Menikmati musibah bersama Leti di 38


Belum tuntas doa dipanjatkn untuk Bu Risa yg berduka, mengawali semester genap ini 38 kembali diguncang tangis pilu, Leti sahabat kami didiagnosa dokternya dengan gagal jantung, masyaAllah. Membayangkan Leti yg baik hati, penolong, dan menjadi penghiburku saat pertm kali memasuki 38 yg masih sedikit asing bagiku, puluhan pertolongannya membuatku nyaman di 38, alhamdulillah. Pagi itu kutahan airmata membayangkn duka dn pedih hatinya. Bersaudara dg banyak adik membuat Leti lebih kuat dari yg kuduga, bahkan mungkin kekuatan doa puluhan teman Leti membuatnya tegar menghadapi sakit, bahkan di penghujung  Januari ini kuterima kabar bahwa ada kista yg menempel di rahimnya, innalillah …. Membayangkan duka pilu ini ternyata membawaku pd ujung perenungan bahwa Allah tidak pernah salah menentukn hambaNya yg dikehendakiNya merasakn kenikmatan sebuah musibah, dan Leti mengalami itu.

Proses penyembuhan dilaluinya satu demi satu, menyelesaikn jantung yg bermasalah, kista yg menempel rahim sepanjang 5 cm, tulang belulang yg sering terasa linu, waaahhh … keringat dingin yg membanjir, bahkan sampai pada suatu pikiran siswanya menanti uluran pengajaran untuk UN di Maret yad. Adalah suatu kepedihan yg tak henti mengalirkn airmataku, sungguh … aku menyayanginya karena Allah, aku merasa Leti mau berbagi denganku dulu … saat kami pernah bersama. Saat ini seperti pagi tadi di Senin yg basah, aku menyaksikn sebuah semangat, suatu pengharapan akan tibanya kesembuhan dariNya, aku merasakan sensasi syukur yg tak pernah henti dimiliki Leti untuk hadir di 38 kami, berbagi cerita duka tanpa luka, berbagi nikmatnya menjd lebih ringan berbobot turun 9 kg, ah … kesakitan apapun memang pantas kita syukuri.

Semoga Allah menggenapkan sakit Leti ini dengan suatu kesyukuran dan kelapangan jiwa menerima tatap kasihNya, semoga kekuatan dan kebesaran jiwa akan mewarnai hidup leti dg menahan sakit yg telah diukurNya pantas untuk seorang Leti, semoga Allah tak putusnya mengajarkan banyak cinta pada banyak hal dalam hidup kita untuk senantiasa berbagi. Allahumma anta Rabbi, ya Syafiii, idzhabil ba’tsa wasyfi’ wa anta syafi’ la syifa’a illa syifauka, syifaul la yughaddiru tsaqama, amin, wth love fr Leti; Ana 38.

3 Balasan ke Menikmati musibah bersama Leti di 38

  1. chaerudin tamzil mengatakan:

    ibu slmat menunaikan shalat zuhur

  2. chaerudin tamzil mengatakan:

    butiran doaku dalam butiran tasbih kupanjatkan pintaku padamu maha cinta suadah diubun-ubun , ” . cinta yang mengusik ras , tak bisa ku paksa walau hatiku menjerit

  3. Nurhasnah mengatakan:

    Trmksh, pak untuk doa yg dipanjatkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: