Tetralogi Laskar Pelangi – Andrea Hirata


Sesungguhnya setiap hari sepanjang usia saya yang semoga barokah, saya dikelilingi dengan beragam informasi yang satu di antaranya saya peroleh melalui buku. Saat ini beragam buku tersedia untuk kita nikmati. Beberapa waktu terakhir ini, saya baru selesai mengulang membaca tetralogi Laskar Pelangi (yang ke-4 belum diterbitkan, kapan ya?) dari Andrea Hirata. Buku ini benar-benar menginspirasi saya untuk berani bermimpi, dan nyatanya mimpi itu terus menerus saya up-date, sehingga setiap hari, sepanjang waktu saat mimpi mewujud nyata, saya lanjutkan mimpi berikutnya entah untuk berapa episode lagi ke muka … senangnya saya.

Oh ya berkaitan dengan virus mimpi ini yang awalnya ditularkan oleh Laskar Pelangi, saya mengajak para guru untuk nonton bareng film ini. Gayungku bersambut semangat maka ditetapkanlah hari untuk nonton bareng ini (setelah Ibu Elviyana mendata bolak balik), tentu saja sepulang sekolah, setelah pukul 15.15. Namun ternyata Allah belum menghendaki, tidak kurang dari 10 bioskop kami hubungi, semuanya menyatakan tidak ada jam tayang tepat pada jam yang kami inginkan.

Ya sudah, tapi rencana kan sudah ditetapkan … akhirnya setelah berdiskusi berulang, ditetapkan satu hari Jumat di salah satu bioskop 21, kami akan melaksanakan kegiatan ini, dengan catatan karena sebagian guru mengajar maka yang boleh pergi hanya yang sudah tidak ada jam, bergantian di hari yang lain. Tim manajemen dan saya berbagi, para guru juga staf TU berbagi, namun apa yang terjadi? karena kami sangat kompak, karena sebagian guru tidak bisa nonton, karena nanti pulangnya kesorean, akhirnya nonton bareng ini dibatalkan dengan permohonan maaf yang sangat dari saya untuk beberapa teman yang telah menyediakan diri untuk berpartisipasi mendukung program ini.

Yaah … mimpi yang tak mewujud, apa boleh buat, maksud hati apa, yang terjadi apa, akhirnya saya hanya dapat menghimbau semua guru 38 harus nonton film ini sendiri-sendiri (suatu saat saya berharap film ini diCDkan supaya guru bisa nonton bareng semua siswanya, semua orang tua nonton bareng anandanya), supaya apa? supaya kita tidak takut bermimpi, supaya kita senantiasa punya pengharapan. Dan last but not least  semua guru juga dihimbau sangat untuk membaca buku LP ini kalau mungkin lengkap dengan Sang Pemimpi (dan buku ini benar-benar menggetarkan, mengharubirukan nurani, betapa mulia memiliki ketinggian pengetahuan), juga Edensor (buku ini berbagi sejuta rasa) dan nanti bila Maryamah Karvov ( eh … benar gak tulisannya?) sudah terbit, ramai-ramai kita juga membaca MK ini.

Bapak/Ibu yang baik, kita harus berubah, kita harus keluar dari zona aman kita sebagai guru yang merasa telah lulus (dan itu kan cerita sekian belas tahun yang lalu), kita harus berani mengupdate ilmu pengetahuan kita, kita harus menyakinkan diri untuk terus mau belajar, karena di luar sana amat sangat banyak yang dapat kita pelajari kembali, yang dapat kita lakukan untuk sekolah kita, untuk mengajar anak-anak kita berlari mengejar mataharinya. Dan untuk mewujudkannya, mari kita awali dengan mimpi. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: