Kegiatan Membaca dan Menulis


Satu kebahagiaan dalam bentuk yang berbeda kurasakan siang tadi di Lab MM P4TK, yakni saat kubuka FB-ku, beberapa teman di 38 membuat posting cerita sekolah yg dpt langsung kunikmati dengan cara berbeda dari penggunaan pesawat telepon ataupun berSMS, alhamdulillah.

Ini mungkin hal yang biasa buat teman2 yang lain tapi tidak untukku. Aku merasakan cintaNya begitu dekat padaku, saat mimpiku diijabahNya, untuk menularkan virus cinta menulis pada puluhan jiwa di 38 kami yang bersahaja.

Ada yang menggetarkan jiwa saat merasakan bahwa kegiatan menulis yang ‘sederhana’ (namun tidak sederhana untuk kami) ternyata dapat menyalurkan energi cinta, subhanallah. Aku takjub dengan kasihNya ini, betapa tidak, dalam setiap kalimat yang dikirimkan teman2ku, dalam setiap cerita yang dituliskannya, dalam setiap komentar yang disampaikan, aku merasakan kepedulianNya dalam penyelenggaraan proses pendidikan di sekolah kami, maknanya? sederhana … bahwa menulis adalah wasilah menyampaikan materi pembelajaran dengan bahasa sendiri yang tentunya akan lebih mudah dipahami, akibatnya, kami akan perlahan2 merasakan mudah untuk menulis, menulis, dan menulis apa saja hatta materi pembelajaran sehari-hari, begitu … (ini lagi, aku juga merasa legaaa saat meuntaskan kalimat ini, hh …). Implikasinya adalah membaca, membaca apa saja, dengan cara apa saja, agar ada bahan baku untuk menuliskannya.

Maka kembali satu doa tulus untuk Pak Dedi dan Pak Deni yang pernah menyemangati 38 untuk berani menulis agar mampu mendunia, setidaknya menulis di dunia maya ini, semoga Allah merahmati sahabat ber2 dengan kebaikan yang banyak.

Bapak/Ibu sahabat yang baik, bukankah ‘membaca dan menulis’  ini bagian dari persaksian Jibril pada kekasihNya dahulu saat menghantarkan wahyuNya yang perdana; Iqra … bismi Rabbikal ladzi kholaq, kholaqal insana min ‘alaq, iqra … wa Rabbukal akrom, alladzi ‘allama bil qalam, ‘allamal insana ma lam ya’lam … .

4 Balasan ke Kegiatan Membaca dan Menulis

  1. kusdiyono mengatakan:

    Betul Ibu…seperti yg dikatakan saat seminar PTK, bahwa kalo kita terbiasa menuliskan apa yg kita kerjakan/lakukan, maka pada saat menyusun PTK tdk menjadi masalah. Persoalan susah menyusun PTK karena tdk terbiasa menulis, jadi semua ada di kepala (saat ini saya masih seperti itu), perlu banyak latihan membaca dan menulis…

  2. nurhasnah mengatakan:

    That’s true, kita mesti senantiasa belajar belajar dan belajar, tiada kata BERHENTI untuk senantiasa semangat belajar

  3. Willy Ediyanto mengatakan:

    Ya, harusnya dimulai dari menulis dulu. menulis apa sajalah, termasuk menulis sms yang tidak “short”. Artinya memibasakan diri menulis dengan tata tulis yang benar.

  4. nurhasnah mengatakan:

    Thnks, Pak Willy, aku sepakat … mari terus menulis, menulis apa saja, untuk dibagi pada dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: