Hanya terpaut satu pekan lebih beberapa jam, Allah kembali menunjukkan perhatian dan cintaNya yang seluas samudera. Alhamdulillah, Maha Benar Ia dengan segala firmanNya, perlahan namun pasti, ditartilkannya satu-satu nikmat lega dalam hatiku, diajarkanNya aku menulis dengan qalamNya, aku dititahtitihNya dengan kehalusan jiwa yang sungguh mengharu biru, fa bi ayyi ‘alaa irabbikuma tukadziban? Never … not now and not forever.
Bapak/Ibu sahabat yang baik, izinkan aku berbagi nikmat yang luar biasa ini ‘kelegaan hati yang menenangkan jiwa’, aku hanya ingin senantiasa bahagia, semoga dititipkanNya cinta untuk kita semua …
2 April 2009 pukul 01:51
“Maka nikmat Tuhanmu manakah yang akan kamu dustakan?” (Ar-Rahman)…menangis Bu, kadang kalo saya lagi baca surah tersebut
2 April 2009 pukul 13:15
Sangat benar, pak Kus, maka teruslah kita untuk senantiasa saling mengingatkan.