Beberapa fakta …


Dalam pergaulan baik di rumah, sekolah, organisasi, atau bahkan di keluarga besar kami, sering ku jumpai hal2 yang menggelikan, menguak hasrat untuk berpikir yang berbeda, menafsirkan secara spontan lalu lahirlah kelucuan bahkan mungkin sedikit menyinggung perasaan hm hm hm …

Ada satu teman sudah sepuh tapi masih direpotkan masalah sepele pembagian pekerjaan di sebuah tempat nun jauh di sana … masih meributkan kenapa tugas atau pekerjaan itu untuk si A atau si B namun mengapa tidak untuknya… masyaAllah … ketidakpuasan di masa muda nampaknya terjadi pada teman satu ini

Ada lagi seorang muda usia mestinya energik, penuh semangat, namun ini tak nampak padanya. Tidak suka bergunjing, tapi tugas tidak pernah tuntas dengan baik. Diberi kepercayaan mengelola suatu usaha tidak nampak hasilnya bahkan zero sama sekali. Menjadi lucu karena beliau tidak bisa memaksimalkan potensi dirinya.

Satu lagi, seorang yang berkarakter bagus namun ditengarai banyak saudara senang menggunting dalam lipatan dalam arti sering mencoba menyalib teman sendiri. Berbagai cara dilakukan demi mendapat pengakuan, bermuka manis di hadapan makhlukNya yang satu, menekan teman di sisi lainnya, akhirnya kabut di antara sejawat. Lucunya yang jadi korban adalah seseorang yang penuh perhatian untuknya, sehingga yang nampak si korban yang salah. Lebih hebat lagi ybs ini didukung seseorang yang bak musuh dalam selimut, lengkaplah sang korban dengan sebaris doa2 panjangnya memohon ketenangan bathin untuk tidak mudah terpicu kerikil2 tajam ini …

Berikutnya adalah seorang paruh baya yang nampaknya pendiam namun gemar memprovokasi. Situasi sering memanas tanpa bisa diduga, ditimpa lagi dengan seorang teman lain, yang kalau bekerja sebenarnya urusan kepanitiaan selesai, urusan keseharian tuntas, tapi tidak mudah mengantarkan sapa tulus tanpa sebelumnya menyuarakan yang kurang nyaman, akhirnya organisasi ramai, penuh gejolak, tapi didinginkan dengan mantera, sudahlah, hanya dia, dan dia saja. Biduk kita harus terus berlayar…

Yang terakhir, ku sadari syaitonirrojim bertepuk tangan melihat hiruk pikuk yang gak jelas seperti di negeri dongeng ini, naudzubillahi min dzalik … aku mau bebas saja, mengharap kebaikan dalam silaturahim pertemanan dengan banyak sahabat, sehingga bisa dihiburnya duka dengan kehadiran kupu2 penawar lara, diajaknya yang gulana terbang ke bukit indah hanya dengan senyap… berulang terlantun dari bibir yang tak berpunya hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir … aamiin …

dari cerita banyak kawan di berbagai belahan semesta … 230516

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: