Untuk sebuah catatan duka dalam tugasku mengabdi padaNya …


3 x 24 jam aku menikmati satu lagi rahmatNya untuk beristirahat sejenak  melupakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabku sehari-hari. Berbagai godaan muncul untuk mencoba menulis menumpahkan segala penat, menggelontorkan segala peluh, namun ujungnya adalah sebuah kepasrahan total, tunduk pada takdirNya semata.

Maka kesadaran yang kian membumi mengingatkanku akan sebuah rencana besar Allah yang melingkupi dunia semestaku, yang akan membawaku pada sebuah pelabuhan hati akan pentingnya menyadari bahwa kasihNya melingkupi segala, hatta dalam sebuah keterpurukan yang melanda jiwaku.

Adalah sebuah pengharapan mengais rezekiNya yang tersebar di alam ini, mengharap satu dua cahaya di gemerlap sinar mentari pagiNya, aku terseok-seok berjalan memunguti satu demi satu rahmatNya dalam bekerja mengabdi padaNya. Betapa kurasakan ringkihnya aku dalam kemahaluasan dekapan cintaNya.

Aku telanjur jatuh cinta pada rengkuhan kasihNya, saat kusadari masih ku berpikir tentang satu perhatian lain selain diriNya. Maka terpanalah aku saat kusadari betapa Maha Dahsyatnya kasihNya, jauh melampaui harapku, luas melampaui jangkauan pikirku, diberikanNya sejuta detik waktu untuk kutautkan sisa-sisa asaku, bahwa aku tidak boleh menyerah kalah, bahwa aku tidak boleh putus asa, bahwa segalanya butuh waktu, butuh proses, butuh penghayatan, perlu penguatan, perlu pemaknaan, perlu pembelajaran, agar aku mampu mencerna kehebatan cintaNya untukku.

Aku tidak perlu meragu, tidak perlu berduka, la tahzan untuk Ana, untuk segala duka yang pernah ada, katakan TIDAK  pada selain dariNya.

Rabbana, ma khalaqta hadza bathilaan, subhanaka faqina ‘azabannar …

3 Balasan ke Untuk sebuah catatan duka dalam tugasku mengabdi padaNya …

  1. kusdiyono mengatakan:

    Jangan bersedih Ibu…(La Tahzan Ummi…)
    Dalam setiap kesulitan ada kemudahan
    Yakinlah bahwa dalam kesulitan ada kemudahan…
    Mudah2n lekas sembuh dan beraktifitas kembali
    Doa kami untuk “Ummi” 38…

  2. nurhasnah mengatakan:

    Jazakumullah khairn ktsrn, pak Kus dan teman2, inna ma’al usri yusran, makasih atas segalanya.

  3. retna mengatakan:

    Semoga cepat sembuh…
    dan tetaplah semangat dan optimis bu Ana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: