8 Juli 2009
Sejak pagi rumah Ibu ramai, para adinda berdatangan bersama kids yang subhanallah … makin hari mereka semua tambah besar, sibuk berlarian ke sana kemari, bermain segala macam, alhamdulillah senang banget punya keluarga banyak begini.
Hari ini hari istimewa, karena kemarin Ibu ultah ke-70, hari ini mau potong kue rame2, supaya Ibu senang, makan siang juga rame2, alhamdulillah … sayang udah sore, Ibu Bapak gak mau diajak jalan ke CM, tadinya mau makan malam barengan tapi Ibu males, katanya mau buka shaum di rumah aja, krn ba’da Isya juga mau ngaji dg P Murni, ya … akhirnya ke CM sih tetap jalan dikawal Ani, Budi, dan Ira. Aku di rumah aja …
Bu, selamat ultah ke-70, semoga IBu senantiasa bahagia dikarunia Bapak yang penyabar, 6 anak, 6 menantu, dan 12 cucu, semoga Allah memuliakan Ibu dengan kasih sayangNya yang banyak di dunia dan akhirat kelak, semoga kami menjadi anak2 Ibu yang senantiasa mendoakan Ibu selalu dalam lindungan Allah … Amiiin ya Rabbal ‘alamin …
Leave a Comment » |
Ananda, Silaturahim |
Permalink
Ditulis oleh Nurhasnah
12 Mei 2009
Malam ini gadis kecilku mengikuti kegiatan mabit di sekolahnya. Sejak subuh kamis ini Nina sibuk bangun malam dan sahur bersama neneknya untuk shaum sunnah yang diamanati gurunya. Sepanjang pagi dan siang Nina belajar dan bermain di rumah dan pukul 16 sore berangkat ke sekolah untuk ifthor jama’i dan memulai acara mabitnya.
Alhamdulillah, sepenuh maklum kuhayati mendalam perasaan bapak/ibu guru di SDIT karena tiga hari ke depan UASBN akan diikuti oleh seluruh siswa SD se Indonesia, termasuk Nina dan 48 temannya.
Pak Dedi, Bu Indah, dan bapak/ibu guru yang telah berkorban banyak untuk mengantarkan Nina dan teman2nya menikmati belajar yang nyaman, menyenangkan sepanjang hampir 10 bulan terakhir ini, terima kasih yang setulus2nya dari kami Ummi dan Abi Afina, semoga Bapak/Ibu Guru beroleh kebaikan hidup senantiasa dari Allah Yang Maha Pandai membalas segala penat dan gelisah yang dirasakan, semoga digantikanNya dengan hati yang lega dan jiwa yang muthmainnah, amin, jazakumullah khrn ktsrn …
& Komentar |
Ananda |
Permalink
Ditulis oleh Nurhasnah
26 April 2009
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
untuk Abi Afnin …
Leave a Comment » |
Ananda |
Permalink
Ditulis oleh Nurhasnah
14 Maret 2009
Sejak azan Maghrib berkumandang, ku pastikan pekan ini telah kulalui dengan banyak makna, alhamdulillah, maka tidak ada hal baru bagiku selain kembali merasakan nikmat yang terdalam yang dilimpahkan Allah untukku di rumah surgaku bersama bujang dan gadis kecilku (Abi, semoga Abi juga merasakannya (?) di Bengkulu sana, jauuuh nian, Bi).
Karenanya benar sekali bahwa tiada satu nikmatpun yang patut ku dustakan, Maha Benar Sang Raja Semesta menyampaikan sapa santunNya untuk kita.
Bapak/Ibu sahabat yang baik, izinkan kukabarkan berita nikmat seperti ini.
1 Komentar |
Ananda |
Permalink
Ditulis oleh Nurhasnah
9 Februari 2009
Suatu sore, Kakak Afif sedang bermain dengan gitarnya lalu tiba-tiba dia memainkan melodi Nuansa Bening ini. Aku terperanjat; “Kak, tahu gak ini lagu ummi ketika SMP dulu, duluuuu sekali” . Bujangku tertawa dan bilang:”ayo , Mi, kita nyanyi bareng, aku main gitar, ummi nyanyi … “. Waduh … senangnya …
Bapak/Ibu yang baik, sore itu aku merasa dunia kita ini memang terus berlari, Afif-ku rasanya baru kemarin kuajari bernyanyi-nyanyi kecil, bersenandung nasyid yang menggembirakan (Afif kecil sering sekali kuajak ke konser nasyid yang saat itu banyak sekali diadakan), kejadian bermain gitar sore itu membuatku menarik nafas aahhhh …, Afif sekarang sudah pandai bergitar bahkan mengajakku bernyanyi padahal … belum habis ingatanku tentangnya yang baru mulai kuajari bernyanyi, bersenandung, dan kini … subhanallah .. aku merasa suka cita, Afif memetikkan gitarnya untukku dan aku sesaat kembali ke masa lalu ke masa remaja yang masih sangat muda sebaya dengan dirinya saat ini, rasanya aku masih mengingat betapa banyak jejak yang kutinggalkan di masa lalu itu, semoga segalanya bernuansa kebaikan semata, amin.
Nuansa Bening – Keenan Nasution
Oh tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku biasa saja
waktu perkenalan terjalin sudah
ada yang menarik pancaran diri
terus mengganggu
Mendengar cerita sehari-hari
yang wajar tapi tetap mengasyikkan
Oh tiada kejutan pesona diri
Pertama kujabat jemari tanganmu biasa saja
masa perkenalan lewatlah sudah
ada yang menarik bayang-bayangmu
tak mau pergi
Dirimu nuansa-nuansa ilham
hamparan laut tiada bertepi
kini terasa sungguh semakin engkau jauh
semakin terasa dekat
akan tumbuh kembangkan
kasih yang kau tanam
di dalam hatiku
menatap nuansa-nuansa bening
jelasnya doa bercita
Dalam kenanganku:
Bapak Ibu guru di SMPN 37 Dapur Susu Jakarta Selatan:
Bapak Budiary (English), Bu Susanti dan Bu Yayuk (Matematika),Pak Didi (Geografi), Pak Warno dan Bu Sri (Olah Raga), Pak Darmo Sungkono (Bhs. Indonesia), Bu Ning Rustini (Kesenian), Pak Giyanto (PMP), Pak Sugiman (Fisika), dan yang telah berpulang menghadapNya Bapak Mujiono
Bapak Ibu guru di SMAN 34 Pondok Labu Jakarta Selatan:
Pak Hardi (PMP), Pak Santosa (BIN), Pak Hambar (OR), Pak Setiadi (BIN), Bu Endang dan Bu Any Panji (Kimia), Pak Eddy Hidayat (Fisika), Pak Ngemal Sitepu (Matematika), Pak Yusuf (Bhs. Inggris), Pak Jihad Noor (Biologi)
[sebagian bapak ibu guruku di 34 ini pun sudah menghadapNya]
Semoga Allah senantiasa menjaga Bapak Ibu guru semua dalam kebaikan dan kemudahan hidup, semoga kelak dikumpulkanNya kita dalam keabadian Sempurna menggapai jannahNya.
Dengan do’a: NURHASNAH 090209
Pak Kus, terima kasih sudah mengajariku cara menulis untuk memposting cerita, syukran.
& Komentar |
Ananda | Ditandai: Aaafif, Nuansa Bening |
Permalink
Ditulis oleh Nurhasnah