Komunitas ODOJ 629 berduka …

9 Mei 2015

Malam Jumat yang barokah, jelang khatam di 629, kami dikejutkan dengan berita, suami Bu Titta sahabat kami dengan pesawatnya jatuh terbakar di Pondok Cabe, innalillah … malam itu juga Desi mengunjungi bu Titta dan keluarga di RSPAD Gatsu, sampai pk. 23 semuanya masih bersedih karena yang tercinta bapak Sugeng sang ayah terkapar tak berdaya dengan luka bakar sekujur tubuh, masyaAllah … dari sejumlah sahabat bu Titta, kami di 629 merasakan kesedihan yang sama, kespdihan yang mendalam, doa2 dipanjatkan, memohon kekuatan, memohon lengan kuatNya menopang kegundahan kami.
Siang jelang sholat Jumat, aku mengunjungi bu Titta dan dalam perbincangan yang diliputi kepedihan, bu Titta berharap doa yang banyak … aku bilang, bu Titta harus kuat dan sabar, hanya orang2 istimewa yang diberi ujian istimewa oleh Allah YM Berkehendak, YM Kuasa dengan qudrahNya … Pk. 12.40 ku tinggalkan bu Titta dengan harapan Sabtu pagi ini aku dapat mengunjunginya dan menemaninya lebih lama, namun Allah lebih tepat dengan ketetapannya. Masih di 17 saat aku membaca WA dr 629 bahwa lebih kurang pada pk. 14, Pak Sugeng telah berpulang, innalillahi wa inna ilaihi rajiuun … terhenyak tanpa kata, ku bayangkan sahabatku yang amat tabah, menerima takdir Allah tanpa pernah menduga apa2, dengan segenap kepasrahan yang tulus … sayap Nasywa patah satu, bisa ku bayangkan kesedihan yang dialami gadis kecilnya pak Sugeng, bersama kedua abangnya …
Jumat sore itu almarhum dimakamkan di dekat rumah cintanya, tergugu ku bayangkan betapa pedihnya perpisahan.
Sabtu ini, kami berencana mengunjungi rumah duka, sudah tidak ada ayah yang baik hati, yang sholeh, menjadi sulit terbang bagi Alvin dan adik2 dengan hanya satu sayap, namun anak2 akan dikuatkan Allah dalam rengkuhan cinta sang ibu, semua akan tegar dalam kepasrahan hanya pada YM Khaliq, YM menghidupkan, YM Mematikan.
Bu Titta, hanya doa untukmu dan anak2, semoga kuat, sabar, dan tabah itu menjadi milik bu Titta mendampingi anak2 titipanNya merengkuh dunia menuju surga. 629 berduka, peluk sayang untuk bu Titta, jabat erat untuk sahabat surgaku … ana uhibbukum lillah … mengenang kematian yang menjadi jalan yang lebih cepat bagi almarhum menemui kekasihnya, allahumaghfirlaha war hamha wa ‘afiha wa’fuanha … Gandul, 090515

Iklan

Welcome, Ramadhan 1435H

28 Juni 2014

Akhirnya … Jumat malam Sabtu, ku azzamkn niatku untuk lebur di peluk cintaMU … smg barokah Ramadhan mengantarkanku, kakak, adek, abi, ibu, bapak, adik2ku dn seluruh KB MHThondo, KB 30, 38, 28, 62, 41, BPK, ODOJ 629, Alkes, teman2ku semua, berpegang kukuh pada tali kasih sayang Allah di RamadhanNya yang penuh barokah, smg kita bisa saling memanggil dengan riang di Firdaus dan Rayyan yang indah, yang di sepanjang tepiannya mengalir sungai susu dan madu yang manisnya tidak akan membuat kita kena DM, tapi senyatanya memberikan kita suka cita bahagia, aamin … alhamdulillah, semoga diberikanNya kita yang masih menghela nafas malam ini, kebahagiaan atas waktu2 yang indah berjumpa Ramadhan, semoga genap 30 hari kita mencecap keberkahannya, in sya Allah … di rumah cinta, sudah lewat tengah malam, hari ini Sabtu, 280614 ku mulai meraih barokahNya di 01 Ramadhan 1435H – 00.13


Jelang sholat Jumat terakhir, 210314 di 62-ku

21 Maret 2014

Inilah akhirnya, harus ku akhiri – sebelum cintamu begitu dalam – maafkan diriku tak mungkin setia – walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya …

Hampir 6 tahun 3 bulan ku jalani takdirku sebagai guru penerang jalan lurus anak2 negeri yang dititpkan Allah untukku di 38, 28, dan terakhir ini di 62. Tidak lebih panjang dari waktu dakwah Rasulku yang mulia di usia belia Islam diperkenalkan di kota Makkah yang mukarramah. Hari ini aku mengakhiri Jumatku yang senantiasa barokah di 62 sebelum Senin besok 62 akan diverifikasi oleh Sudin, kemudian siangnya kegiatan Sertijab, lalu sore kembali ke rumah cinta membawa ketetapan baru, besok Selasa, aku berangkat ke rumah baruku, rumah kelima sepanjang hayatku di komunitas SMKN DKI Jakarta. Selamanya adalah pengucapan syukur yang tak terkira, atas berbagai nikmat yang kudapatkan selama ini, Tak kan hendaknya ku nafikan betapa Allah begitu hebat menjaga diriku yang amat dhoif ini, alhamdulillah …
Maka ketika ku dapati diriku beberes untuk banyak jejak yang tertinggal, aku sudah tidak ingin gerimis lagi, ku tinggalkan 62-ku ini dengan keikhlasan yang senantiasa ku jaga agar syaitan tidak akan pongah mengangkangi persadaku.
Ku pastikan janji Allah tunai untukku, untuk kebaikanNya menopangku selama jelang 7 tahun ini, aku berupaya kuat dengan bergayut erat di lenganNya yang kokoh, bersandar nikmat di kekar pundakNya yang melenakanku, betapa aku senantiasa merasa indah bermanja2 di sudut mataNya yang bercahaya, aku suka aku sukacita aku bahagia, Allah memilihku untuk tetirah, untuk kembali menjadi penerang jalan menuju jannahNya bersama ratusan anak2 pertiwi yang menantiku di 41 nanti, insyaAllah …
Ku tinggalkan 62-ku sore ba’da Ashr nanti, kembali ke rumah cintaku dengan membawa selaksa waktu yang lebih luang untuk Afif dan Afinaku, untuk mengabdi khusus bagi sayap jiwaku, bermain dengan leluasa bersama sayap surgaku, bercengkrama di setiap sudut jalan panjang yang menghubungkanku dengan ladang indah yang ku bayangkan damai di tepi sungai susu dan madu, yang di sisinya ku akan rebah dalam dekapan bantal2 tinggi yang nyaman, yang tidak pernah ada suara orang berteriak-teriak, karena di dalam jannah yang seharum kesturi itu selalu lembut berkata2 bijak, selalu teduh berbagi cerita yang tidak mmbuat kecewa, selalu mendendangkan nyanyian indah senandung dzikir pada YM Penyantun, aku merasa terlena sukmaku dalam kasihNya yang tak menduakanku dengan kegetiran … aku ingin berlari menyambangi pelangi … Menikmati waktu Dzuhur … salam.


Rest n relax ‘enam dua’ in Bandung

16 Februari 2014

Akhirnya mimpiku diwujudkan Allah pada Jumat – Sabtu, 3101 – 0101214 yang lalu. Bersama 36 teman dari 40 yang berencana ikut kami menyusuri Cipularang dengan gembira karena di pagi yg biasanya basah, Allah memberikan cuaca yang cerah. Seraya tetap berharap semoga hujan tidak menyambangi kami di dua hari penuh harapan ini, ternyata … Allah memang Maha Hebat, Maha Baik untukku, untuk kami, dua hari di Bandung hujan hanya bernada gerimis jarum amat sedikit menyertai kami, alhamdulillah ….
Rest n relax kami diawali dengan mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu. Di DTW yang biasanya tidak pernah tidak hujan, kami tiba setelah sholat Jumat. Pernah aku ke GTP ini, payungku patah karena angin kencang dan hujan, tapi kali ini tidak. Payung tidak pernah dibuka, jalan2 ramai hangat, kami berklak-klik ria memandangi kawah legenda GTP. Air di tempat tetirah sangat dingin, aroma jagung bakar menggoda, abang2 jualan asesoris anak2 belia ribut menjajakan, mengais berharap rezeki yang berkelimpahan dari YM Kaya di atas sana, subahanallah …
Jelang pukul 14 kami bergerak ke Sari Ater, berendam satu jam dalam air hangat berbau belerang yang insyaAllah menyembuhkan pegal2, mengurai silaturahim di antara beberapa teman kami, hanya Allah yang melembutkan hati kami semua, hanya Allah yang menjaga tali kasih di antara kami.
Malam adalah acara yang ku harapkan dapat mengeratkan kami. Bersama teman2 yang baik Bu Jayanti dan pak Sangsang membuka acara kami dan berlangsunglah satu demi satu uluran kasih sayang terulur di antara kami. Menjelang pk. 23 acara kami tuntaskan dengan harapan ada banyak hikmah yang dapat kami baca, kami pahami dalam mengelola 62 kami setelah rest n relax ini, insyaAllah …
Sabtu pagi kami bergerak menuju d’Ranch, DTW yang terbilang baru di Bandung Utara. Bergaya koboy, berkemeja kotak2, kami menyatu dengan alam dan banyak kuda2 cantik dan bersih. Naik kuda, naik delman, main flying fox, minum Yogurt yang nyummi, beli sosis, nyeberang ke Tahu Tauhid, kami melewatkan siang dengan gembira.
Kemudian Floating Market Lembang di Situ Umang menjadi DTW terakhir kami. Menghabiskan makan siang yang nikmat, kami mencari Mushola untuk menunaikan solat Dzuhur kami. Namaun di FML ini kami mencatat satu hal yang kurang nyaman, begitu banyaknya pengunjung, namun fasilitas beribadah di sini tidak menggembirakan. Air wudlu kerannya cukup banyak, kamar mandi toilet banyak, namun Mushollanya amat kecil hanya bisa dua baris dengan 5 – 6 orang setiap barisnya, bisa dibayangkan para muslimat mengantri dalam waktu yang cukup lama. Demikian juga dengan muslimin yang sama sejajar letak tempat sholatnya. Andaikan pengelola peka terhadap kebutuhan ini, maka seyogyanya keluasan Musholla harusnya menjadi salah satu yang diperhatikan dengan sungguh2. Berjalan menyusuri danau di ujung jembatan, ternyata kami menjumpai Musholla yg juga mini sama ukurannya dengan saudaranya di belakang resto yang hangat. O o … mungkin akan lebih barokah bila hal ini menjadi perhatian pengelola yang memiliki lahan cukup luas. Mudah2n ke depan akan ada perluasan area beribadah di FML ini, agar kenyamanan pengunjung dapat terpenuhi.
Jelang pk. 15 kami tinggalkan FML ini dan menuju Dago berburu oleh2 khas Bandung. Rame sepanjang jalan, tiada kantuk, sibuk memilih oleh2 unt yg tercinta di rumah. PK. 17 good bye Bandung … ke Jakarta aku kan kembali …. walau pun apa yang kan terjadi … bersahabat dengan lagu Koes Plus mengantar kami menuju 62 dengan membawa harapan kegiatan kami ini akan berdampak baik dan positif untk kebaikan 62 ke depan, semoga Allah meridlo kami membimbing anak2 negeri 62 yang dicintaiNya, aamiin …

Pamungkas terima kasih yg tulus untuk bu Nunuk dan bu Fitri yang telah menggawangi kegiatan ini di sela2 kegiatan yg banyak di 62, beserta seluruh teman yg telah membantu shg acara kita berjalan sukses dan semoga dlm keberkahanNya. Spesial untuk yg ikut; Ramli, Nuraeni, Alfiyah, Fitri, Nunuk, Euis, Sylva, Titien, Jayanti, Suyatno, Suyati, Darwani, Suhardiman, Puji, Hasdiana, Muhadi, Sunardi, Agung, Rasmi, Khamidah, Edi, Sudiyantoro, Sartika, Riama, Lena, Febry, Anton, Imam, Rahmat, Didin, dan Yanto. Untuk yg lain yg belum ikut kali ini smg dimudahkan untuk ikut pada kegiatan berikutnya, barakallahu fikum, salam hangat; Bu Ana.


Tarhib Ramadhan di SMKN 62 Jakarta

6 Juli 2013

Ramadhan disambut dg sukacita di 62-ku yg bersahaja. Jumat pagi yg barokah, kami berkumpul di masjid yg separuh selesai, mendengarkan bersama tausiyah Ust. Wahyudi yg mengantarkan kami menyambut Ramadhan dg gembira. Bersama tidak kurang 100 siswa dan 30 bapak/ibu guru dan staf TU, kami melanjutkan kegiatan tarhib ramadhan ini dengan berkeliling sekolah bersama barisan drum band, hadrah, dan para siswa yg dipilih Allah, alhamdulillah …
Berjalan setelah gerimis usai, mengumandangkan lagu2 yang membangkitkan kecintaan pada Rasul, membangkitkan harap bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini, sambil tertawa bersama membagikan jadwal imsakiyah ramadhan kepada masyarakat di sepanjang jalan yang kami lalui. Tersenyum indah mengabarkan warga 62 siap menyambut Ramadhan dan akan mengisinya dengan banyak kebaikan, insyaAllah … smg Allah YM Baik memudahkan kita semua berlomba2 dlm kebajikan, aamiinnn … 060713 – 18.29 – Ku rasakan perlahan-lahan cintaku tumbuh bersama banyaknya pepohonan yang rimbun mengantarku ke sekolah yang semoga memberikan banyak keberkahan hidup …


Sambutan Bu Ana pada Acara Tasyakuran Kelulusan Siswa Kelas XII SMKN 62 Jakarta Sabtu, 25 Mei 2013

25 Mei 2013

Bismillahhirahmanirrahim, innal hamdalillah … washshaltu wassalamu ‘ala rasulillah …

Yth. Ketua Komite SMKN 62 Jakarta Bapak Slameto, MPd yang mewakili orang tua siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2012 – 2013, terima kasih sudah berkenan bergabung bersama di sini, Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah, Para Ibu Ketua Kompetensi Keahlian, Bapak/Ibu Guru, Kepala dan Staf Tata Usaha SMKN 62 Jakarta, yang baru tiga hari ini kita saling mengenal, saling belajar menyesuaikan irama kerja dan bathin kita, dan bahkan Bu Ana bersama anak2 semua siswa kelas XII yang berbahagia, ini kali pertama dan terakhir kita bertemu secara resmi, sebelum kalian semua terbang tinggi menggapai penghidupan yang jauh lebih baik dan semoga senantiasa dalam keberkahan Allah.

Alhamdulillah wa syukurillah, hanya pada Allah saja lautan puji kita sampaikan yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat, yang dengan kenikmatan itu kita dapat menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baik perjalanan, shalawat dan salam semoga tercurah bagi Rasulullah Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabat, keluarga, dan kita ummat beliau hingga hari akhir nanti, dan mudah2an kelak kita akan mendapat syafaat beliau di yaumil hisab.

Hal pertama yang Ibu sampaikan adalah salam cinta dari Kepala SMKN 62 yang lalu Bapak Drs. Supranjono, MM yang telah mengakhiri masa baktinya di SMKN 62 ini dan sekarang beliau di sekolah baru SMKN 18 Jakarta, sementara Ibu di sini menggantikan pak Pran setelah Ibu menyelesaikan juga masa bakti Ibu untuk SMKN 28 di Cilandak Barat sana. Mudah2an penggantian ini tidak terlalu mengecewakan anak2 semua dan kita dapat menjadi anggota keluarga 62 yang hidup bersama dalam kebaikan dan kerahiman Allah.

Sesungguhnya pak Pran amat sangat ingin bersama2 kalian semua di sini, mengucapkan selamat pada anak2 semua, dan menitikkan airmata bahagia karena 185 anak2nya tahun ini berhasil gemilang mempersembahkan bakti kepada orang tua, kepada pak Pran dan tentu saja kepada Bapak/Ibu guru dan staf Tata Usaha 62 Jakarta. Untuk itu anak2 semua, mari kita doakan bersama semoga Pak Pran yang telah membimbing kalian selama di kelas XII ini senantiasa diberkahi Allah dan dimudahkan perjalanan hidupnya, dianugrahi kebahagiaan dalam rumah tangga dan pekerjaannya, semoga doa kita untuk pak Pran ini, akan menjadi doa kebaikan pula untuk kita semua, amin.

Bapak/Ibu dan seluruh siswa yang dirahmati Allah,
Adalah suatu kebahagiaan bagi Ibu menyaksikan seluruh siswa kelas XII yang pada pagi ini tampil dengan cantik dan gagah, mencerminkan aura positif remaja yang penuh cahaya, bersama Bapak/Ibu semua yang telah berhasil mengantarkan anak2 melalui masa belajarnya di 62 sehingga pagi hari ini kita bersama2 melaksanakan seremonial yang membahagiakan yakni kegiatan penglepasan bagi seluruh siswa kelas XII sekaligus secara lembaga Ibu mengembalikan kalian semua anak2 didik kami ke pangkuan orang tua dan keluarga di rumah masing-masing lengkap dengan pribadimu yang telah tumbuh berkembang sempurna, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni hasil arahan dan bimbingan Bapak/Ibu guru semua, sikap dan cara pandang yang jauh lebih baik dan dewasa, yang memberikan nilai-nilai ujian yang memuaskan, sesuai dengan upaya dan doa dalam hati kita masing-masing. Ibu sampaikan ucapan selamat kepada kalian semua wa bil khusus kepada siswa terbaik tahun ini yang mencapai nilai rerata ujiannya lebih dari 9,0 dan kepada dua siswa yang berhasil mencapai nilai 10 untuk mapel matematika, alhamdulillah … ini adalah prestasi gemilang yang diraih anak2 terbaik dan merupakan hasil dari kinerja Bapak/Ibu guru semua juga hasil dari pelayanan Bapak/Ibu karyawan, para caraka, penjaga malam, dan satpam 62 Jakarta. Terima kasih untuk Bapak/Ibu semua, kiranya Allah memberikan balasan pahala yang menyenangkan hati untuk bakti yang telah Bapak/Ibu berikan.

Namun demikian, anak2 semua, tak ada gading yang tak retak, di sepanjang perjalanan kalian di 62 selama ini, pastilah ada banyak kekhilafan yang dilakukan oleh kami semua pihak sekolah, untuk itu kami sampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya, semoga Allah senantiasa menolong kita untuk dapat memperbaiki diri sehingga mewujudlah kita menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Para siswa yang Ibu banggakan,
Hari ini menjadi satu catatan penting bagi kita, karena hari ini secara resmi adalah hari terakhir kita berkumpul bersama-sama, dengan Bapak/Ibu Guru, Staf Tata Usaha, dengan teman2 sekelas dan satu sekolah. Ibu sampaikan selamat jalan, selamat mengarungi jalan panjang kehidupan yang lebih berwarna dibandingkan dengan tiga tahun hari2mu di 62 ini, selamat memperjuangkan kehidupan yang lebih baik dan bermakna, selamat mendedikasikan diri menjadi sosok manusia dewasa yang bila kelak kembali padaNya di akhirat nanti, malaikat Allah akan menyambut kita semua dengan kegembiraan yang sempurna.

Terbang tinggilah menjangkau bintang, meraih cahaya matahari, warnailah dunia dengan kepak sayapmu yang mempesona, lalu kembalilah ke bumi tempat nafasmu tetirah dan sampaikan salam cinta kami di sana, di waktu-waktu yang panjang di masa depanmu. Kenanglah 62 kita dengan sebaik-baik kenangan, lalu berdoalah untuk kebaikan dan kesejahteraan kita semua.

Demikian yang Ibu sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga kelak Allah mempertemukan kita kembali dalam pertemuan yang barokah. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan anak2 semua, mohon maaf, billahi taufik wal hidayah, wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ku tulis di rumah cintaku
Gandul, 250512
NHS


Ada yang aneh …

6 Februari 2013

Sore ini Rabu, 060213 pekan pertama di Februari yang selalu basah … Ada yg aneh dalam ritme kehidupanku beberapa hari belakangan ini. Ada beberapa kejadian yang membuatku terperangah, agak kacau, cenderung melemahkan semangat. Namun yakinku adalah ini perkara bukan kebetulan dikirim Allah untukku. Untuk kujadikan tangga2 pemahaman makna hidup, alur kehidupan orang lain yang membuat kita dapat berkaca. Sayangnya, aku pernah berharap banyak bahwa ada banyak orang baik di dunia ini. Baik dalam arti yang benar2 baik, sholeh dalam keseharian dan insyaAllah dicintai dan mencintai Allah. Yang kedua aku merasa memang ada yang memilih jalur hidup laksana preman tanpa aturan. Memangsa dengan dalih mengajari, mencengkeram dengan dalih membelai, duh … perilaku ini ditunjukkan tanpa ada malu2 di seputar lingkungan hidupku. Di penghujung aku hanya bertanya bagaimana mungkin mendiskusikan kebaikan bila jalan hidup pribadi seseorang sdh terlanjur dikotori oleh hal2 yang menurut pendapatku kurang nyaman, kurang baik, kurang peduli, lalu akhirnya yang bicara materi.
Ada yang aneh dalam alur pandanganku, namun kupahami hidup tidak selalu cantik bak pelangi tapi juga ada badai menggulung yang mungkin meluluhlantakkan bumi namun jangan sampai ke nurani. Hayya … hanya pada Allah ku baktikan hidup, hanyalah bagiMu, hanyalah untukMu seluruh hidup dan cintaku … Biarkan hujan membasahi bumi … atau bulan … yang tiada berseri … namun jangan Kau biarkan cintaku … yang tulus suci hanya padaMu … semua yang ada padaMu oh … membuat diriku tiada berdaya, hanyalah bagiMu … hanyalah untukMu seluruh hidup dan matiku … Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil ‘alamin …