Sholat Jumat di Haram


100611 siang waktu Dzuhur di Haram, kami ikut menunaikan sholat Jumat. Mengambil tempat tepat di depan Multazam menghadap ka’bah aku menyaksikan pusaran manusia bertawaf di bawah terik matahari Makkah, Hijr Ismail dikosongkan menjelang khotbah Jumat, mimbar Khatib diberdirikan di kiri Multazam, payung-payung besar dibuka di seputaran Ka’bah tepatnya di sepanjang lintasan maqam Ibrahim. Hebatnya panas ini tidak pernah menyurutkan ummat Muhammad untuk terus bertawaf, sholat, dan memandangi Ka’bah.

Ada hadist yang menyatakan bahwa rahmat Allah senantiasa turun 120 kali yang diperuntukkan 60 bagi yg bertawaf, 40 bagi yg sholat, dan 20 bagi yg hanya memandangi Ka’bah, subhanallah …  Aku ingin menyampaikan rasa yg tak bernama saat memandangi Ka’bah, kenikmatan yg bagiku tiada terkatakan, aku sulit mencari padanan kata untuk perasaan ini,  dan rasa ini hanya dapat dinikmati bila kita telah melakukannya.

Bapak/Ibu yang baik, teman2ku yg membaca ceritaku ini, aku mengajak teman2 semua untuk menikmati rasa yg hebat ini dengan hati dan raga teman2 sendiri, ayo … mari kunjungi rumah Allah ini … segera saja, jangan menunda waktu, mudah2an Allah memberikan rezeki, kesempatan, dan kesehatan pada kita semua untuk mengunjungi Baitullah, amin.

Di Haram ini, barisan sholat ikhwan dan akhwat dipisah namun pada beberapa shaf jauh di belakang sana, atau bahkan di putaran tawaf bila sholat dimulai maka orang2 terbiasa sholat bercampur shafnya laki2 dan perempuan, dan ini hanya diperbolehkan di Haram, tidak di masjid2 lainnya, hatta di Nabawipun berlaku ketat pemisahan pintu masuk masjid bagi ikhwan dan akhwat.

Kembali ke sholat Jumat di Haram ini, setelah azan berkumandang, Khatib naik mimbar dan menyampaikan khutbahnya, lalu sholat dua rakaat dan selesailah sholat Jumat hari ini. Temanku Bu Harry berkata kalau di Indonesia setelah Khatib salam, memulai khotbah dengan hamdalah, doa lalu berbahasa Indonesia  menyampaikan khotbah, di Haram ini kita terus mendengar khotbah dalam bahasa Arab, tidak dimengerti sepenuhnya atau kapan tepatnya Khatib menyampaikan khotbahnya selain doa. Aku tertegun, ya … ini adalah bahasa Islamku, bahasa Arab yg digunakan dalam al-Qur’anku yang mulia. Aku, kita semua mestinya belajar memahami bahasa ini, belajar mengerti dengan serius. Duh … di Indonesia aku kursus Arabic berkali-kali tapi tidak tamat2 dalam arti tidak bisa lancar … ah … aku mesti lebih banyak usaha lagi, insya Allah …

Bapak/Ibu yang baik, ada banyak hikmah dalam setiap perjalanan kita, aku berharap semuanya akan menjadikan kita lebih bijak, lebih baik, lebih mumpuni mengarungi hidup yang fana ini tentu saja bi barakatillah, mari azzamkan niat untuk berkunjung ke Makkah ke Baitullah, ke Nabawi masjid Nabi di Madinah al-munawarah, mari kita temukan sensasi hebat luar biasa dahsyatnya kedalaman rasa menikmati cinta Allah dan barokahnya di sana, di negeri mulia para nabi, amin.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: