Ziarah di Makkah


Sabtu 110611 pagi pk. 07.00 kami siap di bus untuk berziarah keliling Makkah. Diawali dengan mengunjungi Jabal Tsur, gunung/bukit yang menjd tempat persembunyian Nabi bersama Abu Bakar RA yg saat itu dikejar2 kaum kafir Quraisy. Gua yang tinggi ini disetting Allah spr tempat yg belum pernah diinjak makhluk padahal Rasul sdh bersembunyi di dalamnya. Yang hebat dikisahkan bahwa untuk mensupply kebutuhan makanan beliau ber2 dilakukan oleh Asma Binti AbuBakar putri tercinta yang sedang hamil besar. Terbayang sulitnya mendaki bukit terjal ini yg sampai sekarangpun masih menyiratkan kekerasan, kekakuan, dan panas yg tak terperi. Saat kunjungan itu aku tdk masuk ke area Bukit Tsur, sekilas nampak keadaannya masih seperti tahun lalu, aku hanya jalan2 di trotoar sambil melihat2 buku yg ditawarkan pedagang asongan, aku tertarik dan membeli salah satunya 10 SR dengan buku cetak foto berwarna kertas tebal dan cantik, alhamdulillah …

Selanjutnya menuju Armina (Arafah, Mudzdalifah, dan MIna), melewati Masjid Namirah yg panjang dan cantik. Masjid Namira adalah masjid yg istimewa karena keluasannya di mana sebagian sisi masjid berada di Arafah dan sebagian sisi lainnya di luar Arafah. Jamaah Hajji mesti hati2 bila memilih wukuf di Namira ini jangan sampai wukufnya di bagian Namira yg di luar Arafah nanti hajji tidak sah …

Menyaksikan Arafah di luar musim Hajji adalah melihat daerah luas dengan rasa yg berbeda saat berhajji beberapa tahun lalu. Saat itu Arafah penuh tenda2, toilet diaktifkan dengan air yg melimpah, hijau tumbuhan tidak terlalu nampak, saat sekarang Arafah sudah menghijau, pepohonan tumbuh subur dengan bantuan air yang ditanam melalui pipa2 yang panjang, Arafah hanya hidup saat musim Hajji, sebelum dan setelahnya Arafah adalah daerah luas yg tidak berpenghuni.

Di Arafah ada jabal Rahmah, bukit pertemuan Nabi Adam dan Bunda Hawa yg ditandai dengan tugu putih di puncaknya. Semua teman naik bersama, aku berdiri manis di bawah tangga menyaksikan bermacam2 manusia dg polahnya. Aku suka aktivitas mengamati seperti ini tanpa batas karena aku lerasa bebas memandang di balik cadar penutup debuku dan kacamata hitam, alhamdulillah. Inilah seantero daerah barokah yg aku merasakan kenyamanan luar biasa di balik pakaian aturan Qur’anku.

Ada cerita gak enak yg tdk pernah kusuka di setiap momen saat kami turun dari bus, seperti yg kembali terjadi pada umrahku kali ini. Sudah dimaklumatkan oleh Ustdz bhw orang2 yg menjajakan unta yg istimewa di Arafah ini tidak punya etika, memaksa, emosional, hobbynya mengajak ribut jamaah. Kami diwanti2 untuk tidak sembarang memoto unta karena kelakuan minus orang2 penjajanya eh …saat bus kami berhenti, kami turun, dan praktik preman langsung kelihatan. Driver kami Mr. Omar melarang Arab Kurdi itu untuk memaksa kami namun yg terjd reaksi brutal mereka pada Driver kami, langsung dipukul, perutnya ditendang, ustdz dan jamaah membantu melerai, teman2nya sebagian menonton, yg lainnya ikut2an rame, alhamdulillah walaupun sedikit bonyok Mr. Omar akhirnya diselamatkan dan naik ke bus. Kami turun bersama, melupakan innsiden welcome tadi, berfoto2, menjejak jabal Rahmah dg masing2 menggumam doa semoga cinta kami pada kekasih di dunia ini akan dillanggengkan Allah sampai di akhiratNya nanti, amin. Menurut cerita, di Jabal Rahmah ini, doa sang pencinta akan diijabah Allah, amin.

Selanjutnya melalui Mudzdalifah, lalu ke Mina yang dipenuhi tenda2 putih berlapis anti api, menyaksikan daerah Jamarat yg sekarang sudah berlantai 5, melihat terowongan Muhaisim, ada hotel berbintang di sisi lainnya untuk mabit, wah … serasa nikmatnya memenuhi kalbuku. Rabbi, panggil Ana lagi untuk Mabit di sini, amin. Ada juga monorel kereta yg dioperasikan mulai musim Hajji tahun lalu untuk mengangkut jamaah dr Makkah, Armina, dan kembali ke Makkah, keren … dan pastinya akan lebih menyamankan perjalanan hajji, senang rasanya tapi sering ada perasaan ya Allah … begini nikmatnya berhajji saat ini, bagaimanakah hajji di zaman2 dulu, saat Rasulullah masih ada lebih dari 1400 tahun lampau? Aku gerimis lagi, aku merasakan kebaikan Allah yang luar biasa untuk kita saat ini, alhamdulillah …

Memasuki waktu Dzuhur, kami tiba di masjid Ja’ronah, masjid yang dahulunya ada sumur yg airnya pernah ditimba oleh Rasulullah, sekarang sumurnya sdh ditutup karena dikhawatirkan akan menjadikan budaya syirik oleh sebagian jamaah. Di Masjid Ja’ronah ini sebagian jamaah ada yang brniat berumrah lagi (ini adalah khilafiayah) tidak mengapa, aku sendiri shalat Dzuhur dengan nikmat karena di dalam masjid sejuk ber AC.

Selanjutnya menyusuri jalan panjang di Makkah, kami melalui Masjid Jin, Pekuburan Ma’la yang di sana dimakamkan Bunda Khadijah dan sahabat2 mulia, juga penduduk yg wafat di Makkah, dan yang istimewa bagiku adalah aku kembali ke masa hajji yg lalu, melalui daerah Al-Zumaizah tempat kami menginap menikmati hari2 terindah hidupku bersama teman2 dari Khazanah Mandiri, ingatanku melompat ke 2007 aku terharu biru, aku ingat Abi di Ambarawa, aku ingat teman2ku mBak Wahyu dn Pak Taryana, mBak Henny dan Pak Tri, mBak Astuti, mBak Arie, semuanya aku ingat satu2, aku ingat beberapa Ibu yg telah mendahuluiku menjemput cinta Rabbi, aku berbisik, aku kembali hari ini, aku menikmati lagi rasa2 indah lagi, aku bersyukur karena kutahu sebagian teman2ku juga telah datang kembali ke Makkah ini dan menuai rasa yg sama denganku, alhamdulillah …

Menjelang makan nasi di siang hari kami tiba di hotel, alhamdulillah. Setelah menimati makanan yang enak, kami kembali ke kamar dengan perjanjian mampir di kamar hanya untuk menyimpan barang2 hasil perburuan hari ini, lalu kami akan bergegas ke masjid melanjutkan ritual Umrah bagi yg melaksanakannya. Aku sendiri tetap ikut bertawaf di tengah panasnya matahari Ka’bah, mengambil kesempatan sholat di depan Multazam, aku berdzikir indah mendamba Sang Kekasih, menikmati hitamnya Ka’bah yg senantiasa mempesona akal bathinku, minum air Zam-zam bersama, dan di Massa aku menanti teman2 selesai bersai, bertahalul, dan bersama kembali ke hotel untuk beristirahat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: