TRAN HUNG DAO VOCATIONAL COLLEGE – Hanoi


Selepas dari kantor SEAMOLEC Hanoi, kami dijamu makan siang di sebuah restoran di tengah kota Hanoi yang berbatasan dengan danau buatan yang cantik. Menu makan siang kami adalah hidangan seafood yang nikmat (aku seperti biasa mengkonsumi yang garing, kali ini ada kentang garing gurih yang nyam nyam, udang goreng, plus kali ini mencoba yang berkuah tapi aku yakin kehalalannya karena direbus di atas kompor gas portable di depan mataku sendiri – kerang rebus yang nyammi), alhamdulillah. Oya saat makan nasi di siang hari ini, hampir semua teman yang sebelumnya belum bisa menggunakan sumpit untuk makan (yang sudah bisa banyak), sekarang sudah mulai bisa dan lancar, karena kalau tidak bisa2 juga, kami bercanda ayo yang belum bisa pake sumpit gak boleh pulang, nah lho!!!. Sambil makan dihibur dengan karaoke lagu2 Vietnam, senang saja nampaknya mereka, kami tentu saja berterima kasih yang hangat.

Dua hari di Hanoi ini kami melaksanakan sholat Dzuhur dan Ashar di atas bus yang melaju, dengan mengharap kemurahanNya kami mencoba mengais nikmat sholat ini di tengah hiruk pikuk lalu lintas Hanoi. Masjid memang tidak ada di Hanoi ini kecuali satuuu saja dan kami tidak tahu di mana. Guide yang kami tanyapun menjawab dengan nada menyesal tidak tahu dia di mana gerangan rumah Allahku Yang Maha Penyayang itu. Innalillah … tidak apa, di manapun kami tetap dapat menjumpaiNya dengan segala keterbatasan kami. Allahumaghfir lanaa, ya Allah.

Selesai makan,  rombongan berpisah, aku dan rombongan SMK Non SBI mengunjungi TRAN HING DAO VOCATION COLLEGE, sebuah sekolah vocational terbaru di Hanoi yang berada di bawah Ministry of  Labour – Invalids and Social Affairs. Dengan rektor yang seorang  Doctor of Philosophy DANG NGOC DUONG  kami diterima di ruang pertemuan sebelah ruang kerjanya yang nyaman. Diperkenalkannya situasi ruang kerjanya dan ini yang tidak biasa, beliau disekretarisi oleh anak kandungnya seorang gadis muda yang cantik. Luar biasa. Menemani sore itu, adalah suguhan rambutan yang disajikan dalam bentuk yang berbeda, anggur, dan selalu air sejenis aqua yang dituangkan ke gelas hanya sepertiga isinya (kesanku aku jadi hauuusss terus, sedikit banget ngisinya, dan berulang2 aku mengisinya sendiri).

Kami mengawali pertemuan kami dengan menyaksikan tayangan video tentang sekolah di Hanoi ini, yang memiliki 5 fakultas yakni IT, Akuntansi, Mekanik, Elektro, dan Civil Enginering. Lama belajar tiga tahun yang lebih mengedepankan pentingnya praktik kerja, yang berbasis English dan aplikasi IT . Berorientasi pada kualitas, membuka hubungan kerja sama internasional, dan yang pasti bagi yang lulus dari sekolah ini bisa melanjutkan ke Universitas tanpa harus tes lagi.

Selanjutnya adalah menayangkan profil SEAMOLEC oleh mBak Cahya Ratih, presentasi sekolah SMKN 5 Sby, dan menyaksikan video SMKN 32. Dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian tawaran pembuatan MoU yang dinegosiasi secara dinamis oleh Bu Elslee (Makasih, Bu Elslee, mestinya Bu Elslee diberi jabatan khusus di kepanitiaan ini, he he he … kata Bu Elslee gak usah … ini proyek ibadah ehm …). Singkatnya MoU dapat disepakati dan penandatangannya akan dilaksanakan besok di HOU. Alhamdulillah, tugas pertama kami sukses dan berhasil.

Menjelang sore hari kami berpisah setelah berfoto2 sejenak di depan sekolah baru tapi gedungnya lama dan berdebu juga. Hhh … bersin2 terus jadinya. Menyusuri jalan di Hanoi, melewati pasar yang  jam sore itu masih ramai, melihat langsung ratusan pedagang togel, membayangkan para ibu yang harus mengerjakan pekerjaan kasar dan berbeda dengan pekerjaan rumah tangga biasa. Yang menggelikan b2 dijual seperti ayam kampung, hiiii … aku mendadak mual2, pak Tito asyik mengabadikan kejadian2 ini, Bu Elslee melamun membayangkan hasil rundingan kami yang asyik tadi, alhamdulillah. Tiba di hotel, Maghrib sudah jauh meninggalkan kami, ilal liqo for tomorrow.

2 Balasan ke TRAN HUNG DAO VOCATIONAL COLLEGE – Hanoi

  1. kusdiyono mengatakan:

    Terima kasih Ibu, atas oleh-olehnya. Nyari makanan yang 100% halal mudah gak di Vietnam ?Minyaknya ? Cara menyembilihnya ? dsb…

  2. nurhasnah mengatakan:

    Wah … Pak Kus, sereeem sebenarnya, aku hanya bertawakaltu lillah saja, ah … untuk urusan makan begini aku gak mau ngulang lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: