Luka anak-anak kita


Beberapa hari lalu sy berbincang dg teman lama yg baru bertemu lagi setelah lebih 15 tahun berlalu. Rentang waktu yg lama meninggalkan jejak keniscayaan yakni kita menjd lebih tua, semakin arif bertutur bahasa, kian meyakini pentingnya peranan agama dalam hidup kita.
Salah satu pokok perbincangan kami adalah tentang kehidupan rumah tangga yg bg sebagian kita adalah karunia namun untuk sebagian lainnya adalah nestapa. Betapa RT yg didahului dengan semangat menyinta dan ingin berbagi di tengah pelayarannya kandas karena rasa egoisme masing-masing yg tidak mau disharing. Pemicu dapat beragam alasan namun dampak terburuknya dialami dalam luka oleh anak-anak yg dititipkanNya untuk kita. Puncak dari ketidakberesan RT adalah perceraian, suatu jalan yang dibolehkan dalam agama Islam namun tidak disukai Allah Rabb Pemelihara Semesta. Seiring perjalanan waktu luka akan mengering namun di kedalaman jiwa ada yg menghentak rasa, kiranya tak akan pupus pedih ini tanpa campur tangan kasihNya.
Sahabatku berkata kamu tahu, Ana, perceraian adalah permainan orang dewasa namun bermakna luka untuk anak-anak, orang-orang dewasa menikmati dampak karena perceraian namun anak-anak melayarinya dengan kepedihan dan luka yg ditimpakan ayah buindanya tak akan banyak pupus ditelan waktu. Andai mungkin tidak harus terjadi maka kita seharusnya memilih terlebih dahulu, ayah atau bunda yang bagaimana yang akan kita berikan untuk matahari hidup kita.
Senyatanya waktu terus berlalu dan aku tergugu mencoba merasai pilu yang tiba-tiba merebak menjadi duka yang tak tertanggungkan. Ingin rasanya aku menyemai luka anak-anak ini dengan cinta yang tidak ikhlas kubagi untuk ayah atau bunda kedua dalam hidup mereka.
Sejujurnya aku tidak memahami nestapakah kita bila mencoba merengkuh jiwa mereka dalam keretakan hati kita saja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: