Lahir dari sebuah hati …

1 Desember 2008

Suatu pagi aku menerima telepon seorang karib lama, setelah brbincang banyak ada satu yang menggelitik, tentang adopsi terhadap seorang anak. Sepenuhnya kita tahu bahwa anak adalah manifestasi keberadaan Allah di muka bumi ini. Anak adalah cerminan cinta yang diwujudkan dalam ahsani taqwim, maka sepatutnyalah kita senantiasa mengingat, kehadiran seorang anak adalah wujud Allah YM Kuasa. Baca entri selengkapnya »


Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2015

20 Mei 2015

Hari ini, Rabu, 200515 tiba di sekolah pk. 05.49, sepuluh menit lebih lambat dari biasanya, tak apa, namun aku dikagetkan teman yang nampak berseragam Korpri biru, masyaAllah … lupa kalau hari ini adalah Harkitnas. Dengan pembenaran, bertemu teman di Tata Usaha, aku bilang di grup tidak ramai memberitakan Harkitnas ini, apatah lagi berseragam kebangsaan kita.

Buru-buru ku buka web kami di Disdik Jakarta dan di smkdki.net, tidak ada berita mengenai Harkitnas ini, berarti seragam Pramuka Rabu ini, oke.  Main-main di web-nya Nurhasnah, ku temukan cerita dua tahun lalu di 28, ku kutip ulang di sini ya, sebagai pelipur kecewaku karena alpa, semoga di hari2 berikutnya, Allah memberi kita pertolongan dengan peka terhadap hari2 istimewa Indonesia tercinta. Ini cerita itu setelah ku copy-paste-edit untuk 17-ku hari ini:

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua.
Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha dan seluruh siswa SMKN 17 Jakarta yang berbahagia,

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Rabb Yang Maha Kuasa, karena atas perkenan dan ridlaNya, seluruh bangsa Indonesia, seluruh warga SMKN 17 Jakarta pagi ini masih diberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-107 tahun 2015.

Mengapa penting memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini? Karena Harkitnas adalah bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia yang terjadi bertahun-tahun yang lampau, maka dengan memperingatinya hari ini, kita belajar memahami sejarah, sehingga kita dapat menanamkan etos perjuangan generasi pendahulu kita bagi generasi berikutnya, bagi anak2 semua termasuk para siswa SMKN 17 Jakarta. Etos perjuangan yang menjadi semangat kita untuk saat ini adalah perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara maju, modern, adil, dan sejahtera. Inilah cita-cita bersama yang mesti kita wujudkan.

Melalui peringatan Harkitnas kali ini kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers kita, untuk diambil sebagai teladan bagi kita generasi muda Indonesia. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem-problem pelik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan.

Lihatlah bagaimana mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Nilai–nilai Harkitnas tersebut masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan. Para pemuda hebat dan heroik, para mahasiswa cerdas cendekia saat itu berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan mereka terumuskan dalam ikrar: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebuah gagasan agung yang begitu brilian dan kita mengenang dan memperingatinya saat ini

Bapak/Ibu dan anak2 tercinta,
Perjuangan bangsa Indonesia belum lagi berakhir. Perjuangan ini adalah abadi, untuk menuju Indonesia maju dan modern, berkeadilan, sejahtera, berdemokrasi, serta bermartabat. Tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa tantangan di era globalisasi, yang akan menguji ketahanan daya saing dan keunggulan bangsa ini di tengah-tengah ajang kompetisi antar bangsa. Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar dan lebur menjadi satu kesatuan.

Momentum Harkitnas ini harus mampu melecut kembali, memunculkan nilai kebersamaan sebagai bangsa yang siap menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air Indonesia. Generasi muda harus menjadi pejuang dan petarung yang tangguh bagi kejayaan bangsa, karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah.
Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa perjuangan keras. Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa pengorbanan. Allah kita dalam firmanNya yang sempurna memaktubkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kecuali mereka berusaha merubah diri mereka sendiri.

Bapak/Ibu dan para siswa yang hebat,
Banyak para pejuang bangsa hari ini, yang InsyaAllah tetap setia berkarya di barisan para pembangun negeri ini. Lihatlah para anggota TNI/POLRI yang menjalankan tugas di daerah perbatasan untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia. Kita semua para guru, bidan, maupun dokter yang berbakti sampai ke daerah-daerah terpencil Nusantara, para PNS yang bekerja di semua bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Para pekerja swasta, para relawan yang telah berjuang dengan tulus dan ikhlas, membangun bangsa ini dalam kebersamaan dan persatuan.
Tentu kita semua berharap, agar setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih.
Semoga dengan nilai-nilai Harkitnas mampu dirakit menjadi satu kesatuan yang kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur, insyaAllah.

Demikian yang dapat Ibu tuliskan pada hari ini, terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan para siswa semuanya. Ibu akhiri dengan permohonan maaf bila ada hal yang kurang tepat, was salamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Copy – paste – edit – share dari Sambutan Menteri KOMUNIKASI dan INFORMATIKA RI


Besok, Jumat, 150515, pengumuman kelulusan kelas XII

14 Mei 2015

Kurang dari 12 jam dari saat ini, gadis shalihatku Afina Qurrata Aini dn teman2nya di Avicenna, 169 anak2ku di 17 JB2, dn ribuan anak2 negeri di semesta raya Indonesia, besok di hari Jumat yg barokah, akan mendapati takdirNya sbg manusia muda yg beruntung, yg ditinggikn derajatnya oleh Allah YM Cendekia krn mereka mengimani Rabbnya YM Halim, karena mereka rajin belajar di dunia SMA/SMK-nya, karena mereka senang menambah ilmu pengetahuan … Bersama bpkibu guru yg mulia, para guru matahari, mereka mmbuka dunia Sang Juara… Semoga besok kalian lulus berhasil untuk menggapai masa depan yg gemilang dalam limpahan doa kebaikan unt anak2 bu Ana di SMKN 30, 38, 28, 62, 41, dn 17 sekolahku saat ini, be a wonderful guys at the future… My prayer with u forever n best regards; Bu Ana – 140515 – 23.16 di rumah cinta.


Komunitas ODOJ 629 berduka …

9 Mei 2015

Malam Jumat yang barokah, jelang khatam di 629, kami dikejutkan dengan berita, suami Bu Titta sahabat kami dengan pesawatnya jatuh terbakar di Pondok Cabe, innalillah … malam itu juga Desi mengunjungi bu Titta dan keluarga di RSPAD Gatsu, sampai pk. 23 semuanya masih bersedih karena yang tercinta bapak Sugeng sang ayah terkapar tak berdaya dengan luka bakar sekujur tubuh, masyaAllah … dari sejumlah sahabat bu Titta, kami di 629 merasakan kesedihan yang sama, kespdihan yang mendalam, doa2 dipanjatkan, memohon kekuatan, memohon lengan kuatNya menopang kegundahan kami.
Siang jelang sholat Jumat, aku mengunjungi bu Titta dan dalam perbincangan yang diliputi kepedihan, bu Titta berharap doa yang banyak … aku bilang, bu Titta harus kuat dan sabar, hanya orang2 istimewa yang diberi ujian istimewa oleh Allah YM Berkehendak, YM Kuasa dengan qudrahNya … Pk. 12.40 ku tinggalkan bu Titta dengan harapan Sabtu pagi ini aku dapat mengunjunginya dan menemaninya lebih lama, namun Allah lebih tepat dengan ketetapannya. Masih di 17 saat aku membaca WA dr 629 bahwa lebih kurang pada pk. 14, Pak Sugeng telah berpulang, innalillahi wa inna ilaihi rajiuun … terhenyak tanpa kata, ku bayangkan sahabatku yang amat tabah, menerima takdir Allah tanpa pernah menduga apa2, dengan segenap kepasrahan yang tulus … sayap Nasywa patah satu, bisa ku bayangkan kesedihan yang dialami gadis kecilnya pak Sugeng, bersama kedua abangnya …
Jumat sore itu almarhum dimakamkan di dekat rumah cintanya, tergugu ku bayangkan betapa pedihnya perpisahan.
Sabtu ini, kami berencana mengunjungi rumah duka, sudah tidak ada ayah yang baik hati, yang sholeh, menjadi sulit terbang bagi Alvin dan adik2 dengan hanya satu sayap, namun anak2 akan dikuatkan Allah dalam rengkuhan cinta sang ibu, semua akan tegar dalam kepasrahan hanya pada YM Khaliq, YM menghidupkan, YM Mematikan.
Bu Titta, hanya doa untukmu dan anak2, semoga kuat, sabar, dan tabah itu menjadi milik bu Titta mendampingi anak2 titipanNya merengkuh dunia menuju surga. 629 berduka, peluk sayang untuk bu Titta, jabat erat untuk sahabat surgaku … ana uhibbukum lillah … mengenang kematian yang menjadi jalan yang lebih cepat bagi almarhum menemui kekasihnya, allahumaghfirlaha war hamha wa ‘afiha wa’fuanha … Gandul, 090515


Alhamdulillah Bapak sembuh kembali … aha aha …

26 April 2015

Lebih delapan bulan berlalu, sejak pertama kali bapak divonis dokter mengidap kanker usus besar yang harus segera dioperasi. Karena dokter bapak ada di MMC, maka sepakat bapak dioperasi di sana. Lebih dari satu bulan sejak mendapati bapak sangat lemah, namun dengan mempersatukan hati, kami mencoba meraih kasih sayang Allah. Bapak terlihat amat nestapa, dengan kantong kotoran yang harus dibawa kemana-mana, bapak menjalani hidup dengan perasaan nelangsa. Aku memahami derita bapak, kesabaran ibu yang luar biasa, kesedihan kami kakak beradik, inilah ketetapan Allah kami semua, innalillahi wa inna ilaihi rajiun, semua berpulang kepadaNya.

Beberapa pekan di rumah, bapak membiasakan diri dengan kantongnya. Namun takdir Allah tak dapat kami elakkan. Tiba-tiba saja bapak merasa penglihatannya berkurang pada Kamis malam, yang saat itu aku mengingatnya dalam pekat. Lalu Sabtu pagi kami mengajak bapak ke dokter mata di Fatmawati dan hasilnya masyaAllah … Dokter menyatakan bahwa mata bapak bila diibaratkan rumah, maka jendelanya sudah rapuh, rumahnya sudah rapuh, keduanya menggambarkan penderitaaan lanjutan yang akan bapak jalani, astaghfirullahal ‘adziim … kami bersedih … Sabtu itu bersama bapak, aku masih merasakan betapa bapak ingin sekali segera sembuh, namun malamnya, bapak merasakan penglihatan mata kirinya benar2 tiada. Cahaya hilang dan bapakpun merasa takdir berikutnya mesti dijalani. Kami terkejut dan merasakan betapa kasih sayang Allah sangat beraneka, dengan cara yang tiada terkira, kali ini bapak tidak bisa melihat dengan sempurna, kami pasrah.

Berbilang pekan, hari di rumah cinta tidak menjadikan bapak lebih sehat, akhirnya Fatmawati menjadi tempat yang kami pilih untuk proses penyembuhan bapak. Karena kankernya yang belum sembuh, maka bapak harus menjalani kemoterapi setiap bulan. Tiga kali menjalani kemo, bapak mengeluh tak tahan. Mual, badan tak enak, rambut rontok perlahan, nafas sesak, dan beberapa ketidaknyamanan yang akhirnya berujung pada kesimpulan, bapak tidak mau lagi menjalani kemonya, kami mengikuti kemauan bapak ini, karena pada akhirnya juga bapak harus masuk rumah sakit untuk persiapan operasi mata.

Bolak balik ke RS, bapak lemah nyaris tak berdaya, ibu terlihat letih namun berusaha kuat dengan kasih sayangnya yang tak berbatas. Setiap masuk RS, ibu jarang pulang ke rumah, bergantian kami menemani ibu setiap hari sepanjang malam. Bapak tidak dapat diajak berdiskusi apapun, bapak demikian tidak berdaya, tidak mau makan, akhirnya bapak disonde, mengalirkan makanan yang diblender melalui selang di hidung, bapak kesakitan, kedua lengan bapak sudah penuh dibolongi jarum suntik untuk dua tiga infus yang berganti setiap dua tiga hari, kaki bapak lemah sulit digerakkan, nafas bapak satu2 melalui selang oksigen, kasihan bapak … Belakangan kami tahu ternyata bapak lebih sering kehilangan daya ingatnya saat dirawat di RS menanti kekuatannya untuk dioperasi mata. Kami bersedih sambil terus mengupayakan bapak dapat dioperasi, dengan hasil yang sama2 telah kami ketahui, bapak akan kehilangan matanya dan diganti dengan bola mata palsu, sampai suatu hari tiba, dokter menyatakan bapak sudah dapat dioperasi …

Menanti bapak dioperasi adalah sebuah doa yang panjang. Tiba2 lampu ruang operasi merah dan dokter keluar meminta salah satu dari kami untuk menemuinya, maka Ira yang dokter yang paling pemberani masuk ke ruang OP, di luar kakak beradik gelisah dalam penantian. Ira datang dalam senyum lega, bapak baik2 saja, namun ada kekurangan jaringan untuk mata, maka dokter meminta persetujuan pihak keluarga untuk menyayat sedikit daging bibir bagian dalam untuk ditempelkan ke mata. Kami takjub, subhanallah … ada kaitan jaringan mata dan bibir … bola mata bapak diambilkan dari daging di paha belakangnya … ho ho ho … luar biasa Allah Yang Maha Mencipta … luar biasa Allah menitiskan pengetahuanNya untuk para dokter yang mulia dan cendekia …

Setelah lima jam berlalu, bapak bisa masuk ruang kamar rawat, alhamdulillah, bapak terlihat lebih baik, dengan mata kiri yang dijahit rapat. Lebih dari dua pekan, bapak akhirnya boleh pulang. Kontrol telaten bersama KIki yang luar biasa. Perlahan bapak mulai lagi merambahi hadirnya di rumah kami, bapak menemukan cinta kami … Ibu bahagia luar biasa, kami berenam mensyukuri semuanya.

Di penghujung Maret, bapak dibuka matanya, dan alhamdulillah sehat, walaupun bola mata palsunya tidak sesuai harapan, dokter bilang mau dioperasi lagi, tapi bapak dengan tabah bilang tidak usah, begini aja gak pa pa. Kami bersyukur bapak kembali dalam kesabarannya yang luar biasa. Saat ini mengenang kembali masa2 sakit bapak, kami  pahami betapa sakit itu menjadikan bapak kurang sabar, bicara lebih keras, hilang kesadaran, malas makan, sholat jadi susah, berwudlu diganti tayamum … oh oh … hanya Allah YM memberikan kebaikan, kesehatan, perasaan ringan, perasaan ridlo …

Hari ini hampir sebulan bapak di rumah, kami mendapati bapak yang kembali seperti dulu, belum sempurna tapi sudah jauh lebih baik, lebih sehat, lebih semangat, bapak menemui anak cucunya di ruang depan, duduk2 di beranda menikmati matahari dhuha, makan dengan cara biasa, bersahabat dengan kantongnya, bapak kembali menjadi bapak Ana yang penuh perhatian, penuh cinta pada anak2nya, pada cucu2nya, pada kesehariannya, pada ibu tercintanya … alhamdulillah ‘ala ni’matillah …

Allah Maha Kaya, Maha Sempurna dengan qudrah iradahNya, Allah yang mengajari kami sabar tawakal, Allah yang menuntun kami ikhlas ridlo, Allah yang mempersatukan hati kami berenam, menjalinnya berdua belas, dan mengikatnya berdua puluh empat, Allah yang mengajarkan kami senantiasa berkasih sayang, alhamdulillahi rabbil ‘alamiin …

Fa biayyi ‘alaa irabbikumaa tukadziban??? for us Hassan Thondo’s family ‘nothing …’, sudah ku buktikan di sepanjang ayat2Nya yang panjang di kehidupan keluarga kami; Ibu Bapak cintaku, Ana, Bambang, Afif, dan Nina; Ani, Budi, Naufal, Andini, dan Aco; Ina, Barizi, Rayhan, Rafi, dan Ryfqi; Ipi, Riri, dan Shafira; Ira, Uus, dan Ridla; Kiki, Nevi, Namira, dan Fahri – betapa Allah tak pernah putus memberi apa yang memang kami harapkan, tak putus Allah mengirimkan apa yang kami rindukan …

Terima kasih yang setulus2nya untuk para dokter dan perawat di MMC, di RSF, untuk pak Yaman yang sering menolong kami di UGD, Uli Jairus perawat yang baik, teman2, keluarga, tetangga, yang banyaaaakkkkk rajin menjenguk mendoakan bapak, jazakumullah khairan katsiran, semoga teretas jalan ke jannah Allah dengan silaturahim yang mengikat hati kita semua … alhamdulillahi rabbail ‘alamiin …

                                          di rumah cinta, Ahad, 260415 – 23.38 – love for Aninapiraki … Ana uhibbukum lillaah …


UN 2015

12 April 2015

Besok, 13 s.d. 160415 UN SMK/SMA digelar unt siswa kls XII di seantero republik Indonesia raya, dn aku mengawalnya di 17, rumahku yg ke-7, alhmdulillah… Segalanya hny bernuansa pujian dn harapan kpdNya Dzat YM Cendekia yg kerahimannya bertebaran di seluruh semesta. 17 mengidamkannya agar tahun ini mnjd tahun yg barokah dg keberhasilan anak2ku semua, aamiin… Semoga semuanya beroleh nilai yg terbaik yg dipersembahankan kpd dua sayap mereka unt terbang bersm menggapai mimp yg mewujud satu demi satu, aamiin..
Bersama 169 siswa 17, gadisku jg meretas jalan mimpinya melalui CBT di Avicenna, ada ribuan siswa brpengharapan sama smg UN ini mmberi keberkahan unt semua.
Selamat ujian, Shalihatku… Selamat ujian, anak2ku, barakallhu fiikum, tetaplah berpegang teguh di jemariNya yg kuat, bersandarlah hanya pd bahuNya yg kukuh, bersinarlah dg segenap cintaNya… UN adalah sebuah keniscayaan untukmu… La tahzan, innallaha ma’anaa…
Jelang tengah malam…


UKK 41 dan BDR kelas X

16 Februari 2015

Senin 160215 pekan ini s.d. Selasa pekan depan 240215, siswa kelas XII 41 mengikuti UKK bersama Penguji dari DU/DI. Sejak pagi aura sekolah menguap menjadi kantor tempat bekerja mereka, semoga suasana ini membawa keberuntungan unt pengalaman UKK sehingga mereka dapat menjadikan UKK ini sebagai jalan menuju keberhasilan bekerja pada saatnya kelak, insyaAllah …

Sementara itu karena ruang yang terbatas, maka seluruh siswa kelas X belajar di rumah, alhamdulillah kelas XI MM-ku masih mendapat ruang untuk belajar, sehingga Kamis Jumat ini aku masih dapat menjumpai mereka menuntaskan materi yang diprogramkan sebelum mereka ke Prakerin di awal Maret s.d. akhir April nanti, insyaAllah …

Kelas X-ku semuanya BDR, lenyaplah 4 jam pertemuanku dengan mereka, aku terlewat membaca jadwal yang berubah ini, aku lupa mempersiapkan tugas di rumah, sehingga ketika masuk di 240215 nanti, aku harus menggantinya dengan persiapan tugas yang lebih baik, mudah2an aku dapat melaksanakannya dengan sebaik2nya.

Pamungkas tulisanku hari ini, betapa banyak pelupanya manusia, betapa ringkihnya mengandalkan logika berpikir manusia, mhn pengampunan memang hendaklah menjadi teman menghabiskan malam, mengulurkan waktu siang. Rabbana … dzolamna anfusana wa illlam taghfirlana wa tarhamna lana kuunanna minal khosirin … sungguh hanya dengan tangan kasihMu, ku berharap dapat tegak berpegang pada lengan kokohMu, bersandar nyaman pada rengkuh bahu kuatMU … Rabbi … tolonglah kami …


Karaoke bareng …

11 Februari 2015

Rabu, 110214 selepas istirahat pertama, bbrp teman menghangatkn udara yang mendung sejak pagi. Matahari Dhuha enggan menampakkan diri, maka jadilah rumah kami semarak dengan nyanyian rindu berpuluh tahun lampau diiringi organ tunggal Mr. Thalib yang asyik. Hari ini sahabat kami Miss. Laily dan Mr. Tholibul bermilad, setengah break fast setengah lunch berbagi bersama sepiring Pecel Madiun yang nyummi, segelas es buah naga yang segar maka jadilah sebaris doapun meluncur ke langit Allah, semoga keberkahan hidup menyertai antuma Miss. Laily dan Mr. Thalib, barakallah …  Happy sing a song to Mr. Bari, Mr. Susilo, dan team back sound yang rame … alhamdulillah …


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.