Untuk cintaku …


 Ini adalah tulisan yang indah.
Bacalah dengan perlahan, cernalah setiap kata dan nikmatilah dengan kedalaman rasa
Jangan tergesa, ini adalah kata-kata penguat makna kita sebagai ibu

Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah ditinggalkan ibu, ini lebih indah
Bagi kita para ibu, kita mencintai ibu …  selalu …

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
’Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ’Ya, dan jalannya berat,
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini …
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya’.

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik daripada tahun-tahun ini
Karena itu ia bermain dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih.

Matahari bersinar di atas mereka dan ibu muda itu berseru: ‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini’

Lalu malampun tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan kedinginan Ibu memeluk dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anaknya berkata: ’Ibu, kami tidak takut lagi, karena ibu ada dekat kami, tak ada yang dapat menyakiti kami’.

Dan fajar menjelang … ada bukit menjulang di hadapan mereka. Anak-anak memanjat dan menjadi lelah, Ibu juga lelah … Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya: ’Sabar, Nak,  sedikit lagi, kita hampir sampai’. Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ’Ibu, kami tak mungkin melakukan semua ini tanpa ibu.’

Sang ibu tercinta, saat ia berbaring di malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata: ’Hari ini lebih baik dari yang lalu karena anak-anakku sudah belajar daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku mengajari mereka keberanian. Hari ini aku mengajari mereka kekuatan.’

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian, dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelapnya. Sang Ibu berkata: ‘Lihatlah keatas, arahkan matamu kepada sinar’.
Anak-anak menengadah dan melihat di atas awan-awan ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan. Dan malam harinya ibu itu berkata: ’Ini hari yang terbaik  
karena aku sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku’.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu menjadi tua, kecil, dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya subhanallah … mereka mewujud menjadi tinggi, kuat, dan berjalan dengan gagah berani …
Saat jalannya s ulit, mereka membopong ibunya.

Akhirnya sampailah mereka di sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar. Ibu berkata: ’Aku sudah sampai pada akhir perjalananku dan sekarang kutahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya …
Karena anak-anakku kini dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka’.

Lalu anak-anaknya menjawab: ‘Ibu akan selalu berjalan bersama kami … meskipun ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri …
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.
Mereka berkata: ‘Kita tak dapat melihat ibu lagi tetapi dia masih bersama kita.’
Ibu itu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan, Ia senantiasa hadir dan hidup.
Ibumu selalu bersamamu….
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu

Ia  terkristal dalam setiap tetes air mata
Dialah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian bersamanya
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian! 
 

Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal.
Semoga kita tidak pernah mengabaikan begitu saja ibu kita…
Teruskan juga pada semua lelaki … karena mereka juga memiliki ibu

Kebon Sirih, ba’da pengumuman seleksi I PPDB                                   Diedit untuk Ibuku … pelita hidup dan mutiara kasihku               Selamat Ulang tahun, Bu, yang ke-70 Selasa, 070709                      semoga Allah Yang Maha Baik merahmati Ibu senantiasa              dalam kebaikan, kemudahan, dan kemuliaan hidup di dunia dan akhirat kelak, amin.                   

 Doa Ana yang sayang Ibu sepanjang hayat dan matiku …                     38, 040709

Tulisan ini kuedit dari sebuah kiriman tulisan seorang sahabat di email-ku, sayangnya aku tidak tahu penulis aslinya siapa, mohon maaf dicopy paste …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: