Ha Long Bay … I’m coming …!!!


Sabtu, 131208 pagi pukul 08.00 kami ber-22 menuju objek wisata kebanggaan seluruh masyarakat Vietnam. Sepanjang lebih kurang 20 jam bersama sebagian kecil namun penting warga Vietnam ini, aku mencatat semangat cinta negeri yang amat luar biasa dari setiap ucapan, gerak gerik tubuh, dan bahkan sorot mata bersahabat dari teman2 baru di sini. Aku belajar satu hal dan menyadari kucintai Indonesiaku setelah aku berada jauh darinya. Alhamdulillah. Vietnam memberiku pelajaran berharga hizbul wathon yang sungguh luar biasa.

Padahal jujur saja, Hanoi dibandingkan Jakarta, jauuuhhh lebih sederhana, lalu lintasnya saja acak-adul tidak karuan, lampu hijau menyala segala jenis kendaraan (sepeda, motor, mobil, truk, bahkan gerobak), tukang jualan, tukang pikulan, yang jalan kaki maju dari segala arah, tumplek blek di satu titik tapi herannya, gak terjadi sesuatu  yang heboh, adu serempet misalnya, yang  jelas semua melaju di atas kendaraan masin-masing, di jalan masing-masing, mencari jalan selamat sendiri-sendiri, menghindari titik temu nyerempet, menghindari adu mulut yang konyol, dan … maju terus, tidak perlu membuang waktu berdebat kusir tidak karuan, segalanya dibuat nyaman saja. Bagaimana bila terjadi tabrakan yang tidak mungkin terelakkan? Jawabnya adalah mari menepi kita selesaikan secara damai, yang nabrak mengambil alih motor yang dtabrak, membawaya ke bengkel, yang ditabrak kalau masih bisa jalan, jalan terus, urusan nanti di rumah, kalau kenapa2, ya dibawa ke rumah sakit, semua mudah dan dimudahkan. Maka tanyaku adalah pelajaran yang bagaimana lagikah yang disampaikan Allah untukku di sini? 

Semangat cinta bangsa ini diaurakan dengan sengaja dan dalam nada yang menggetarkan dada oleh seorang cendekia negeri komunis ini, Prof Que Direktur SEAMOLEC Vietnam, karibnya Pak Gatot. Disampaikannya dalam bahasa Inggris sederhana kehebatan Vietnam bangkit dari ketertinggalan, mengurai benang kusut negerinya melalui berbagai cara, salah satunya adalah serius membenahi dunia pendidikan, mereka mau belajar, yang digagasnya dengan masuk dalam SEAMOLEC ini (wah … ini bahasanya orang2 politik, orang2 hebat negeriku juga), aku ingin bercerita yang lain saja.

Tiba di Hotel Pacific, sudah siang hari dan waktu Dzuhur telah tiba. Lepas tengah hari kami menuju Ha Long Bay yang sangat dibanggakan itu dengan mengendarai boat yang cantik, alhamdulillah, kami menyeberangi sebuah selat. Menyebarangi danau biru terbentang … bersama isteri dan anakku berlayar … singgah di sana di pulau yang terpencil, di tengah hamparan telaga yang menyimpan keindahan … (Aku teringat bait2 lagu Ebiet ini, seperti saat aku melayari danau Toba dan Kintamani beberapa tahun yang lalu), senangnya disapa angin laut yang tenang, pulau yang memang cantik. Congratulation, Vietnam!

Tiba di lokasi, kami semua teringat Batu Raden di Purwokerto, ada stalaktit, ada stalakmit, banyak … dipadu dengan sinar lampu, air menyejukkan mengalir melalui jalur-jalur batu tak beraturan, alam bawah batu gunung ini menjadi cantik dan indah, bangganya rakyat Vietnam dapat kurasakan, alhamdulillah, fabiayyi alaa iraabikuma tukadziban? Guide kami menyampaikan bahwa you never come to Vietnam if you never come to Ha Long Bay. Nah …

Menjelang maghrib kami meninggalkan tempat yang indah ini, menuju tempat penangkapan ikan, udang, kepiting yang menggiurkan, tapi jelekku adalah aku merasa harganya amat mahal dibandingkan di muara karang, he he he … jadi aku bilang sama teman2, mendingan gak usah beli di sini, dan semua sepakat. Menghabiskan maghrib di tengah ombak adalah makan malam yang romantis bersama teman2 ( ha … romantis koq rame2? iyalah … pokoknya ingat Abi, kakak, dan adek jadinya). Asyik juga … ini pengalaman pertamaku dinner di tengah laut yang ombaknya tenaaaang (dulu pernah di tengah laut Masalembo menuju Makassar, satu hari dari beberapa rahmat Allah dalam ratusan hari remajaku) aku makan malam juga tapi gak pake candle light segala, duduk manis seperti malam di perairan Ha Long Bay ini, dan laut saat itu pekat bukan buatan. Seru rasanya …! (Ima 30, kamu ingat enggak saat itu, ketika kita masih muda banget?)

Menjelang pukul 20.00 kami tiba di darat dan langsung jalan2 ke pasar malam di pusat Ha Long Bay City. Oh … dunia perempuan memang dunia belanja, banyak banget yang dibeli, kedua tangan penuh belanjaan, tapi jangan salah ini bukan untuk sendiri tapi untuk teman2 dan keluarga yang belum sempat ke sini, mudah2an oleh2ku berkenan di hati, ya!

Menjelang pukul 23.00 kami sepakat kembali ke hotel dan have a nice dream, good night. Alhamdulillah ‘ala nikmatillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: