Ilal liqa …


Akhirnya catatan perjalanan hidupku semakin berwarna, saat Allah menghendaki diri yang lemah ini menyambut pnggilanNya di Aqsha yang mulia, subhanallah … betapa aku merasa Allah sangat menyayangiku dan ini menjadi bagian hidupku yang takkan trlupakan. Ada banyak cerita tentang perjalanan ke negeri para nabi ini namun aku tunda sementara, insyaAllah lain kesempatan aku akan menuliskannya.
Saat ini aku ingin menulis tentang takdir Allah yang lain untukku yakni diberikanNya aku sebuah rumah kasih yang baru untuk menebar lagi banyak kebaikan, banyak manfaat, banyak sukacita, banyak bahagia, mengulurkan silaturahim yang akan mengindahkan hidupku, memperpanjang usia yang barokah, dan menjadi kaya dengan banyaknya saudara2 yang baru di bumi SMKN 62 Jakarta.
Adalah sebuah keniscayaan yang benar2 kupahami, betapa Allah Maha Baik, Maha Sempurna menguatkan lemah bahuku, Maha Kasih tempat melenakan kepalaku yang ingin bersandar karena bermimpi membayangkn takdirNya untukku, subhanallah …
Satu tahun enam bulan sembilan hari aku berjalan menyusuri karuniaNya di sepanjang jalan Peruri dan Maritim, mengayam satu demi satu simpul tali persaudaraan yang masyaAllah … hanya Allah YM Tahu betapa aku ingin menyempurnakan kebaikan dengan mesti banyak bebenah, mesti banyak belajar, mesti banyak bermuhasabah, banyak beristighfar, banyak meniru keindahan akhlak manusia teladan, banyak berucap tentang keanggunan Allah YM Hebat menguasai semesta, aku diajarNya dengan qalam kesabaran, qalam kekuatan, qalam kesaksian bahwa la haula qa laa quwwata illah billah …
Akhirnya perjalananku di 28 berakhir pekan ini, kutinggalkan apa yang pernah dipersaksikan Allah untuk ku kelola dengan kebaikan, aku tidak berharap banyak selain kasih sayang Allah yang akan menuntunku untuk memulai langkah baru menuju 62 yang semoga bertabur keberkahan yang indah, amin …
Terima kasih yang tulus bagi semua teman2 di 28 dengan 44 guru, 6 TU, 3 caraka, 3 Satpam, 672 siswa (167 di antaranya insyaAllah diberkahi kelulusan yang baik tahun ini), 6 penjaga kantin, untuk semuanya semoga Allah merahmati kita semua dengan keberkahan hidup, dan tentu saja permohonan maaf dari lubuk hati yang terdalam, atas banyak kekhilafan yang berasal dari seorang hamba yang dhoif ini, semoga Allah menolong kita semua dalam kebaikan, amin …
Terakhir terima kasih dan maaf juga kusampaikan kepada Pengawas 28 yang sangat baik padaku Ibu Esih Setianingsih yang tidak pernah putus memberikan pengetahuan, pencerahan, dan inspirasi padaku dan teman2 semua, juga untuk Kasiecam Pak Eyo (semoga sakit jantungnya dilemahkan Allah), semoga Allah merahmati Bapak/Ibu senantiasa, salam. Ana di rumah cintaku 140513 01.10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: