Bidang SMK, Ibu Kepala Tendik, bersama2 kami semua.

Terima kasih atas perhatian yang diberikan pihak Dinas dan ESQ dalam kegiatan Peduli Pendidikan dengan mengajak kami mengikuti kegiatan ini, semoga semangat Al-Qur’an 165 mewarnai kehidupan kita senantiasa dalam mengelola pendidikan anak2 negeri, jazakumullah khairan katsiran, rasanya aku tidak akan menolak untuk kegiatan ESQ Lanjutan nanti, ilal liqa, ma’an najah. NURHASNAH 38


Public Seminar Mind Management by HTI Kemang at Aston Rasuna

31 Januari 2009

Rabu 280109 pagi pukul 09.00 saya menghadiri acara Public Seminar Mind Managementa New Approach Towards School Management yang diselenggarakan oleh Hotel & Tourism Institute Kemang bertempat di Aston Rasuna Residence yang nyaman dan menyenangkan. Dihadiri tidak lebih dari 30 utusan dari SMK seputar Jakarta kami mendapat pencerahan baru dari seorang nara sumber  muslim yang cerdas Mr. Mark berkebangsaan Belgia yang sudah menetap dan berkeluarga selama 15 tahun di Indonesia.

Berbahasa Indonesia dengan tatanan kata yang sangat baik, beliau memaparkan akan satu potensi diri kita yang selama ini terlupakan yakni kekuatan pikiran bawah sadar kita yang sesungguhnya 90% dominan mengantarkan kita pada suatu perubahan positif dalam hidup, dibandingkan kekuatan pikir sadar kita yang hanya 10%. Ini adalah hasil penelitian  ilmiah sehingga kita seyogyanya mencoba memahami hal yang baru ini.

Inti materi yang disampaikan adalah jangan abaikan suara dalam alam bawah sadar kita, efektifkan segala potensi yang meliputi kebiasaan, citra diri, keyakinan, kepribadian, juga nilai hidup. Memogram kembali alam bawah sadar kita, akan melejitkan potensi baru yag meningkatkan kualitas hidup kita. Oleh karena itu pastikan senantiasa kita berpikir positif, miliki keyakinan yang tidak merugikan, jadikan alam bawah sadar kita menolong kita untuk  insya Allah mencapai satu kesukesan baru yang menyenangkan, yang boleh jadi mewarnai kehidupan kita lebih berpelangi.

Mr. Mark  juga memberikan latihan sederhana yang mudah kita praktikkan sebelum kita belajar mengelola alam bawah sadar kita, dengan cara melatihkan keterampilan body scanning yang membawa kita ke daerah Alpha Di Alpha inilah pikiran sadar kita yang sangat kritis sebagian besar dinonaktifkan dan pikiran kita benar2 terfokus untuk menciptakan pesan2 yang kuat yang terus dapat memasuki pikiran alam bawah sadar kita tanpa gangguan, tanpa pelawanan, tanpa disaring oleh pikiran sadar kita.

Menjelang pukul 15.20 pelatihan yang  menarik ini selesai, kembali aku menyadari sungguh benar bahwa kewajiban belajar yang disabdakan kekasihNya yang mulia harus kita tunaikan dalam setiap helaan nafas syukur kita padaNya.

Jazakumullah khairan katsiran untuk Mr. Mark (benar2, Pak, ini pengetahuan baru yag sangat menarik, aku akan terus tularkan virus pengetahuan ini kepada banyak sahabatku), Bu Rea (terima kasih, Bu, karena kami telah diundang mngikuti kegiatan ini, semoga HTI Kemang tumbuh dan berkembang mewarnai dunia pendidikan Indonesia), mBak Debby (fotonya jangan lupa ya,  juga sertifikatnya), dan sharing yang mencerahkan dari teman2 peserta perwakilan sebagian kepala SMK di Jakarta; Yetty 30, Tito Jawis 2, Evie Jawis 1, Dewi 57, Zaida 32, Puji 13, Retno Widuri, Munir Wisata Indonesia, Shinton Cipta Karya, Hendro 62, Suryadi, Halimah, Anggrit (selamat, pak, untuk voucher nikmat menginap di Aston Rasuna yang diberikan pak Aulia),  Fitri (selamat juga untuk menginap di Aston Bandung),  dan empat bapak yang lainnya. Salam; NURHASNAH 38.


Sinetron HAREEM yang mendiskreditkan hukum Islam

31 Januari 2009

Ba’da Isya, aku mendapat email dari adikku dan beberapa rekannya berisi info seputar sinetron Hareem yang saat ini sedang tayang di salah satu TV swasta. Ini adalah fakta dan ku pikir info seperti ini wajib kusampaikan pada sahabat2ku semua untuk dapat memahami secara lebih bijak fenomena di sekitar kita, yang tidak jarang mendiskreditkan hukum2 Islam yang mulia, yang disampaikan melalui kekasihNya yang mulia, dari tempat Arasy di atas sana yang mulia, selamat menyimak, semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam mencerna kebenaran. Amin.

Azwir Azis azwir2000@yahoo. com

Dear rekan semua, assalamu’alaikum,
Memang saya jarang menonton sinetron, karena selama ini sering menganggap bahwa sinetron hanya menghabiskan waktu saja.  Namun sudah beberapa hari ini saya tergerak untuk menonton dan mengamati sebuah sinetron yang ditayangkan di sebuah TV swasta, dengan Judul Hareem. Mengambil istilah sebagai sebuah tempat raja menyimpan selir-selirnya pada jaman dahulu.

Yang menjadi concern saya adalah, dalam sinetron tersebut kental sekali unsur Islaminya. Apa yang salah dengan itu semua?
Nampak sekali bahwa dibalik sinetron keagamaan seperti ini tersembunyi sebuah maksud untuk mendiskreditkan hukum Islam. Tidak percaya? silahkan lihat bagaimana sang Kanjeng (sang suami – yang diperankan Teddy Syah) disini menempatkan istri-istrinya dalam SATU RUMAH. Jelas-jelas ini tidak dibenarkan dalam kehidupan poligami Rasulullah.Kemudian sang Kanjeng sendiri pun bukanlah sebuah pribadi yang bijak, mudah terhasut oleh istri-istri nya yang lain yang menyimpan dendam kepada istri termuda tersebut. Sangat jauh dari figur seorang suami yang diperkenankan untuk berpoligami. Kemudian istri-istri yang lain yang notabene istri tua, sangat jahat dan kejam. Mereka benar-benar bukan istri-istri yang mengerti agama. Mereka jahat dan kejam. Merekalah yang menghasut sang Kanjeng yang (maaf) bodoh ini untuk bertindak menghukum istri muda tersebut, atas nama agama Islam, dengan segudang syariatnya.Yang terbaru adalah saat sang istri muda yang dituduh mencuri tersebut akan DIPOTONG TANGANNYA, karena dituduh mencuri oleh istri-istri yang lain. Benar-benar mengarah kepada pembangunan image hukum Islam yang dinilai BARBAR oleh para orientalis.

Yang menjadi salah satu perhatian saya juga adalah adanya Hotman Paris Hutapea sebagai salah satu pengacara pelindung acara ini. Sangat jarang sebuah sinetron memiliki seorang pengacara seperti sinetron ini. Apa maksud ini semua, sebagai tangkisan? entahlah,  wallahu a’lam…

Berikut saya copy paste pendapat dari salah satu rekan kita di:
http://hendrinova. blogspot. com/2009/ 01/sinetron- hareem-propagand
a-pembenci. html

Tayang perdana saja, beberapa penyiksaan langsung disuguhkan pada pemirsa. Pertama saat Inayah berdandan bak seekor kucing, di sebuah pesta kehormatan. Inayah langsung dimasukkan ke dalam garasi mobil dan sesampai di rumah langsung dihukum tidur di luar, dalam dekapan lebatnya hujan, hanya berpakaian basahan untuk mandi.

Siksaan berikutnya diterima Inayah saat dia tidak mau membukakan pintu kamar.  Tangannya langsung dihukum pukul, hingga terasa sangat sakit. Puncaknya ketika Inayah mengetahui orang tuanya sakit dan dia difasilitasi istri ketiga Kanjeng, untuk melarikan diri dari rumah. Hukuman yang diterima sangat menyakitkan, karena punggung Inayah  jadi berlumuran darah bekas cambukan. Kanjeng sendiri tidak berlaku hasan (baik), dalam mendidik istri-istrinya. Padahal Islam mengajarkan, ada fase-fase tertentu untuk menjatuhkan hukum pukul.

Bagi yang bosan adegan penyiksaan, hingga tayangan ini sudah terasa memuakkan. Dalam benak langsung timbul pertanyaan, beginilah praktek poligami yang dibolehkan Islam tersebut?Secara tidak langsung, sinetron Hareem coba memperburuk citra Islam, terkait praktek poligami. Padahal, Rasulullah SAW sendiri, sangat pandai menjaga perasaan istri-istrinya, dengan memisahkan mereka dalam rumah yang berbeda. Apa yang dinamakan cemburu pasti ada, karena itu memang sudah suatu fitrah. Tapi karena istri-istri Rasulullah SAW mencintai Allah dengan jalan mencintai suami mereka, maka semuanya bisa diselesaikan dengan  baik.

Satu hal yang harus diingat, orang-orang yang diizinkan berpoligami oleh Allah SWT, benar-benar manusia yang terpilih. Terpilih untu bisa masuk surga dengan cepat dan tentunya diazab di neraka, karena kasus ketidakadilan bagi yang menodai poligami.
Sangat disayangkan jika umat Islam diam saja, dan tidak bersuara sedikit pun atas masalah ini. Mohon rekan-rekan semua agar turut melihat masalah in secara mendalam, dan mencegah umat terjerumus kepada pemikiran yang salah tentang hukum Islam.
Wassalam.