SAMBUTAN KEPALA SMKN 28 JAKARTA pada PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL ke-105 SENIN, 20 MEI 2013


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha dan seluruh siswa SMKN 28 Jakarta yang berbahagia,

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas perkenan dan ridhoNya, seluruh bangsa Indonesia, seluruh warga SMKN 28 Jakarta pagi ini masih diberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-105 tahun 2013.

Mengapa penting memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini? Karena Harkitnas adalah bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia yang terjadi bertahun-tahun yang lampau, maka dengan memperingatinya hari ini, kita belajar memahami sejarah, sehingga kita dapat menanamkan etos perjuangan generasi pendahulu kita bagi generasi berikutnya, bagi anak2 semua termasuk para siswa SMKN 28 Jakarta. Etos perjuangan yang menjadi semangat kita untuk saat ini adalah perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara maju, modern, adil, dan sejahtera. Inilah cita-cita bersama yang mesti diwujudkan.

Melalui peringatan Harkitnas kali ini kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers kita, untuk diambil sebagai teladan bagi kita generasi muda Indonesia. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem-problem pelik dibidang politik, ekonomi, maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan.

Lihatlah bagaimana mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Nilai–nilai Harkitnas tersebut masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan. Para pemuda hebat dan heroik, para mahasiswa cerdas cendekia saat itu berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan mereka terumuskan dalam ikrar: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebuah gagasan agung yang begitu brilian dan kita mengenang dan memperingatinya saat ini

Bapak/Ibu dan anak2 tercinta,
Perjuangan bangsa Indonesia belum lagi berakhir. Perjuangan ini adalah abadi, untuk menuju Indonesia maju dan modern, berkeadilan, sejahtera, berdemokrasi, serta bermartabat. Tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa globalisasi, yang akan menguji ketahanan daya saing dan keunggulan bangsa ini di tengah-tengah ajang kompetisi antar bangsa. Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar dan lebur menjadi satu kesatuan.

Momentun Harkitnas ini harus mampu melecut kembali, memunculkan nilai kebersamaan sebagai bangsa yang siap menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air Indonesia. Generasi muda harus menjadi pejuang dan petarung yang tangguh bagi kejayaan bangsa, karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah.
Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa perjuangan keras. Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa pengorbanan. Dan dalam firmanNya yang sempurna dimaktubkan bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kecuali mereka berusaha merubah diri mereka masing-masing.

Bapak/Ibu dan para siswa yang hebat,
Banyak para pejuang bangsa hari ini, yang InsyaAllah tetap setia berkarya di barisan para pembangun negeri ini. Lihatlah para anggota TNI/POLRI yang menjalankan tugas di daerah perbatasan untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia. Kita semua para guru, bidan, maupun dokter yang berbakti sampai ke daerah-daerah terpencil Nusantara, para PNS yang bekerja di semua bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Para pekerja swasta, para relawan yang telah berjuang dengan tulus dan ikhlas, membangun bangsa ini dalam kebersamaan dan persatuan.
Tentu kita semua berharap, agar setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih.
Semoga dengan nilai-nilai Harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur, insyaAllah.

Demikian sambutan Ibu pada hari ini, terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan para siswa semuanya. Ada satu pantun yang mudah2an dapat menyempurnakan sambutan ini:

Lari tertatih pasangan angsa
Di tepi sawah berliku-liku
Mari raih kejayaan Bangsa
Bekerja sama bahu membahu

Copy – edit – paste dari Sambutan Menteri KOMUNIKASI dan INFORMATIKA RI

Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha, dan anak2 semua,
Ini adalah sambutan Bu Ana yang terakhir di 28 karena mulai besok Selasa setelah acara pisah sambut, Ibu akan meninggalkan 28 ini untuk berkarya bekerja lebih lanjut di SMKN 62 Lenteng Agung Jakarta Selatan. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah pada Bapak/Ibu semua, kepada seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, semoga pertemuan kita di 28 ini akan berbuah pahala kebaikan, kebahagiaan dalam keberkahan yang dikirimkan Allah untuk kita semua. Terima kasih untuk uluran kasih sayang, perhatian, tegur sapa yang menyenangkan hati selama Bu Ana bersama Bapak/Ibu dan anak2 semua, Bu Ana mencintai kalian semua karena Allah, kiranya Allah menolong untuk menjadikan pertemuan kita ini indah sampai di surgaNya nanti.
Billahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.
Jakarta, 20 Mei 2013
KEPALA SMKN 28 JAKARTA
ttd
NURHASNAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: