Ba’da Isya, aku mendapat email dari adikku dan beberapa rekannya berisi info seputar sinetron Hareem yang saat ini sedang tayang di salah satu TV swasta. Ini adalah fakta dan ku pikir info seperti ini wajib kusampaikan pada sahabat2ku semua untuk dapat memahami secara lebih bijak fenomena di sekitar kita, yang tidak jarang mendiskreditkan hukum2 Islam yang mulia, yang disampaikan melalui kekasihNya yang mulia, dari tempat Arasy di atas sana yang mulia, selamat menyimak, semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam mencerna kebenaran. Amin.
Azwir Azis azwir2000@yahoo. com
Dear rekan semua, assalamu’alaikum,
Memang saya jarang menonton sinetron, karena selama ini sering menganggap bahwa sinetron hanya menghabiskan waktu saja. Namun sudah beberapa hari ini saya tergerak untuk menonton dan mengamati sebuah sinetron yang ditayangkan di sebuah TV swasta, dengan Judul Hareem. Mengambil istilah sebagai sebuah tempat raja menyimpan selir-selirnya pada jaman dahulu.
Yang menjadi concern saya adalah, dalam sinetron tersebut kental sekali unsur Islaminya. Apa yang salah dengan itu semua?
Nampak sekali bahwa dibalik sinetron keagamaan seperti ini tersembunyi sebuah maksud untuk mendiskreditkan hukum Islam. Tidak percaya? silahkan lihat bagaimana sang Kanjeng (sang suami – yang diperankan Teddy Syah) disini menempatkan istri-istrinya dalam SATU RUMAH. Jelas-jelas ini tidak dibenarkan dalam kehidupan poligami Rasulullah.Kemudian sang Kanjeng sendiri pun bukanlah sebuah pribadi yang bijak, mudah terhasut oleh istri-istri nya yang lain yang menyimpan dendam kepada istri termuda tersebut. Sangat jauh dari figur seorang suami yang diperkenankan untuk berpoligami. Kemudian istri-istri yang lain yang notabene istri tua, sangat jahat dan kejam. Mereka benar-benar bukan istri-istri yang mengerti agama. Mereka jahat dan kejam. Merekalah yang menghasut sang Kanjeng yang (maaf) bodoh ini untuk bertindak menghukum istri muda tersebut, atas nama agama Islam, dengan segudang syariatnya.Yang terbaru adalah saat sang istri muda yang dituduh mencuri tersebut akan DIPOTONG TANGANNYA, karena dituduh mencuri oleh istri-istri yang lain. Benar-benar mengarah kepada pembangunan image hukum Islam yang dinilai BARBAR oleh para orientalis.
Yang menjadi salah satu perhatian saya juga adalah adanya Hotman Paris Hutapea sebagai salah satu pengacara pelindung acara ini. Sangat jarang sebuah sinetron memiliki seorang pengacara seperti sinetron ini. Apa maksud ini semua, sebagai tangkisan? entahlah, wallahu a’lam…
Berikut saya copy paste pendapat dari salah satu rekan kita di:
http://hendrinova. blogspot. com/2009/ 01/sinetron- hareem-propagand
a-pembenci. html
Tayang perdana saja, beberapa penyiksaan langsung disuguhkan pada pemirsa. Pertama saat Inayah berdandan bak seekor kucing, di sebuah pesta kehormatan. Inayah langsung dimasukkan ke dalam garasi mobil dan sesampai di rumah langsung dihukum tidur di luar, dalam dekapan lebatnya hujan, hanya berpakaian basahan untuk mandi.
Siksaan berikutnya diterima Inayah saat dia tidak mau membukakan pintu kamar. Tangannya langsung dihukum pukul, hingga terasa sangat sakit. Puncaknya ketika Inayah mengetahui orang tuanya sakit dan dia difasilitasi istri ketiga Kanjeng, untuk melarikan diri dari rumah. Hukuman yang diterima sangat menyakitkan, karena punggung Inayah jadi berlumuran darah bekas cambukan. Kanjeng sendiri tidak berlaku hasan (baik), dalam mendidik istri-istrinya. Padahal Islam mengajarkan, ada fase-fase tertentu untuk menjatuhkan hukum pukul.
Bagi yang bosan adegan penyiksaan, hingga tayangan ini sudah terasa memuakkan. Dalam benak langsung timbul pertanyaan, beginilah praktek poligami yang dibolehkan Islam tersebut?Secara tidak langsung, sinetron Hareem coba memperburuk citra Islam, terkait praktek poligami. Padahal, Rasulullah SAW sendiri, sangat pandai menjaga perasaan istri-istrinya, dengan memisahkan mereka dalam rumah yang berbeda. Apa yang dinamakan cemburu pasti ada, karena itu memang sudah suatu fitrah. Tapi karena istri-istri Rasulullah SAW mencintai Allah dengan jalan mencintai suami mereka, maka semuanya bisa diselesaikan dengan baik.
Satu hal yang harus diingat, orang-orang yang diizinkan berpoligami oleh Allah SWT, benar-benar manusia yang terpilih. Terpilih untu bisa masuk surga dengan cepat dan tentunya diazab di neraka, karena kasus ketidakadilan bagi yang menodai poligami.
Sangat disayangkan jika umat Islam diam saja, dan tidak bersuara sedikit pun atas masalah ini. Mohon rekan-rekan semua agar turut melihat masalah in secara mendalam, dan mencegah umat terjerumus kepada pemikiran yang salah tentang hukum Islam.
Wassalam.