Dispenser Kejujuran


Tiga hari sejak saya mengetahui telah diresmikannya kantin kejujuran yang ke seribu di SMAN Jakarta, saya tergerak untuk memiliki kantin kejujuran itu juga. Tidak terlalu memaksakan kehendak tapi ku hanya ingin menegakkan kejujuran di 38 khususnya para siswa. Namun dengan keterbatasan yang ada saat ini, maka aku berdiskusi dengan Bu Ninik selaku Guru BK, kukumpulkan para guru, dan kusosialisasikan bahwa 38 harus mulai mencoba mengambil ide kejujuran  yang hebat itu. Dan seperti yang kuduga gayungku bersambut, alhamdulillah.

Maka dengan dana pinjaman dari satu unit kegiatan kami membeli sebuah dispenser biasa hanya untuk air panas dan normal, karena kalau air yang dingin harganya belum terjangkau. Saya meminta ibu Hazlini untuk mengkoordinir dn membuat jadwal piket guru secara bergantian untuk mengawasi dispenser kejujuran itu.  Dan hasilnya? Beberapa hari pertama sukses, air habis ada uang terkumpul di kotak yang disediakan. Tapi satu hari Sabtu, air habis, uangnya tidak ada. Nah … kami sedikit kecewa lalu menganalisis beberapa kemungkinan dan akhirnya ditemukan penyebabnya, yakni kami kurang memperhatikan tempat diletakkannya dispenser itu. Hari itu juga kami membenahi dan alhamdulillah sampai hari Jumat kemarin, dispenser itu menunjukkan tingginya kejujuran anak-anak kami, insya Allah.

Mau tahu apa yang dilakukan siswa kami dengan dispenser itu? Mereka membeli teh celup, susu, atau bahkan kopi sachet dan menyeduhnya dalam gelas yang kami sediakan, hm … pagi-pagi aroma teh manis hangat, susu segar atau kopi harum memenuhi beranda kecil kami, diseruput pelan-pelan dengan nyaman oleh beberapa siswa yang berminat, yang kami katakan saat upacara segelas minuman hangat di pagi hari akan membuat kamu lebih bersemangat membuka hari untuk belajar. Maka nikmat TuhanMu yang mana lagikah yang kamu dustakan?

4 Balasan ke Dispenser Kejujuran

  1. kusdiyono mengatakan:

    Saya pernah melihat “Jaka” ikut ngambil, setelah anak pada pulang. Saat itu saya mau shalat ashar. Cuma apakah dia “bayar” atau tidak Ibu bisa cek ke “Jaka”

  2. ayu mengatakan:

    bu saya juga setuju dengan adanya dispenser kejujuran tapi sayang sekali ya bu masih banyak anak murid yang masih ngak jujur

  3. nurhasnah mengatakan:

    Terima kasih, Ayu, memang ini PR (atau PS) kita bersama. Para siswa berangkat dari berbagai latar belakang sehingga yang terjadi seperti yang Ayu lihat, tapi ke depan nanti, Ibu yakin para siswa akan mengerti manfaat dan nilai yang terkandung pada satu episode ‘dispenser kejujuran’ ini. Kita saling ingatkan yang terlupa membayar dengan baik, kita doakan yang mengambil dan belum punya uang untuk segera punya uang sehingga tidak sengaja tidak bayar, dan yang paling utama, Ayu, mari kita mohon pada Allah Yang Maha Menggerakkan semua hati kita untuk menolong kita menumbuhkan pribadi yang oke di mataNya. Setuju, ya!

  4. nurhasnah mengatakan:

    Untuk Pak Kus, saya berharap mari kita contohkan “siswa” yang ada di bawah bimbingan kita untuk saling membantu mengingatkan bila ada yang keliru, ada yang terlupa, ada yang alfa, bahkan mungkin bila ada yang belum mengerti, oke?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: