3 x 24 jam aku menikmati satu lagi rahmatNya untuk beristirahat sejenak melupakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabku sehari-hari. Berbagai godaan muncul untuk mencoba menulis menumpahkan segala penat, menggelontorkan segala peluh, namun ujungnya adalah sebuah kepasrahan total, tunduk pada takdirNya semata.
Maka kesadaran yang kian membumi mengingatkanku akan sebuah rencana besar Allah yang melingkupi dunia semestaku, yang akan membawaku pada sebuah pelabuhan hati akan pentingnya menyadari bahwa kasihNya melingkupi segala, hatta dalam sebuah keterpurukan yang melanda jiwaku.
Adalah sebuah pengharapan mengais rezekiNya yang tersebar di alam ini, mengharap satu dua cahaya di gemerlap sinar mentari pagiNya, aku terseok-seok berjalan memunguti satu demi satu rahmatNya dalam bekerja mengabdi padaNya. Betapa kurasakan ringkihnya aku dalam kemahaluasan dekapan cintaNya.
Aku telanjur jatuh cinta pada rengkuhan kasihNya, saat kusadari masih ku berpikir tentang satu perhatian lain selain diriNya. Maka terpanalah aku saat kusadari betapa Maha Dahsyatnya kasihNya, jauh melampaui harapku, luas melampaui jangkauan pikirku, diberikanNya sejuta detik waktu untuk kutautkan sisa-sisa asaku, bahwa aku tidak boleh menyerah kalah, bahwa aku tidak boleh putus asa, bahwa segalanya butuh waktu, butuh proses, butuh penghayatan, perlu penguatan, perlu pemaknaan, perlu pembelajaran, agar aku mampu mencerna kehebatan cintaNya untukku.
Aku tidak perlu meragu, tidak perlu berduka, la tahzan untuk Ana, untuk segala duka yang pernah ada, katakan TIDAK pada selain dariNya.
Rabbana, ma khalaqta hadza bathilaan, subhanaka faqina ‘azabannar …
Ditulis oleh Nurhasnah
Ditulis oleh Nurhasnah
Ditulis oleh Nurhasnah