Ramadhan 1439H, ku titipkan 63 dalam doa keberkahanmu …


Memasuki hari ke enam di Ramadhan yang padat kegiatan duniawi namun berharap ini menjadi ladang amal kebaikanku dalam mengisi hidup jelang hari akhir nanti. Banyak hal yang ku terima dengan kesyukuran, satu di antaranya jam mengajarku tahun ini insyaAllah genap di satu sekolah saja. Ini berarti harus ku sampaikan setitik duka perpisahan untuk satu sekolahku, bagaimanapun aku menjadi lebih berarti di kedua sekolah itu.
63 menjadi jalan kebaikan untukku, walaupun hanya di satu hari Jumat barokah, ku lalui silaturahim yang indah bersama bapak ibu guru dan para siswa khususnya XI ATPH 1 dengan 26 karakter yang masyaAllah … betapa ku banyak belajar dari mereka.
63 adalah sekolah yang mengudarakan nafas kehidupan, aku merasa sukacita mengenal satu sekolah khusus di Jakarta ini. Negara pertanian Indonesiaku ku temui awal mulanya di sini. Hijau adalah sejauh melepas pandang, gundukan tanah yang dikelola tangan-tangan mungil anak-anak bangsa bersama para guru teladan mereka, subhanallah … aku hanya merasakan di masa depan, tidak perlu ada keraguan, Indonesia akan meranggas, mengugurkan daun2nya, sehingga kita akan menjadi makhluk2 yang hanya pandai menjadi konsumen negara2 tetangga. Tidak … di 63 ada gairah, banyak gelora kecintaan satu demi satu para siswa pilihan Allah ini berjibaku dengan tanah basah, dengan benih2 keciiilll yang tidak terduga akan menghasilkan ribuan daun segar, ratusan buah enak, sayuran sehat, dan dengan menenggelamkan diri mereka di laboratorium sekolah, anak2ku meneliti kultur jaringan tanaman2 holtikultura yang senyatanya menjadi jalan karpet merah menumbuhkembangkan bibit2 yang kelak menjulang membagikan oksigen ke semesta lingkup sekolah yang menghijau. Di dalam sini aku menemukan hanya sukacita, gembira, perasaan bahagia, pernah menjadi saksi tumbuhnya anak2 kebanggaan Indonesia pada waktunya nanti.
Satu tahun berlalu dan aku tidak membayangkan bahwa aku harus memilih meninggalkan 63ku ini, sampai waktu pagi tadi kenyataan berbicara bahwa aku harus bergerak lagi, berjalan lebih jauh lagi, meninggalkan semua yang pernah Allah limpahkan untukku.
Yaaaa apapun adanya, dengan berat hati, ku ikuti ketetapan Allah, aku singgah sementara di sekolah kehidupan itu, di 63ku yang membuat hatiku basah kali ini.
Terima kasih yang tulus untuk sahabatku Kepala Sekolah 63 Bu Valentina yang luar biasa, energik, menginspirasiku untuk tidak putus berbakti. Rekan sejawat yang ramah yang kokoh mengeratkan silaturahim yang indah, anak2ku yang senantiasa mengajakku belajar … hanya Allah-lah Yang Maha Penyempurna balasan kebaikan, balasan kasih sayang dengan limpahan pahala di akhiratNya kelak. Semoga Allah mempertemukan kita nanti di jannahNya yang indah. Mohon maafkn diriku yang lemah ini, yang penuh ketidakberdayaan, banyak kekurangan.
Khusus untuk anak2ku Miftha, Reza, Sinta, Anjani, dan 22 yang lain, ibu menunggu kabar baik suatu saat nanti, kalian akan berdiri tegak membanggakan 63, menyenangkan orang tua dan bapak ibu guru, kalian menjadi dewasa muda yang menginspirasi dunia, maafkan bu Ana ya … suka marah2, kurang sabar … percayalah, Nak, semua ibu lakukan karena ibu sayang kalian, ibu ingin kalian bisa belajar Matematika dengan baik, belajar berbagi dengan indah …
Sekali lagi Pak Uu yang baik, bu Djamilah, bu Andayani, dan semua rekanku yang baik, pak Komar, pak Hasan, dan semua staf Tata Usaha, mBak Ratna, pak Ujang, pak Zainal, pak Bondes, dan kawan2 caraka … maafkan bu Ana ya … maafkan dan terima kasih untuk semuanya. Ilal liqa – mengenang perjalananku di 63, di rumah cinta, 220518 0045.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: