Setelah memenuhi undangan anggota Dewan …


Selasa siang itu, 170209 matahari Jakarta telah bergeser beberapa derajat dari titik tengah ubun2ku namun panas masih terasa perih di mata, aku tiba di depan gerbang gedung DPR RI. Penjaga pintu dalam sorotan matahari menyambut dan mempersilakanku untuk masuk tidak melalui pintu utama tapi berputar mengitari Manggala lalu masuk ke pelataran parkir yang luas namun belum rimbun pepohonan. Temanku yang bermotor dipersilakan jalan lurus setelah sebelumnya mengisi buku tamu.

Aku sendiri belum ada pemeriksaan, turun di parkiran jalan kaki lumayan jauh menuju gedung Nusantara I tempat acara dengar pendapat dilaksanakan. Tiba di sana aku masuk ke daerah pemeriksaan dan lolos untuk menuju ruang rapat. Pak Bekti dan Pak Aid sudah di depan ruang Komisi X (karena tadi duluan diperiksa). Pukul 13.30 masuk ruangan sebagai orang pertama datng, di dalam sudah ada tempat duduk masing2 KepSek dengan identitas sekolah di atas meja, teman2 yang lain mengambil tempat duduk di barisan kedua.

Pukul 14 kurang sedikit, ketua komisi X Bapak Heri Rahmadi menyapa kami langsung ke meja kami, kesanku alhamdulillah … anggota dewan memang harus menempatkan diri pada tempat yth agar memang terhormat. Pukul 14.00 acara dimulai walaupun ada beberapa KepSek yang belum hadir.Pimpinan rapat menyampaikan bahwa setiap pembicaraan kami akan langsung direkam dan keterangan kami di bawah naungan hukum, kami dipersilakan menyampaikan segala sesuatunya dengan terbuka. Alhamdulillah.

Intinya dialog berjalan lancar, kami terbuka mengomunikasikan dana BG yang kami terima dan alhamdulillah kami pergunakan dengan sebaik2nya. Selain membicarakan dana BG kesempatan ini kami gunakan untuk menyampaikan harapan kami atas sekolah kami masing2, secara umum anggota dewan menanggapinya dengan baik dan berjanji untuk mencoba membicarakannya nanti dengan lebih baik.

Tepat pukul 15.40 acara ditutup, kami bersalaman dan pulang membawa kesan positif (setidaknya untukku) anggota dewan di komisi X memiliki perhatian yang sangat baik untuk keberlangsungan pendidikan di negeri tercinta ini. Semoga Allah Yang Maha Penyayang senantiasa memberikan kemudahan bagi setiap anggota dewan agar lebih amanah mengemban tugas sebagai wakil rakyat, sehingga tidak sia2 kita memilih mereka menjadi wakil kita di sana.

Yang istimewa untukku, aku bertemu dengan dosenku saat kuliah di ma’had al-Hikmah di jalan Bangka beberapa tahun yang lalu.  Ust. Aan Rohanah dalam pandanganku masih tetap seperti dulu di tahun 1995 saat itu. Ah … senangnya mendapati kenyataan ada dosenku yang peduli, yang baik hati, yang cerdas, keibuan, sangat perhatian, dan tentu saja amanah duduk di bangku anggota dewan yth. Subhanallah, semoga Allah merahmati Bu Aan dengan kebaikan hidup senantiasa.

Lepas pukul 16 kami berpisah dengan harapan tinggi mengenai pendidikan, yang disampaikan beliau; teruslah bekerja dengn amanah di sekolah ibu, jangan sampai ada anak kita yang tidak sekolah, berjuanglah terus insya Allah kita ditolong Allah, untuk urusan sekolah 38 cobalah datang ke Pak Igo di DPRD mudah2an ada yang bisa dibantu’, ah … alhamdulillah senangnya, makasih ya Bu Ust Aan, kita saling mendoakan, suatu saat kami akan ke ke DPRD menjumpai Pak Igo. Ilal liqa’

Pamungkas kuhaturkan terima kasih yang tulus kepada Pak Bekti selaku Komite Sekolah SMKN 38 yang senantiasa mendorong menyemangati kami untuk bekerja sepenuh jiwa demi anak2 negeri di 38. Juga untuk pak Aid semoga kita dapat amanah menjalankan tugas kita di 38. Terima kasih, ya, jazakumullah khairan katsiran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: