Kesabaran yang tak terbatas


Pernah tahu ada penyakit yg menyebabkan seseorang tiba2 merasa pusing. melayang, dan akhirnya jatuh berdebam di lantai kayu di sebuah ruangan? Seseorang itu pasrah pada takdir yang ditetapkanNya untuknya, dia lemah, tak kuasa menahan rasa kecewa yang tak terperi, diposisikan pada ketakberdayaan yang bernama kehebatan aqidah, lalu alam mengajaknya damai dalam kesendirian yang pilu.
Kasih sayang Allah yang menguasakannya bangkit, dikuatkan dengan panggilan bernuansa kesabaran, menebarkan aura keberpihakan, dan mengirimkan rasa kasih sayang yang tak termaknai. Seseorang limbung dalam kebimbangan yang sangat, tidak mengenal siapa kawan dan lawan, naudzubillah, di seantero surga dunianya, makhluk Allah yang dhoif itu menangis, mengadukan prahara jiwa yang ternyata selama ini tidak nyaman mengangkasa di langit semestanya.
Dia menerima ketentuan yang dipupuknya pelan2 dalam kebimbangan, kesedihan, rasa gamang, rasa gelisah yang bertumpuk melampaui batas keterkejutannya akan hidup yang dilaluinya lebih dari lima belas bulan yang lalu.
Allah mengirimnya pada tempat yang tepat, pada lampauan waktu yang dilaluinya dengan penuh suka cita, namun tak dinyana ada banyak makhluk Allah lain yang sama lemahnya dengan dirinya, yang belajar mengais kasih tanpa mau berbagi kasih, yang ingin dicintai tapi tanpa perilaku yang mengindahkannya untuk dicintai, ingin diperhatikan tapi terbatas agar terpenuhi kebutuhan dirinya, maka prahara jauh panggang dari api diakrabinya dengan senantiasa melantunkan pertobatan yang dalam, penginstghfaran yang tak kunjung lepas dari lisannya, dia merasa ada sebuah batu bata kosong dalam bangunan jiwanya. teman2nya banyak tapi tidak merahmatinya, tidak mengulurkan tali kasih yang penuh kerahiman sesama saudara bahkan sesama muslim … di tempatnya ini, dia merasa jauh dengan sesama muslimnya … alangkah pandainya para temannya bertutur tentang sebuah kebaikan yang disodorkan untuknya, oh … betapa luka itu menganga tanpa daya … maka menjerembabkan diri dalam sungai Allah yang penuh susu, yang mengalir sepanjang jannah Allah nanti adalah pilihannya, dan sore itu menjadi saksi bahwa salah satu makhluk Allah yang berusaha kuat dan sabar ternyata belum kuat dan belum mengulurkan sabar yang tak terbatas, maka hanya kepada Allahlah kamu berserah diri, berlindung dari kedurjanaan sesama makhluk yang lemah, astaghfirullahal adzim … Gandul, 040313 mengenang tragedi Jumat sore 150313, semoga tidak akan pernah terulang kembali dalam kehidupan siapapun … amin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: