Ziarah di Madinah – Rabu 080611


Ketika itu Rabu, 080611, di pagi yg sejuk di Madinah kotanya nabi, kami memulai ziarah di sekitar Madinah. Tempat pertama yg kami kunjungi adalahMasjid Quba, masjid pertama yang didirikan Rasulullah saat pertama kali tiba di Madinah. Kami telah berwudlu, berniat dari hotel untuk sholat di Quba karena ada hadist nabi yang menggetarkan kalbu.  Saat itu di Madinah, kaum miskin dari kelompok Anshar berkata pada Nabi: “Wahai Rasulullah, bila orang kaya dapat berumrah berhajji berkali2 dlm hidupnya karena kekayaannya, maka apatah kami yg miskin papa ini dapat menyamai pahala mereka di sisi Allah”?  Maka Nabi yang penyantun ini berkata: “Bila kalian berwudlu dari rumahmu lalu menunaikan sholat dua rakaat di masjid Quba ini, maka pahala kalian sama dengan satu kali umrah ke Baitullah”. Subhanallah kaum papa Anshar melaksanakan sabda Nabi ini untuk menyemai pahala setara umrah dari Masjid Quba ini dan saat ini kita semua mengharap pahala yang sama menunaikan hal yg sama dari masjid pertama yg didirikan Nabi ini.

Tempat ziarah kedua adalah Bukit Uhud, Bukit Pemanah, dan makam sahabat yg gugur di peristiwa perang Uhud. Kami mengingat kembali episode sang pedang Allah, sahabat dan paman Rasulullah, sayyidina Hamzah yg perkasa. Hamzah gugur dan dimakamkan di pemakaman Uhud. Kami menyaksikan bukit yang dijadikan tempat para pemanah Nabi diharuskan bertahan, kami membayangkan bukit ini zaman dahulu, betapa keringnya, betapa panasnya, betapa kerasnya bebatuan ini, waallahi kalau bukan karena Allah pastilah ini menjadi tempat yg amat melelahkan raga, namun faktanya Rasulullah dan para sahabat berperang di sini, melawan kedzoliman dan kekafiran. Saat ini aku hanya menyaksikan kerasnya bebatuan dan alam yang luar biasa … rasanya ini hanya sebagian kecil betapa sulitnya masalah Nabi saat itu.

Di bukit Uhud ini teman2 ku naik ke atas, aku tidak ikut, dan bersama bbrp teman kembali ke bus. Di lereng bukit ini banyak penjual aneka barang, satu yang menggoda adalah kereta es krim, namun kutahan nafsuku dengan mengazzamkan diri untuk kuat tidak mengkonsumsi es di tengah panasnya matahari Uhud, o o …

Meninggalkan Uhud kami menuju daerah yg oleh jamaah Indonesia dinamakan Medan Magnit, sesungguhnya nama sebenarnya adalah … (aku lupa … duh … kurang akurat ya … ). Di daerah ini di kawasan tertentu, setiap benda yang mengandung besi dipengaruhi oleh tarikan magnet entah dari sudut mana, seperti kendaraan yg memasuki kota ini walaupun ditera pada 100 km/jam namun terasa berat untuk melaju namun jalan sebaliknya walaupun dengan tetap menyalakan mesin, kendaraan akan tertarik sampai melampaui 120 km/jam tanpa digas, supir melepas rem dan kendaraan melaju dalam taqdir Allah, subhanallah.  Ketika umrahku tahun 2010 lalu, di sini aku juga menyaksikan demo jamaah yg menuangkan air di jalan raya dari ketinggian ke bawah namun subhanallah air itu tidak mengalir. Temanku pak Bram berkata bahwa di Indonesia juga ada tepatnya di sekitar Wonosobo pegunungan Dieng ada juga daerah Medan Magnet seperti ini, waw … betapa ayat-ayat Allah tersebar di mana- mana …

Lepas dari Medan Magnet sedianya kami langsung ke Percetakan Al-Qur’an namun atas kebaikan Mr. Omar Driver Bus kami, kami dimampirkannya ke Peternakan Unta. Sejamaah kami senang semuanya, kami turun dan mencoba minum susu unta langsung dari sumbernya, harganya satu gelas aqua 4 riyal namun satu botol aqua 500 ml hanya 5 riyal, nah lho … si Penjualnya beberapa peternak Arab Kurdi yang kusut namun tersenyum lebar saat kami memuji susu untanya. Segar … beberapa teman yang ibu2  mengoleskan susu unta ini ke wajahnya dan subhanallah kulit wajah kita seperti memakai masker, katanya kita akan terlihat lebih muda, asyik ….

Selanjutnya kami ke Percetakan Al-Qur’an terbesar di dunia. Para ikhwan dapat menyaksikan langsung proses pencetakan al-Qur’an dan pulangnya dibekali satu al-Qur’an masing2 sesuai dengan umurnya, maksudnya? Kalau yang muda dapat al-Qur’an yang hurufnya kecil2, yang sudah mulai sepuh dapat al-Qur’an yang hurufnya besar2. Wah … senangnya hati para bapak, lalu ibu2 dapat apa? Kami para akhwat dipersilakan melihat2 show room al-Qur’an. Di sana aku membeli beberapa Juz Amma dengan tarjamah in English, juga membeli kaset dan CD al-Qur’an 30 Juz, aku bersyukur sekarang ada CD yg asli langsung dari percetakan yg terpercaya. Mengapa demikian? karena dari PGOL di internet aku membaca berita bahwa di Indonesia ternyata ada al-Qur’an yang dicetak SALAH, nah bila demikian maka kehati2an menjadi hal yg penting saat membeli Kumpulan Firman Allah ini.

Terakhir yg kami kunjungi adalah Perkebunan Kurma. Kebun ini dirancang dengan konsep bahwa pengunjung akan merasakan keteduhan kebun lalu minum teh hangat bersama, mencicip aneka jenis kurma, coklat, dan olahannya, kemudian tentu saja akan membeli dalam jumlah yg tidak sedikit. Sebelumnya kami telah mendengar info bahwa harga penganan kurma di kebun ini lebih mahal, namun anehnya dan mungkin ini adalah akibat daya pikat kurma yang nyummi maka pengunjung terlihat antusias membeli. Para penjual dan pembeli sama2 pandai berbahasa Melayu Indonesia, kebun kurma menjadi surga berbelanja yang nyaman. Toilet juga bersih dan tidak bau jorok, namun seperti lingkungan di beberapa toko Arab lainnya kotak2 nampak tersusun tidak rapih bahkan di tempat yang mencolok bagi mata yang melihatnya. Namun sekali lagi yang paling berkesan adalah silakan mencicip sebanyak2nya dan gratis … (aku bilang hati2 kita jangan dzolim sama abangnya, nyicip tapi gak beli, he he he …)

Beberapa waktu azan Dhuhur baru berkumandang saat kami tiba kembali di hotel dengan ceria, hari ini Madinah yang bercahaya telah kami kelilingi dengan sukacita, alhamdulillah … sayangnya itu berarti besok kami akan say good bye  … oh oh oh … ingat begini, aku merasa perih lagi … ah …

                                                                ditulis kembali sebagai kenangan hidupku: Nurhasnah bersama Najwa Global Sejahtera Juni 2011

 

Satu Balasan ke Ziarah di Madinah – Rabu 080611

  1. muzammil aly mengatakan:

    Ceritaax mxenagkan,, menuussuk ke dalam kalbu, rsa ingiin tahu.. n pingiiin ziarah ke baginda muhanmad SAW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: