Lahir dari sebuah hati …

1 Desember 2008

Suatu pagi aku menerima telepon seorang karib lama, setelah brbincang banyak ada satu yang menggelitik, tentang adopsi terhadap seorang anak. Sepenuhnya kita tahu bahwa anak adalah manifestasi keberadaan Allah di muka bumi ini. Anak adalah cerminan cinta yang diwujudkan dalam ahsani taqwim, maka sepatutnyalah kita senantiasa mengingat, kehadiran seorang anak adalah wujud Allah YM Kuasa. Baca entri selengkapnya »


Limpahan rezeki Allah itu …

24 Agustus 2015

Limpahan rezeki Allah itu tak berbatas untuk 17-ku …, untuk kami dan seluruh anak negeri yang dititipkan Allah bersama kami, alhamdulillah … Tertumpang tindih dalam benakku apa yang harus ku mulai terlebih dahulu.


Akhirnya…

24 Agustus 2015

Akhirnya… ku merindukanmu …


Menyambut Hari Pertama Sekolah (HPS) dengan gembira – Sambutan Pak Menteri Anis Baswedan untuk 17 Sang Juara …

26 Juli 2015

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Pada Upacara Bendera Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran 2015/2016

Bismillahirahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Ysh Bapak/ibu pendidik, bapak/ibu tenaga kependidikan, dan seluruh peserta didik yang berbahagia,

Hari ini adalah hari istimewa bagi kita semua. Kita mengawali hari dengan berkumpul bersama di halaman ini. Kita bersama-sama melaksanakan upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan kita, menghormat bendera sembari berbaris rapi sebagai satu komunitas sekolah yang sama. Hari ini istimewa karena inilah hari pertama kita pada tahun ajaran 2015/2016 ini.

Pada hari pertama sekolah ini pula, upacara yang sama ini digelar di setiap sekolah di seluruh penjuru negeri kita tercinta ini. Pada hari ini kalian berdiri rapi bersama saudara-saudara sebayamu dari Sabang sampai Merauke melaksanakan upacara hari pertama memasuki tahun pelajaran baru. Semua berseragam rapi, menghormati bendera yang sama, sang dwi warna, menyanyikan lagu kebangsaan yang sama, Indonesia Raya.

Hari ini kita bukan sekadar berkumpul di lapangan. Panjang barisan kalian kalau bergandeng tangan sambung-menyambung akan menghubungkan Kota Sabang di Pulau We hingga Kota Merauke di Papua, yang panjangnya 8.514 km, hingga 4 kali. Berkumpulnya kalian di hari ini adalah juga mengirim pesan bahwa barisan besar ini adalah barisan anak bangsa yang sedang bergerak bersama mendorong kemajuan dan menyongsong masa depan gemilang untuk negeri ini.

Bagi para siswa semua yang saya cintai dan banggakan, di tahun pelajaran baru ini, perbaruilah semangat kalian. Belajarlah dengan kesungguhan, tuntaskanlah setiap pelajaran, terlibatlah dalam kegiatan-kegiatan di sekolah, berlatihlah untuk bisa memimpin dan dipimpin.

Kalian adalah pemilik masa depan Republik tercinta ini. Kalian tidak hanya sekedar pewaris, tapi di tangan kalianlah masa depan bangsa ini berada. Masa depan negeri ini ada di genggaman anda sekalian! Namun masa depan gemilang tak datang dengan sendirinya, tapi harus diraih melalui kerja keras dan perjuangan, dimulai dari bangku sekolah ini. Pesan saya adalah tinggikan mimpimu, cita-citamu, lalu kerja keraslah, berdoa dengan kesungguhan lalu targetkan pada dirimu bukan hanya berusaha untuk meraih cita-citamu, tapi kalian harus bisa melampaui cita-citamu itu.

Bagi Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan yang saya hormati dan banggakan, anak-anak didik yang hadir di sini adalah amanah dari orang tua dan bangsa. Mereka dipercayakan pada Ibu dan Bapak untuk mendidik, mencerdaskan, dan mencerahkan mereka.

Bagi sebagian Guru, hari ini adalah hari pertama bertugas di kelas baru, mata pelajaran baru, atau bertemu dengan siswa-siswa baru. Demikian juga bagi Kepala Sekolah, ini adalah hari pertama menyambut siswa-siswa yang masuk dari jenjang paling bawah. Jangan biarkan upacara setiap Senin ini menjadi sekadar kegiatan seremonial, tapi harus menjadi wahana bagi seluruh warga sekolah untuk berinteraksi secara reguler dan menjadi wahana bagi Kepala Sekolah untuk memberikan paparan dan arahan bagi seluruh warga sekolah secara rutin.

Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas pendidikan kita dengan menyadari bahwa bukan hanya para siswa, tetapi kita semua harus bisa dan harus tetap menjadi insan pembelajar. Mari kita tumbuh kembangkan anak didik kita bukan saja untuk meraih angka-angka tinggi di setiap mata pelajaran, tapi mari kita berikan pada mereka keteladanan dalam berbudi pekerti dan kita tumbuhkan karakter kepemimpinan mereka.

Mari kita kembangkan budaya sekolah yang bisa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama dan berkreativitas bagi semua anak didik kita. Mulai hari ini, mari kita kuatkan jalinan silaturahmi sekolah dengan keluarga melalui interaksi yang baik dan rutin antara Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Orang Tua/Wali. Mari kita kembangkan semua itu melalui kegiatan intra-kurikular, ekstra-kurikuler maupun kegiatan non-kurikuler. Republik ini membutuhkan generasi baru yang bisa menjawab dan memenangkan tantangan di zamannya nanti.

Karena itu pulalah, hari ini adalah saat yang tepat untuk memulai babak baru bagi kita semua. Ini saat bagi kita untuk membentuk sekolah menjadi taman, menjadi ekosistem pendidikan yang penuh tantangan tapi menyenangkan bagi semua warganya. Siswa senang belajar di sekolah, guru-guru tulus dan gembira dalam mendidik serta menginspirasi, Kepala Sekolah yang bersemangat membangun budaya baik di sekolahnya serta membina seluruh warganya.

Ini juga kesempatan bagi kita untuk memulai pembiasaan dalam ekosistem sekolah ini. Saat tepat kita menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi karakter dan budaya warga sekola. Mari biasakan lakukan hal baik, mari kerjakan dengan rutin, karena apa yang kita biasakan akan membentuk budi pekerti kita.

Perlu diingat bahwa budi pekerti ini bukan hanya tentang siswa, tapi juga budi pekerti dari kita semua di dunia pendidikan, termasuk budi pekerti dari seluruh warga sekolah, dari Siswa, Guru, Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan lainnya.

Dalam usaha penumbuhan budi pekerti ini, mari kita libatkan orangtua secara dekat, karena Orangtua dan Guru adalah mitra yang perlu bergandengan tangan saat menuntun tumbuh kembang siswa. Jangan lupakan pula pelibatan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah. Jangan jadikan sekolah sebagai ruang tertutup, namun bukalah satu dindingnya kepada luasnya kenyataan yang ada di masyarakat. Ajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut berbagi kepada siswa di sekolah dan ajak siswa terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat di sekitar sekolah.

Mari kita niatkan ikhtiar ini sebagai langkah awal untuk menumbuhkan siswa kita menjadi anak-anak pembelajar. Langkah pertama di tahun pelajaran ini bagi Kepala Sekolah dan Guru adalah untuk menjadi teladan sepanjang tahun. Bila kita terus bekerja dengan semangat yang sama di sepanjang tahun dan diikuti pada tahun-tahun berikutnya, maka kita semua sedang bergerak cepat membentuk bangsa yang kokoh.

Para siswa yang sedang berdiri di lapangan ini adalah putera-puteri bangsa yang akan memimpin Indonesia saat kita merayakan 100 tahun Indonesia Merdeka. Izinkan anak-anak kita tumbuh semua potensinya, menjadi yang terbaik dari dirinya, dan kelak mereka bisa bersama-sama menjadi generasi baru, pembuat Indonesia jadi negeri maju, sejahtera yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Selamat berjuang sepanjang satu tahun ke depan!

Salam hangat dan hormat dari seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;

Anies Baswedan

 

 

Gemuruh aplaus semangat warga 17 menggetarkan langit Dhuha,

mengguncang arasy Pencipta yang Cendekia, menyambut kebahagiaan

belajar bersama di sekolah Sang Juara, barakallahu fiikum,

sejahteralah seluruh anak bangsa Indonesia …

SMKN 17 Jakarta …. Bersama kita bisa !!! aamiin …

Copas edit share by NHS 260715 with happiness.


Rindu ibu …

2 Juli 2015

Ternyata tidak lama Allah memberiku kenikmatan bersama Ibu

Belum sampai ku tahu hatinya berbunga karena tahu betapa ku cintai dirinya

Allah memberiku pelajaran cinta yang tak terbatas

kasihNya jauh melampaui kasihku

dekap sayangNya pada Ibu jauh melampaui baktiku padanya

Allah … bunga terindah milikMu telah Kau pilih

Kau tinggalkan tamanMu untuk kami dengan satu bunga lagi …

Rabbi … bila tidak ada lagi matahari

Bila tidak kuat lagi sayapku berdiri

Aku dengan siapa kini menyiangi bunga yang rapuh diri???

Sayapku patah … aku sendiri …

17 – 020715 – Jelang Dzuhur

Ana sayang Bapak …

Ana rindu Ibu …


Ifthor Jama’i 1436 H di 17 kami …

25 Juni 2015

Ifthor jama’i bersama teman2 yang sayang sama 17, bersama ratusan siswa shaleh shalihat, bersama ribuan malaikat yang mencatat doa pengharapan kami, semoga besok di Jumat yang barokah 17 kami berbahagia dengan kenaikan kelas anak2 semua … Sahabat yang baik, selamat menanti Isya, sambil update status sejenak he he he … Rumah matahari kami, 250615 – 18,52


Rembulan penyejuk mataku …

10 Juni 2015

24 jam yang lalu, bersama ribuan teman remajanya, gadisku mengurai nasib dan ketetapan Allah di SMAN 35 JakPus. Selaksa pengharapan tumpah ruah di sepanjang jarak yang kami lalui bersama, di seputar udara siang yang panas, di padang macet Jakarta yang tidak bersahabat. Jelang petang ku rengkuh penatnya dalam deraan rasa lapar di penghujung Ashr yang akhirnya basah oleh gerimis yang malas turun. Di Imam Bonjol kami duduk mengeja satu2 rencana masa depannya yang penuh gelora. Afina gadisku yang bersemangat, yang dalam setiap bicaranya, ku tangkap kepasrahan pada Rabbnya, aku mengherani diriku saat menatapnya berkata; aku tahu, Ummi, Allah pasti berkehendak baik untukku. Aku tidak lagi hanya berharap UI kampusku, aku mau mencari sekolah yang lain Sabtu besok. Ku ‘iyakan’ harapnya semoga itu serupa rahmat Allah dalam bentuk yang berbeda. Gadisku tidak berlebihan berharap, tapi ia menginginkan Tuhannya memberinya kebaikan, dan jauh dalam tentangan matanya yang berbinar, ku tangkap sejuta harap yang dilemparkannya untukku:”Ummi … aku mau di Psikologi ya … aku pengen masuk UI …” ah … Afinaku cintaku … semoga Allah memberikan satu kursi untukmu di kampus yang dirindu sejuta pemuda sebayamu se antero nusantara kita, semoga satu bangku kuliah itu mengantarmu menjadi manusia yang berguna, bermanfaat di setiap tempat sujudmu, sepanjang sajadahmu sampai ke jannah Allah nanti, aamiin …

Gadisku yang baik, jelanglah masa indah belajar di kampus yang diberikan Allah untukmu, di manapun … asal Allah kau genggam jemariNya, pasti hanya kebaikan yang dibentangkanNya untukmu … trust it, my delight Afina Qurrata Aini …

Bu Uut (masih terbayang kebaikan ibu menuntun Nina belajar membaca) dan teman2 ibu di TK Miftahul Ulum, Pak Hendra dan guru2 di SDIT MU, bapak/ibu guru (yang mengajari NInaku menjadi berani berjalan di tambang yang tinggi) di Sekolah Alam Indonesia, bu Darma dan guru2 (yang akrab dengan Nina di setiap jelang setengah delapan) di Avicenna, Nina melengkapi menyaksikan hamparan pahala yang Allah limpahkan untuk para guru mataharinya yang tidak pernah letih bersinar sejak Nina mengenalmu lebih dari dua belas tahun yang lalu … barakallahulakum, jazakumullah khairan katsiran …

Umminya Nina korupsi waktu di 17 menulis surat cinta mengenang gadisnya yang shalihat, maafkan aku, Mr. Ahok, tidak lama koq tidak lebih dari lima belas menit setara waktu makan siangku setelah tadi menerima tim Bareskrim yang meninjau kembali UPSnya Mr. AU di sini, di Slipiku yang panas … 090615 – 14.52 alhamdulillah …


Mengenang Mamak kami sudah delapan tahun berlalu …

7 Juni 2015

Sudah delapan tahun berlalu, sejak terakhir ku ingat kembali, kesedihanku atas perginya Mamak menghadap Ilahi, innalillahi wa inna ilaihi rajiuun … besok Sabtu, kami akan berkumpul mengenang jutaan kasih sayangnya yang mengalir di tubuh kami hingga hari ini, kami semua cucunya yang dari ibu 6 orang tidak akan pernah melupakan sosok hebat seperti Mamakku ini, subhanallah … semoga Allah mengampuni Mamak, menyayanginya di alam barzah sekarang, menjaganya, menempatkan Mamak di tempat yang mulia di sisiNya, aamiin …

Ibuku tercinta dengan kesedihan yang dalam mengazamkan diri dan kami semua agar kepergian Mamak yang bertepatan dengan sepekan jelang Ramadhan waktu itu, akan kami kenang dengan mengadakan Tarhib Ramadhan, bersilaturahim dengan sahabat2 ibu di Pengajiannya Ibu Sofyan Aziz di Gandul kami yang penuh kenangan. Semoga hal ini menjadi jalan kebaikan bagi kami semua, penerus hidup Mamak yang terus berjuang di dunia fana ini, aamiin …

Allahumaghfirlaha warhamha wa afiha wa’fuanha, wa akrim nuzulaha, wa wa’syid madkhalaha, waghsilha bil maai was salji wal baradi … Allah, sayangilah Mamakku dengan cintaMu yang tak berbatas, ampunilah dosa2nya, jadikanlah Mamakku menjadi makhlukMu yang beruntung memasuki jannahMu, aamiin …

Untuk mengingat Mamak, ini undangan Ibu untuk sahabat2nya:

 

 UNDANGAN

    Sabtu, 13 Juni 2015

Yth. Ibu   ……………………………..

Blok     …      No.     ….

di

Gandul

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1436H dan mengenang delapan tahun wafatnya Mamak/Nenek kami yang tercinta, maka dengan ini kami mengundang Ibu berkenan hadir untuk bersilaturahim pada:

Hari, tanggal   : Sabtu, 13 Juni 2015

Pukul                : 10.00 – selesai

Tempat            : Komp. BPK  V  No. G – 2

Atas kehadiran Ibu tepat pada waktunya, kami mengucapkan terima kasih, jazakumullah khairan katsiran, wassalamu‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Gandul,      Juni 2015

Hormat kami;

Keluarga Besar H. M. Hassan Thondo                                                                                                                                                                                      

Note:

     Ibu2 di BPK V Gandul, datang semua ya di rumah Ibuku G – 2 …                                                            070615-17.36


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.