Aku terharu … hiks …


Beberapa pekan terakhir ini ada sesuatu di 38 kami. Sebagian teman berupaya memiliki laptop sendiri karena tahu sekolah kami belum bisa menyediakan benda mungil yang hebat ini. Satu-satu setiap ada kesempatan kami saling mengomentari laptop baru teman2 sambil tertawa-tawa mengatakan:”wah…laptop udah baru, tinggal belajarnya yang perlu …”. Tapi sesungguhnya bukan sekedar baru, ada juga yang sudah membeli lama tapi baru dibawa ke sekolah, ada yang sudah ada di rumah baru niat mau dibawa ke sekolah, bahkan ada juga yang bermimpi nanti suatu saat akan membawa laptopnya ke sekolah, ada yang saat ini tengah menunggu pesanannya datang. Subhanallah … semuanya bermuara satu, teman2 bermaksud mengamalkan himbauan untuk mengajar dengan cara yang lebih variatif, dengan menggunakan teknologi terkini.

Suatu pagi, aku keliling sekolah, berjalan perlahan sambil memperhatikan kelas2 yang tertutup. Di sebuah ruang di atas, aku menahan sesak dadaku, seorang guru kami tengah mengajar menggunakan laptopnya lengkap dengan LCD di ruangan bersama siswa. Saat itu aku merasa Allah dekaaaat sekali menjawab doaku, aku terharu biru. Mungkin bagi orang lain ini sebenarnya hal yang amaat biasa, tapi tidak untukku. Kali yang lain, aku tertegun, seorang staf TU kami membuka laptop mungil di mejanya dan mengatakan:”ingin belajar pake laptop, bu!” Aku kembali merasa ehm … betapa sebuah upaya tengah dilakoni oleh teman2ku.

Di hari yang berbeda sering kali kujumpai beberapa temanku tengah asyik mengetik di mejanya masing2, atau mojok di sudut di depan ruang guru kami, atau terdengar sesekali dialog seorang teman yang asyik bertanya kepada teman lain yang lebih pandai untuk mengoperasikan laptopnya (yang ini asyik memaksa Pak Kus, Pak Aid atau Pak Bagoes). Sekali lagi muaranya satu, aku menangkap pesan semangat belajar. Berlebihankah aku? Insya Allah tidak, karena di beberapa tempat, aku menyaksikan IT yang belum semangat diakrabi oleh warganya.

Tapi di 38 kami ini, kami semua sepakat secara tidak langsung, mengubah cara mengajar dengan harapan pembelajaran kami menjadi lebih berwarna, lebih bermakna, sekali lagi dengan muara yang satu ujian nasional, ujian sekolah, uji kompetensi semuanya menghaturkan nilai yang membuat 38 tidak terpuruk jatuh ke lubang yang mengecewakan tahun ini. Duuuhhh Rabbi, betapa aku berharap akan perubahan yang istimewa yang Kau berikan untuk kami. Amin.

Spesial terima kasih yang tulus Bu Ana sampaikan untuk teman2 yang aktif merespon positif mimpi kita agar 38 dapat nyata mewarnai pendidikan SMK Pariwisata di JakPus dengan keberhasilan siswa lulus ujian akhir secara mumpuni dan diterima kerja di DU/DI, agar suatu saat kelak dapat menempatkan diri pada posisi layak hidup menjadi khalifahNya di bumi ini, amin ya Allah, ya mujibasy syaairin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: