Idul Fitri 1432 H


Pagi ini 1 Syawal 1432H, Selasa, 300811 kami menuju pelebaran hati setelah shaum Ramdhan meninggalkan kt, rasanya sedih dan haru, namun inilah hidup, Ramadhan hanya mampir satu bulan di kehidupan kita sepanjang satu tahun, mengajak kita menghidupkan malam2nya dg penuh ibadah pada Allah dan mendidik kita di siangnya dg ibadah muamalah yg kt berharap smg diberkahi Allah. Pagi ini aku sholat di Lapangan Limo brsama ratusan muslim Muhammadiyah, senang hati melihat pemandangan sholat berjamaah di lapangan trbuka yg senantiasa mengundang keharuan, lapangan luas, jamaah banyak, mobil2 terparkir mengelilingi lapangan, sepeda motor, angkot, sepeda, dan koran2 alas sajadah yang menutup lahan lapangan yg tandus kering, menjadi pemandangan yg tidak biasa. Gemetar membayngkan kira2 seperti ini nanti Padang Masyhar yg masyhur itu, Duduk menanti waktu sholat tiba sambil bertakbir, sejauh mata memandang hanya langit yang amat luas, putih bersih segar karena pagi baru meniti hari, alhamdulillah. Tiada yg salah dalam ketetapanNya, kami menikmati Idul Fitri pagi ini dg segenap kegembiraan dan keharuan, dg sukacita dan harapan, tahun depan Allah mempertemukan kembali kt dg ramadhanNya yg barokah, amin.

Id mubarak, kullu ‘amin wa antum bi khoir, taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Tepat pk. 06.45 Imam memimpin sholat, lalu sampai  dengan pk. 08 kurang beberapa menit, khotbah Id selesai, kami saling bersalaman, saling bermaafan, melebur hal2 negatif untuk memunculkan hanya hal2 positif dalam meniti hari ke depan, insyaAllah.

Dari tempat sholat kami anak beranak 4, 5. 4. 1. 3. 3. 2 mengunjungi Mamak di pusaranya, berdoa dan terharu lagi, sedih mengingat Mamak yg kehidupannya sangat baik untuk kami cucunya berenam, aku ingat betapa banyak kebaikan Mamak untukku yg tidak pernah tunai kegenapkan untuknya. Ya Allah … betapa aku senantiasa mengharap tanganMu memberikan cahaya terang kuburnya MAmak, melapangkan tempat Mamak menanti kami menyusulnya, mengampuni Mamak,. merahmatinya dg kasih sayangMu, menempatkannya di kemuliaanMu, Allah … aku berharap di suatu masa kelak aku berjumpa Mamak kembali,  Kau beri aku kesempatan untuk mencium tangannya, mengharap ridlo dan ampunannya untukku, untuk kesalahan2ku padanya, amin.

Untuk Bapak Ibu permata jiwaku, maafkan Ana, Bu, Pak, ridloi Ana selama2nya, smg Allah menjaga Ibu Bapak berdua dalam kebaikan hidup di dunia dan akhirat nanti. 

2 Balasan ke Idul Fitri 1432 H

  1. Kusdiyono mengatakan:

    terharu membaca tulisan ibu tentang ziarah ke pusara, teringat saya akan kedua oran tua yg telah tiada, teringat saya akan para ananda yg telah mendahului bapaknya….teringat saya yg lebaran tahun ii tdk bs berziarah ke pusara orang tua….Mudah2n kita bisa berjumpa kembali dgn orang tua, para ananda yg tlah mendahului…di surgNya Allah SWT….Amiiiiin

  2. nurhasnah mengatakan:

    Amin … barakallah, pak Kus, Allah menetapkan jalan lain yg lebih baik untuk kita lalui, sabar sj, ada akhirat untuk membalas kerinduan ini …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: