Meninggalkan Nabawi …


Di ruang makan Hotel Fayruz Madinah, Rabu, 080611 malam;
Ust. Amir mmberikn arahan bahwa besok Kamis kami akn brtolak menuju Makkah Al-Mukarramah, berarti besok selepas Dzuhur kami akan mandi besar untuk berihram, bersiap diri lalu dg bus menuju Masjid Zulaifah Bir Ali untuk miqat umrah menuju Makkah. Ini juga berarti pagi besok selepad Dhuha kami berpamitan pada Rasulullah. Duh … membayangkannya membuat tergugu pilu, aku menangisi perpisahan kami lagi, berharap berjumpa kembali, diberikan nikmat Allah untuk bermunajat di Raudhahnya Nabi. Rabbi … panggil kembali aku untuk berjumpa sang kekasih tahun depan …
Lepas menikmati Dhuha di Madinah yang menenangkan ini, kami menunaikn Dzuhur yg terakhir di Nabawi. Ku eja satu2 nikmat yg Allah berikan untukku, untuk kami semua, nikmat yg besar karena dizinkanNya aku bertemu lagi dengan RasulNya yg mulia, menziarahi makamnya di taman surga yg barokah. Ku ihklashkn diri untuk tidak beranjak mengikuti jama’ah yg bnyak berkumpul di hadapanku untuk antri menuju Raudhah, aku hanya menatap sedih, siang ini kutinggalkan kota Nabi yg dicintainya ini. Dari bus ku tatap lekat kubah2 Nabawi, ku fokuskan mata pada kubah hijau yg di bawahnya berbaring jasad mulia, perlahan-lahan bus menyusuri jalan raya meninggalkan noktah kecil Nabawi yg senantiasa menyisakan kerinduan bagiku. Salamun alaika, ya Rasulullah …illal liqa, ya Nabiyallah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: