Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2015


Hari ini, Rabu, 200515 tiba di sekolah pk. 05.49, sepuluh menit lebih lambat dari biasanya, tak apa, namun aku dikagetkan teman yang nampak berseragam Korpri biru, masyaAllah … lupa kalau hari ini adalah Harkitnas. Dengan pembenaran, bertemu teman di Tata Usaha, aku bilang di grup tidak ramai memberitakan Harkitnas ini, apatah lagi berseragam kebangsaan kita.

Buru-buru ku buka web kami di Disdik Jakarta dan di smkdki.net, tidak ada berita mengenai Harkitnas ini, berarti seragam Pramuka Rabu ini, oke.  Main-main di web-nya Nurhasnah, ku temukan cerita dua tahun lalu di 28, ku kutip ulang di sini ya, sebagai pelipur kecewaku karena alpa, semoga di hari2 berikutnya, Allah memberi kita pertolongan dengan peka terhadap hari2 istimewa Indonesia tercinta. Ini cerita itu setelah ku copy-paste-edit untuk 17-ku hari ini:

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua.
Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha dan seluruh siswa SMKN 17 Jakarta yang berbahagia,

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Rabb Yang Maha Kuasa, karena atas perkenan dan ridlaNya, seluruh bangsa Indonesia, seluruh warga SMKN 17 Jakarta pagi ini masih diberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-107 tahun 2015.

Mengapa penting memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini? Karena Harkitnas adalah bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia yang terjadi bertahun-tahun yang lampau, maka dengan memperingatinya hari ini, kita belajar memahami sejarah, sehingga kita dapat menanamkan etos perjuangan generasi pendahulu kita bagi generasi berikutnya, bagi anak2 semua termasuk para siswa SMKN 17 Jakarta. Etos perjuangan yang menjadi semangat kita untuk saat ini adalah perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara maju, modern, adil, dan sejahtera. Inilah cita-cita bersama yang mesti kita wujudkan.

Melalui peringatan Harkitnas kali ini kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers kita, untuk diambil sebagai teladan bagi kita generasi muda Indonesia. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem-problem pelik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan.

Lihatlah bagaimana mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Nilai–nilai Harkitnas tersebut masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan. Para pemuda hebat dan heroik, para mahasiswa cerdas cendekia saat itu berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan mereka terumuskan dalam ikrar: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebuah gagasan agung yang begitu brilian dan kita mengenang dan memperingatinya saat ini

Bapak/Ibu dan anak2 tercinta,
Perjuangan bangsa Indonesia belum lagi berakhir. Perjuangan ini adalah abadi, untuk menuju Indonesia maju dan modern, berkeadilan, sejahtera, berdemokrasi, serta bermartabat. Tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa tantangan di era globalisasi, yang akan menguji ketahanan daya saing dan keunggulan bangsa ini di tengah-tengah ajang kompetisi antar bangsa. Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar dan lebur menjadi satu kesatuan.

Momentum Harkitnas ini harus mampu melecut kembali, memunculkan nilai kebersamaan sebagai bangsa yang siap menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air Indonesia. Generasi muda harus menjadi pejuang dan petarung yang tangguh bagi kejayaan bangsa, karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah.
Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa perjuangan keras. Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa pengorbanan. Allah kita dalam firmanNya yang sempurna memaktubkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kecuali mereka berusaha merubah diri mereka sendiri.

Bapak/Ibu dan para siswa yang hebat,
Banyak para pejuang bangsa hari ini, yang InsyaAllah tetap setia berkarya di barisan para pembangun negeri ini. Lihatlah para anggota TNI/POLRI yang menjalankan tugas di daerah perbatasan untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia. Kita semua para guru, bidan, maupun dokter yang berbakti sampai ke daerah-daerah terpencil Nusantara, para PNS yang bekerja di semua bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Para pekerja swasta, para relawan yang telah berjuang dengan tulus dan ikhlas, membangun bangsa ini dalam kebersamaan dan persatuan.
Tentu kita semua berharap, agar setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih.
Semoga dengan nilai-nilai Harkitnas mampu dirakit menjadi satu kesatuan yang kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur, insyaAllah.

Demikian yang dapat Ibu tuliskan pada hari ini, terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan para siswa semuanya. Ibu akhiri dengan permohonan maaf bila ada hal yang kurang tepat, was salamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Copy – paste – edit – share dari Sambutan Menteri KOMUNIKASI dan INFORMATIKA RI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: