Lahir dari sebuah hati …


Suatu pagi aku menerima telepon seorang karib lama, setelah brbincang banyak ada satu yang menggelitik, tentang adopsi terhadap seorang anak. Sepenuhnya kita tahu bahwa anak adalah manifestasi keberadaan Allah di muka bumi ini. Anak adalah cerminan cinta yang diwujudkan dalam ahsani taqwim, maka sepatutnyalah kita senantiasa mengingat, kehadiran seorang anak adalah wujud Allah YM Kuasa.

Namun dalam kesempurnaan nikmatNya, Allah membagi kebahagiaan memiliki anak tidak merata kepada semua makhlukNya. Kepada yang diamanati dengan satu, dua, bahkan lebih, maka nikmat TuhanMu yang mana lagikah yang kamu dustakan? Namun kepada sahabat lain yang belum dikirimNya nikmat mengandung dan melahirkan seorang anakpun, Allah menetapkan janji sempurnaNya melalui beragam cara. Allah melimpahkan cinta kepada kita untuk dibagi kepada seluruh makhluk di semesta raya ini, termasuk di dalamnya adalah berbagi cinta kepada beberapa anak yang di’lepas’kanNya dari dekapan nyaman seorang ummu/ibu/bunda yang haqqul yakin memiliki cinta seluas samudera nun jauuuhh di kedalaman jiwanya.

Singkatnya karib saya di atas berbagi rasa, sebagai seorang anak yang di’lepas’Nya dari ibu yang mengandungnya untuk di’bagi’kan cinta dalam bentuk lainnya dari seorang bunda yang menerimanya dengan tulus. Karib saya berkata berbilang tahun yang diketahuinya adalah cinta sang bunda sepanjang hayatnya, tidak ada ibu lain dalam jiwanya. Namun Rasul Muhammad kekasih Allah telah mengajarkan berbagi cinta ini dalam komposisi yang benar bahwa seorang anak siapapun dia adalah seorang bin/binti dari seorang ayah yang tidak dapat digantikan sampai yaumul hisab nanti. Maka ketika sebuah keluarga memutuskan untuk berbagi cinta dengan anak-anak yang di’lepas’kan Allah dari genggaman ibu yang mengandungnya untuk diraih keluarga yang membaginya selaksa samudera kasih, saat itu Allah meniupkan rahmatNya yang tiada berbilang. Segala puji memang hanya milikNya, dan kita adalah bagian dari pemilikan itu. Ketundukan kita pada aturan main di jalanNya adalah gambaran murni kita adalah makhlukNya.

Karib saya yang saya sayangi karena Allah itu mengatakan bahwa “untunglah saya dibesarkan dalam sebuah keluarga yang penuh cinta. Bunda mengajarkanku untuk berdoa untuknya, juga untuk ayah dan kakak adikku lainnya. Namun, Ana, di sinilah letak masalah hatiku. Setelah berbilang waktu berlalu, aku mengetahui bahwa aku tidak dilahirkan bunda tapi aku dibesarkannya dalam kasih yang nyaris sempurna. Kecewa? mungkin awalnya ‘ya’ tapi seiring berlalunya waktu dan dengan menggenggam cinta bunda yang seluas samudera itu, aku merasa tidak perlu memiliki cinta ibu yang lain. Hidupku adalah cinta bunda yang mnggulungku dalam samudera indah yang menenteramkan, nafasku adalah nafas bunda yang ditiupkannya untukku sepanjang jalan yang dilaluinya. Dan Ana, tahukah kamu bahwa ternyata Muhammad lelaki pujaan itu mengajarkan kita untuk mengingat ibu yang melahirkan kita, dan kita wajib mendoakannya dalam kebahagiaan dunia dan akhiratnya kelak. Bundaku yang memiliki hati seluas samudera itu mengajarkanku dengan berkata bahwa benar, Nak, beliau adalah ibu yang melahirkanmu, bunda adalah bunda yang membesarkanmu, tidak ada yang salah dalam ketetapanNya ini. Tapi, Ana, berhubung aku dan ibu tidak terbiasa kusatukan dalam doaku setiap selesai sholat sehingga tidak sama seperti aku dan bunda yang secara otomatis kurangkai jdi satu yang sempurna, maka Ana, tolong pahami kekakuanku, kesulitanku bahwa aku seharusnya diingatkan sejak mula aku mungkin dilihat sudah dapat bertahan kuat untuk memahami ketentuan Allah yang membuatku memiliki lebih dari seorang ibu di dunia ini.

Bapak/ibu yang baik, karibku yang kuat itu menyampaikan satu hal padaku, bahwa tahukah kamu, Ana, bundaku secara arif selalu berkata padaku: ‘Nak, kamu memang tidak bunda lahirkan dari rahim bundamu ini, tapi kamu bunda lahirkan melalui hati bunda …’ subhanallah, wallahu akbar.

19 Balasan ke Lahir dari sebuah hati …

  1. OmpuNdaru mengatakan:

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sebuah pengalaman hidup yang menarik dan patut dicontoh oleh generasi sekarang. Tuhan memberikan kesempatan untuk hidup dan merasakan kasih sayang dengan jalan yang berbeda dengan kebanyak. Salut…

    Salam kenal ibu guru..
    Numpang mampir dan baca..
    Numpang ninggalin jejak disini..

    Wassalam,
    OmpuNdaru

  2. taufikyd mengatakan:

    ditunggu tulisan berikutnya ibu nur

  3. nurhasnah mengatakan:

    Alhamdulillah, terima kasih pak Taufik sudah meninggalkan jejak di rumahku ini, kapan2 mampir lagi ya, Pak. Salam; NURHASNAH

  4. obed 30 mengatakan:

    mw nangis bacanya, terharu banget nih. Curhat sama ummi memang tepat banget dh apalagi dirangkai dalam tulisan yang indah khas ummi. Sukses ya….

  5. nurhasnah mengatakan:

    Alhamdulilah, Obed, sempat baca tulisanku yg satu ini, aku hanya ingin berbagi betapa tidak ada yang pernah salah dalam ketetapanNya, sepakat? Salam; NURHASNAH

  6. ceritakan mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Posting anda sangat menyentuh hati.
    Miliki IDEABOX anda sekarang,
    Mari bergabung di :

    http://www.idebesar.com

    Salam,

  7. nurhasnah mengatakan:

    Alhamdulillah, sudah tinggalkn jejak di sini, lain waktu main lagi ya, salam; NURHASNAH

  8. Sriayu mengatakan:

    Assalamu’alaikum…

    Artikel bagus Bu… Sala kenal…

    Visit me and leave comment, please…!!

  9. Nurhasnah mengatakan:

    Alhamdulillah, bu Sriayu, terima kasih ya sudah mampir, nanti aku juga main ke rumah ibu, salam; nurhasnah

  10. KASMADI mengatakan:

    tulisan yang bisa menggugah …

  11. Nurhasnah mengatakan:

    Alhamdulillah, makasih sudah mampir, pak Kas …

  12. abu hafizh mengatakan:

    Lama ga nulis lg ya Bu.. kangen nih…
    Ada info nih…
    investasibelajar – Program BeaSiswa
    Salam

  13. nurhasnah mengatakan:

    Trm kash, p Abu untuk infonya …

  14. yaser mengatakan:

    tulisannya menyentuh….

  15. Manarul Hidayat Lubis mengatakan:

    ibu hebat deh … ceritanya baguus bangaat ..
    makasii bu itu suatu motofasi buat saya bangat ..
    buat jadi yang lebih baik dari segala yang baik..
    @ manarul siswa SMKN 28 Jakarta

  16. ary susilowati mengatakan:

    lama qudambakan sosok kepsek wanita seperti ibu…..salam kenal ya bu…..

  17. nurhasnah mengatakan:

    Makasih, mBak Ary, salam kenal kembali ya …

  18. Budi mengatakan:

    Nak, kamu memang tidak bunda lahirkan dari rahim bundamu ini, tapi kamu bunda lahirkan melalui hati bunda …’

    Sungguh kata-kata yg menyentuh kalbu
    salam kenal bunda

  19. Nurhasnah mengatakan:

    Salam kembali, pak … senang bapak berkunjung ke rumah kami …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: