Komunitas ODOJ 629 berduka …


Malam Jumat yang barokah, jelang khatam di 629, kami dikejutkan dengan berita, suami Bu Titta sahabat kami dengan pesawatnya jatuh terbakar di Pondok Cabe, innalillah … malam itu juga Desi mengunjungi bu Titta dan keluarga di RSPAD Gatsu, sampai pk. 23 semuanya masih bersedih karena yang tercinta bapak Sugeng sang ayah terkapar tak berdaya dengan luka bakar sekujur tubuh, masyaAllah … dari sejumlah sahabat bu Titta, kami di 629 merasakan kesedihan yang sama, kespdihan yang mendalam, doa2 dipanjatkan, memohon kekuatan, memohon lengan kuatNya menopang kegundahan kami.
Siang jelang sholat Jumat, aku mengunjungi bu Titta dan dalam perbincangan yang diliputi kepedihan, bu Titta berharap doa yang banyak … aku bilang, bu Titta harus kuat dan sabar, hanya orang2 istimewa yang diberi ujian istimewa oleh Allah YM Berkehendak, YM Kuasa dengan qudrahNya … Pk. 12.40 ku tinggalkan bu Titta dengan harapan Sabtu pagi ini aku dapat mengunjunginya dan menemaninya lebih lama, namun Allah lebih tepat dengan ketetapannya. Masih di 17 saat aku membaca WA dr 629 bahwa lebih kurang pada pk. 14, Pak Sugeng telah berpulang, innalillahi wa inna ilaihi rajiuun … terhenyak tanpa kata, ku bayangkan sahabatku yang amat tabah, menerima takdir Allah tanpa pernah menduga apa2, dengan segenap kepasrahan yang tulus … sayap Nasywa patah satu, bisa ku bayangkan kesedihan yang dialami gadis kecilnya pak Sugeng, bersama kedua abangnya …
Jumat sore itu almarhum dimakamkan di dekat rumah cintanya, tergugu ku bayangkan betapa pedihnya perpisahan.
Sabtu ini, kami berencana mengunjungi rumah duka, sudah tidak ada ayah yang baik hati, yang sholeh, menjadi sulit terbang bagi Alvin dan adik2 dengan hanya satu sayap, namun anak2 akan dikuatkan Allah dalam rengkuhan cinta sang ibu, semua akan tegar dalam kepasrahan hanya pada YM Khaliq, YM menghidupkan, YM Mematikan.
Bu Titta, hanya doa untukmu dan anak2, semoga kuat, sabar, dan tabah itu menjadi milik bu Titta mendampingi anak2 titipanNya merengkuh dunia menuju surga. 629 berduka, peluk sayang untuk bu Titta, jabat erat untuk sahabat surgaku … ana uhibbukum lillah … mengenang kematian yang menjadi jalan yang lebih cepat bagi almarhum menemui kekasihnya, allahumaghfirlaha war hamha wa ‘afiha wa’fuanha … Gandul, 090515

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: