Rindu …

23 Juni 2018

Ku sampaikan rasa ini … rasa yang tak pernah pupus di genggaman waktu … miss u, my beloved Mom, Dad, n Grndma … bi barakatillah … di rumah Ana, 230618 23.37

Iklan

Ramadhan 1439H, ku titipkan 63 dalam doa keberkahanmu …

22 Mei 2018

Memasuki hari ke enam di Ramadhan yang padat kegiatan duniawi namun berharap ini menjadi ladang amal kebaikanku dalam mengisi hidup jelang hari akhir nanti. Banyak hal yang ku terima dengan kesyukuran, satu di antaranya jam mengajarku tahun ini insyaAllah genap di satu sekolah saja. Ini berarti harus ku sampaikan setitik duka perpisahan untuk satu sekolahku, bagaimanapun aku menjadi lebih berarti di kedua sekolah itu.
63 menjadi jalan kebaikan untukku, walaupun hanya di satu hari Jumat barokah, ku lalui silaturahim yang indah bersama bapak ibu guru dan para siswa khususnya XI ATPH 1 dengan 26 karakter yang masyaAllah … betapa ku banyak belajar dari mereka.
63 adalah sekolah yang mengudarakan nafas kehidupan, aku merasa sukacita mengenal satu sekolah khusus di Jakarta ini. Negara pertanian Indonesiaku ku temui awal mulanya di sini. Hijau adalah sejauh melepas pandang, gundukan tanah yang dikelola tangan-tangan mungil anak-anak bangsa bersama para guru teladan mereka, subhanallah … aku hanya merasakan di masa depan, tidak perlu ada keraguan, Indonesia akan meranggas, mengugurkan daun2nya, sehingga kita akan menjadi makhluk2 yang hanya pandai menjadi konsumen negara2 tetangga. Tidak … di 63 ada gairah, banyak gelora kecintaan satu demi satu para siswa pilihan Allah ini berjibaku dengan tanah basah, dengan benih2 keciiilll yang tidak terduga akan menghasilkan ribuan daun segar, ratusan buah enak, sayuran sehat, dan dengan menenggelamkan diri mereka di laboratorium sekolah, anak2ku meneliti kultur jaringan tanaman2 holtikultura yang senyatanya menjadi jalan karpet merah menumbuhkembangkan bibit2 yang kelak menjulang membagikan oksigen ke semesta lingkup sekolah yang menghijau. Di dalam sini aku menemukan hanya sukacita, gembira, perasaan bahagia, pernah menjadi saksi tumbuhnya anak2 kebanggaan Indonesia pada waktunya nanti.
Satu tahun berlalu dan aku tidak membayangkan bahwa aku harus memilih meninggalkan 63ku ini, sampai waktu pagi tadi kenyataan berbicara bahwa aku harus bergerak lagi, berjalan lebih jauh lagi, meninggalkan semua yang pernah Allah limpahkan untukku.
Yaaaa apapun adanya, dengan berat hati, ku ikuti ketetapan Allah, aku singgah sementara di sekolah kehidupan itu, di 63ku yang membuat hatiku basah kali ini.
Terima kasih yang tulus untuk sahabatku Kepala Sekolah 63 Bu Valentina yang luar biasa, energik, menginspirasiku untuk tidak putus berbakti. Rekan sejawat yang ramah yang kokoh mengeratkan silaturahim yang indah, anak2ku yang senantiasa mengajakku belajar … hanya Allah-lah Yang Maha Penyempurna balasan kebaikan, balasan kasih sayang dengan limpahan pahala di akhiratNya kelak. Semoga Allah mempertemukan kita nanti di jannahNya yang indah. Mohon maafkn diriku yang lemah ini, yang penuh ketidakberdayaan, banyak kekurangan.
Khusus untuk anak2ku Miftha, Reza, Sinta, Anjani, dan 22 yang lain, ibu menunggu kabar baik suatu saat nanti, kalian akan berdiri tegak membanggakan 63, menyenangkan orang tua dan bapak ibu guru, kalian menjadi dewasa muda yang menginspirasi dunia, maafkan bu Ana ya … suka marah2, kurang sabar … percayalah, Nak, semua ibu lakukan karena ibu sayang kalian, ibu ingin kalian bisa belajar Matematika dengan baik, belajar berbagi dengan indah …
Sekali lagi Pak Uu yang baik, bu Djamilah, bu Andayani, dan semua rekanku yang baik, pak Komar, pak Hasan, dan semua staf Tata Usaha, mBak Ratna, pak Ujang, pak Zainal, pak Bondes, dan kawan2 caraka … maafkan bu Ana ya … maafkan dan terima kasih untuk semuanya. Ilal liqa – mengenang perjalananku di 63, di rumah cinta, 220518 0045.


Hardiknas 2018

2 Mei 2018

Rabu, 02 Mei 2018 matahari hangat memberikan keteduhan, kami upacara bersama dengan khidmat, rasanya bangga menjadi insan pendidikan Republik NKRI tercinta. Rasanya aku pribadi gk merasa dikibulin oleh banyak peristiwa memilukan di negeri tercinta ini. Rasanya aku jauuuhhhh dari hal-hal buruk yang menimpa banyak orang2 shaleh di sekitarku … namun masih belum satu jam, tersadarkan bahwa jiwaku masih rapuh berdiri di banyak cerita nestapa, betapa banyak yang terlepas dari negeri kita, banyak harta kita yang dijual ke pihak luar yang notaben bukan menolong kita tetapi justru memurukkan kita ke jurang kesengsaraan yang tak bisa ku hindari, aku pilu … apatah lagi saudara2ku di daerah sana, di Aralle tanah kecintaan almarhumah ibuku, Salurindu tanah kebanggaan almarhum ayahku, apa yang bisa ku tolong, untuk mendapatkan sepasang kursi tamu yang memadai, kampung kenangan itu tidk bisa serta merta memilikinya. Perlu banyak yang niat membeli, perlu satu truk yang mengangkut pesanan itu, duuhh … padahal jalur mobil sudah terbuka, sudah lama ditinggal, acara naik kuda yang sering diceritakan Nenekku almarhumah Mamak. Dalam keramaian cucu2nya di Jakarta di Pulau Jawa ini, Mamak selalu rindu kampungnya, yang di dalamnya mengalir sungai jernih tempat ibuku kecil dulu berenang bersama kanak2 rekannya saudara2nya. SEkarang cerita itu tinggal kenangan … Mamak, Ibu, dan Bapak sayang sudah terbang jauh meninggalkanku, sudah bahagia di sisi Allah Yang Maha Baik meninabobokan beliau dengan nyaman di alam kuburnya, aku merasai duka di pagi ini …
Akhirnya aku bermohon di kekerdilanku sebagai hambaMU, ya rabbi … tolonglah Indonesiaku ini, jauhkan dari tangan2 tamak asing aseng yang menguapkan merdeka di sanubari banyak rakyat jelatanya, Rabbi … tolong kami agar mampu berdikari berdiri di atas kaki sendiri, harapan Sang proklamator hebat kami bapak almarhum Soekarno, bahagiakan beliau di alam kuburnya, jadikan kami generasi kini dapat menjaga negeri kami agar tidak terlepas, agar senantiasa dapat kami genggam hangatnya mentari pagi di kampung sendiri … Rabbi… jauhkan orang2 jahat dari kami, beri kami pemimpim yang sholeh yang cinta ulama, rindu Qur’an, yang hormat pada pendahulunya, sayang kepada generasi mudanya … Allah … muliakan saudara2ku yang berjuang mengangkat harkat ummat agar bisa Kau banggakan di akhiratMu kelak, aamiin … Rabbi, Ana mau jadi guru yang bisa menginspirasi banyak siswaku dengan sejuta kebaikan … aamiin …
Ku tulis dengan penuh cinta untuk NKRIku …di runag guru 41 yang mulai ramai lagi … ilal liqa … matahari Dhuha mulai menghangat mengabarkanku untuk kembali membuat cerita indah bersamaMu …


Registrasi nomor HP

28 Februari 2018

Agak bingung juga, bbrp rekan menyampaikan tak perlu registrasi, tp medsos bahkan SMS japri mengingatkan untuk hal ini. Aku sendiri merasa sdh registrasi tp ada SMS menyatakan nomoru belum terdaftar, apa yang harus ku lakukan? Membiarkan berlalu bersama angin lalu ku menanti sambil duduk manis menikmati sore, semoga tidak ada hal kurang nyaman yang akan menrpa kita semua, apapun pilihan yang kita buat, aamiin …
Memikirkan Indonesiaku juga adalah hal yang menarik namun tetap memberikan gelisah, aku merasa tiada perlindungan negara untukku, untuk agamaku, untuk hidup indah di desa Gandulku, negara tidak bisa menjamin kenyamanan hidup di negeriku yang selalu ku harap menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur … aamiin … menulis di 41, saatnya harus mengajar tp lebih dari separuh siswa ke Industri, akhirnya tugas dibagi di grup WA mereka, semoga ada waktu sempat belajar Matematika di tengah kesibukan mengenal dunia kerja … 280218 – 10.30 sudah keluar main …


Sudah lama …

12 Desember 2017

Akhirnya memang rindu … menikmati waktu bersm ratusan anak2 negeri yang sekrng dititipkan Allah untukku, aku merasa tidak ada waktu yg tersisa, seluruhnya penuh semangat gembira.
Beberapa waktu ada yang membuatku kurang nyaman tp lepas 6 bulan aku merasa semuanya kembali seperti dulu lagi, tiada duka, tiada sakit, hny merasa perhatian itu dekat, alhamdulillah … 41, 121217 nunggu waktu pulang bersm gerimis yang rajin di luar sana … ilal liqa’ …


Satu lagi …

13 Juni 2017

Siang td panas tanpa ampun di pelataa parkir Fatmawati ditemani Kakak unt bertemu dr anestesi yg akan menolongku di meja perjuangan Rabu besok … jamaah sholat Dzuhur penuh di musholla kecil yg nyaman, namun trnyt sejuk di dalamnya, berbeda dg udara di luar sana, alhmdulillah …
Setelah menanti > 2 jam, akhirnya selesai jg urusanku, kami pulang … di jalan ada WA masuk, isinya mmbuat hatiku basah. Seorang siswaku menyapaku dlm cerita ringannya memulai hari di 17nya, aku sukacita mndapati diriku yg penuh lemah ini ada dlm bait2 doanya, bahkan bersm teman2nya … di penghujung beritanya siswa kerenku ini menulis, sy kangen ibu … duuh … fa bi ayyi alaa irrabikumaa tukadzdziban? Aku yg lemah,yg bnyk alfa, trnyt mnjd bagian rindunya … Allah … aku suka dg ceritaku sbg guru dg berbagai warna perjalanan cintaku bersama puluhan ratusan anak2 negeri yg Kau kirimkn untukku … brp bnyk guru yg dirindu muridnya? Aaahhh … nyatanya Kau berikan cinta itu untukku di belantara pusingku mengolah nilai pagi2 di 41ku … nikmat apalagi yg Ana dustakan? Nothing … smg semua anak2ku diberikn
limpahan cahaya kekuatan semangat unt rajin belajar di bangku2 kelasnya, di ruang2 terbuka halaman sekolahnya, di relung2 hati para guru matahari, bersamaku dlm cinta ilmu … aamiin …
Jabat erat unt Indra, Haeza, Andika, Henny di masa laluku, Shafira, Dita, Luthfi, Juhnetry, Yoko, Aida, Mentari, dn puluhan anak2 lain yg suka Matematika di 41 kini … smg thn depan, Allah sennts memudhkn kalian belajar, memudhkn ibu mengajar, sehingga Matematika menjd cerita indah kita bersm, aamiin …Ramadhn kariim for u and for me, my beloved students … 130617


Bersm X MM

18 April 2017

Selasa jam 14.07 saat ini, aku bersm 13 dari 31 siswa yang seharusnya ada, namun dg berbagai keadaan, 17 mereka ada di luar kelas, ndk pa pa, tetap semangat, kami sedang belajar manggambar grafik pertidaksamaan linear. Sambil menulis di sini, sambil berkeliling di space yang kecil, di ruang lab MM yang sejuk, sementara di luar, matahari memanggang lapangan upacara yang saat ini dipakai siswa OSIS berlatih upacara untuk Jumat besok hari Kartini, 41-ku bergiat di mana-mana.
Besok Rabu, 190417 kami warga sekolah Jakarta libur, besok kami akan memilih gubernur baru periode 2017 – 2022, semoga pilihan hatiku Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno terpilih dengan barokah, aamiin … Doa sayang untuk anak2 bu Ana yang semoga senants semangat rajin belajar; Ryan Dwi, Difa, Malik, Icha, Isma, Refan, Ratna, Syafa, Adzkia, Sekar, Rizqa, Ibnu, dan Hikam … 20 menit kita pulang ke rumah cinta … ilal liqa’ …