Rembulan penyejuk mataku …


24 jam yang lalu, bersama ribuan teman remajanya, gadisku mengurai nasib dan ketetapan Allah di SMAN 35 JakPus. Selaksa pengharapan tumpah ruah di sepanjang jarak yang kami lalui bersama, di seputar udara siang yang panas, di padang macet Jakarta yang tidak bersahabat. Jelang petang ku rengkuh penatnya dalam deraan rasa lapar di penghujung Ashr yang akhirnya basah oleh gerimis yang malas turun. Di Imam Bonjol kami duduk mengeja satu2 rencana masa depannya yang penuh gelora. Afina gadisku yang bersemangat, yang dalam setiap bicaranya, ku tangkap kepasrahan pada Rabbnya, aku mengherani diriku saat menatapnya berkata; aku tahu, Ummi, Allah pasti berkehendak baik untukku. Aku tidak lagi hanya berharap UI kampusku, aku mau mencari sekolah yang lain Sabtu besok. Ku ‘iyakan’ harapnya semoga itu serupa rahmat Allah dalam bentuk yang berbeda. Gadisku tidak berlebihan berharap, tapi ia menginginkan Tuhannya memberinya kebaikan, dan jauh dalam tentangan matanya yang berbinar, ku tangkap sejuta harap yang dilemparkannya untukku:”Ummi … aku mau di Psikologi ya … aku pengen masuk UI …” ah … Afinaku cintaku … semoga Allah memberikan satu kursi untukmu di kampus yang dirindu sejuta pemuda sebayamu se antero nusantara kita, semoga satu bangku kuliah itu mengantarmu menjadi manusia yang berguna, bermanfaat di setiap tempat sujudmu, sepanjang sajadahmu sampai ke jannah Allah nanti, aamiin …

Gadisku yang baik, jelanglah masa indah belajar di kampus yang diberikan Allah untukmu, di manapun … asal Allah kau genggam jemariNya, pasti hanya kebaikan yang dibentangkanNya untukmu … trust it, my delight Afina Qurrata Aini …

Bu Uut (masih terbayang kebaikan ibu menuntun Nina belajar membaca) dan teman2 ibu di TK Miftahul Ulum, Pak Hendra dan guru2 di SDIT MU, bapak/ibu guru (yang mengajari NInaku menjadi berani berjalan di tambang yang tinggi) di Sekolah Alam Indonesia, bu Darma dan guru2 (yang akrab dengan Nina di setiap jelang setengah delapan) di Avicenna, Nina melengkapi menyaksikan hamparan pahala yang Allah limpahkan untuk para guru mataharinya yang tidak pernah letih bersinar sejak Nina mengenalmu lebih dari dua belas tahun yang lalu … barakallahulakum, jazakumullah khairan katsiran …

Umminya Nina korupsi waktu di 17 menulis surat cinta mengenang gadisnya yang shalihat, maafkan aku, Mr. Ahok, tidak lama koq tidak lebih dari lima belas menit setara waktu makan siangku setelah tadi menerima tim Bareskrim yang meninjau kembali UPSnya Mr. AU di sini, di Slipiku yang panas … 090615 – 14.52 alhamdulillah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: