Trung Tam …???


Saat pertama kali melihat Vietnam di bandaranya, ku langsung berpikir betapa sulit membaca kata-kata Vietnamese, garis-garis yang beraneka bentuk, juga simbol2, duh … gak terbayang, nulisnya beda bacanya apalagi. Aku tahu betapa maha kaya Allah yang menciptakan aneka bahasa indah, betapa hebatnya Dia, Sang Maha Cerdas itu. Kesulitan membaca itupun terbukti ketika kunjungan resmi ke sebuah lembga pendidikan pada kali pertama sepulang dari Ha Long Bay.

Sore itu pukul 14.39 Ahad, 141208, kami mengunjungi sebuah sekolah berkelanjutan dengan beragam usia dengan nama Trung Tam. Disambut oleh keramahan Vietnam yang kental, dengan gadis2 bergaun panjang khas Vietnam (Bu Win bilang dia mau buat gaun model begini kalau sudah tiba di Indonesia, mumpung langsing, ayo … bu Win, udah jadi gaunnya?), disuguhi buah2an (yang ini agaknya mereka paham yang datang tidak mengkonsumsi kue2 non halal), minum teh kebanggaan mereka yang diyakini membuat langsing peminumannya, kami diterima layaknya teman lama dengan menggunakan tiga bahasa (Bu Elslee menjadi penerjemah English to Indonesian setelah Pak Dekan menerjemahkan Vietnamese into English, yang seru sore itu tertawa, manggut2 mengerti, saling berkesinambungan cukup lama karena orang Vietnam ketawa lebih dahulu, lalu Bu Elslee tersenyum, dan belakangan kami baru tertawa, ha ha ha …).

Trung Tam ini ada di Bac Ninh yang merupakan ibukota kuno dari Vietnam, saat ini sebuah provinsi Vietnam dengan tingkat pendidikan yang paling berkembang, membuka/menyediakan layanan pendidikan bagi yang membutuhkan, mengajarkan English dan IT, dan bekerja sama dengan Hanoi Open University (HOU) membuka pendidikan jarak jauh. Mereka berharap lembaga pendidikan ini mampu berkontribusi nyata terhadap provinsi dan pendidikan untuk rakyat, yng juga dihubungkan dengan suksesnya pendidikan bagi para kader (Nah … kader apa coba?).

Setelah 11 tahun yang lalu didirikan, saat ini terdapat 2000 mahasiswa dan 500 anggota masyarakat usia dewasa dan dengan alumni ribuan orang tentunya. Yang belajar memang orang2 dewasa, duduk manis menyambut kami memasuki ruangan di lantai 4 yang benar2 membuat aku terengah2 sambil sebel karena melalui kamar2 kecil BAK yang hawanya tidak mengenakkan sama sekali, belum lagi debu2 yang banyaaaak, lantai tangga yang pojok2nya tidak pernah tersentuh petugas kebersihan.

Namun apapun, aku telah menemukan satu lagi mozaik di bumiNya yang luas ini, aku memahami indahnya beragam kesenian, hebatnya nuansa kebanggaan akan budaya leluhur, juga memang cantik2 wanita yang diciptakan Allah di dunia ini. Dengan penyerahan bunga selamat datang dan kado (yang mungkin berisi lukisan) besar diterimakan oleh Pak Ibnu selaku wakil rombongan SEAMOLEC Jakarta (oh ya Pak Ibnu juga berpidato dengan penerjemahan 3 bahasa, kebayang gak … ketawa yang bergantian itu?).

Setelah satu jam mendengrkn lima lagu2 khas Vietnam dengan tari2annya, kami mengundurkan diri dan acara diakhiri dengan pemotretan bersama di depan sekolah yang ada kolam teratai yang besaaar. Airnya kurang bersih tapi memang kolam teratai itu kotor, ya!

Akhirnya layaknya orang2 kecapean, kami menghambur menuju bus yang sudah menunggu, lalu mencoba sandar melamun, rasanya aku makin bangga dengan Indonesiaku. Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: