Menyambut Hari Pertama Sekolah (HPS) dengan gembira – Sambutan Pak Menteri Anis Baswedan untuk 17 Sang Juara …

26 Juli 2015

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Pada Upacara Bendera Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran 2015/2016

Bismillahirahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Ysh Bapak/ibu pendidik, bapak/ibu tenaga kependidikan, dan seluruh peserta didik yang berbahagia,

Hari ini adalah hari istimewa bagi kita semua. Kita mengawali hari dengan berkumpul bersama di halaman ini. Kita bersama-sama melaksanakan upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan kita, menghormat bendera sembari berbaris rapi sebagai satu komunitas sekolah yang sama. Hari ini istimewa karena inilah hari pertama kita pada tahun ajaran 2015/2016 ini.

Pada hari pertama sekolah ini pula, upacara yang sama ini digelar di setiap sekolah di seluruh penjuru negeri kita tercinta ini. Pada hari ini kalian berdiri rapi bersama saudara-saudara sebayamu dari Sabang sampai Merauke melaksanakan upacara hari pertama memasuki tahun pelajaran baru. Semua berseragam rapi, menghormati bendera yang sama, sang dwi warna, menyanyikan lagu kebangsaan yang sama, Indonesia Raya.

Hari ini kita bukan sekadar berkumpul di lapangan. Panjang barisan kalian kalau bergandeng tangan sambung-menyambung akan menghubungkan Kota Sabang di Pulau We hingga Kota Merauke di Papua, yang panjangnya 8.514 km, hingga 4 kali. Berkumpulnya kalian di hari ini adalah juga mengirim pesan bahwa barisan besar ini adalah barisan anak bangsa yang sedang bergerak bersama mendorong kemajuan dan menyongsong masa depan gemilang untuk negeri ini.

Bagi para siswa semua yang saya cintai dan banggakan, di tahun pelajaran baru ini, perbaruilah semangat kalian. Belajarlah dengan kesungguhan, tuntaskanlah setiap pelajaran, terlibatlah dalam kegiatan-kegiatan di sekolah, berlatihlah untuk bisa memimpin dan dipimpin.

Kalian adalah pemilik masa depan Republik tercinta ini. Kalian tidak hanya sekedar pewaris, tapi di tangan kalianlah masa depan bangsa ini berada. Masa depan negeri ini ada di genggaman anda sekalian! Namun masa depan gemilang tak datang dengan sendirinya, tapi harus diraih melalui kerja keras dan perjuangan, dimulai dari bangku sekolah ini. Pesan saya adalah tinggikan mimpimu, cita-citamu, lalu kerja keraslah, berdoa dengan kesungguhan lalu targetkan pada dirimu bukan hanya berusaha untuk meraih cita-citamu, tapi kalian harus bisa melampaui cita-citamu itu.

Bagi Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan yang saya hormati dan banggakan, anak-anak didik yang hadir di sini adalah amanah dari orang tua dan bangsa. Mereka dipercayakan pada Ibu dan Bapak untuk mendidik, mencerdaskan, dan mencerahkan mereka.

Bagi sebagian Guru, hari ini adalah hari pertama bertugas di kelas baru, mata pelajaran baru, atau bertemu dengan siswa-siswa baru. Demikian juga bagi Kepala Sekolah, ini adalah hari pertama menyambut siswa-siswa yang masuk dari jenjang paling bawah. Jangan biarkan upacara setiap Senin ini menjadi sekadar kegiatan seremonial, tapi harus menjadi wahana bagi seluruh warga sekolah untuk berinteraksi secara reguler dan menjadi wahana bagi Kepala Sekolah untuk memberikan paparan dan arahan bagi seluruh warga sekolah secara rutin.

Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas pendidikan kita dengan menyadari bahwa bukan hanya para siswa, tetapi kita semua harus bisa dan harus tetap menjadi insan pembelajar. Mari kita tumbuh kembangkan anak didik kita bukan saja untuk meraih angka-angka tinggi di setiap mata pelajaran, tapi mari kita berikan pada mereka keteladanan dalam berbudi pekerti dan kita tumbuhkan karakter kepemimpinan mereka.

Mari kita kembangkan budaya sekolah yang bisa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama dan berkreativitas bagi semua anak didik kita. Mulai hari ini, mari kita kuatkan jalinan silaturahmi sekolah dengan keluarga melalui interaksi yang baik dan rutin antara Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Orang Tua/Wali. Mari kita kembangkan semua itu melalui kegiatan intra-kurikular, ekstra-kurikuler maupun kegiatan non-kurikuler. Republik ini membutuhkan generasi baru yang bisa menjawab dan memenangkan tantangan di zamannya nanti.

Karena itu pulalah, hari ini adalah saat yang tepat untuk memulai babak baru bagi kita semua. Ini saat bagi kita untuk membentuk sekolah menjadi taman, menjadi ekosistem pendidikan yang penuh tantangan tapi menyenangkan bagi semua warganya. Siswa senang belajar di sekolah, guru-guru tulus dan gembira dalam mendidik serta menginspirasi, Kepala Sekolah yang bersemangat membangun budaya baik di sekolahnya serta membina seluruh warganya.

Ini juga kesempatan bagi kita untuk memulai pembiasaan dalam ekosistem sekolah ini. Saat tepat kita menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi karakter dan budaya warga sekola. Mari biasakan lakukan hal baik, mari kerjakan dengan rutin, karena apa yang kita biasakan akan membentuk budi pekerti kita.

Perlu diingat bahwa budi pekerti ini bukan hanya tentang siswa, tapi juga budi pekerti dari kita semua di dunia pendidikan, termasuk budi pekerti dari seluruh warga sekolah, dari Siswa, Guru, Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan lainnya.

Dalam usaha penumbuhan budi pekerti ini, mari kita libatkan orangtua secara dekat, karena Orangtua dan Guru adalah mitra yang perlu bergandengan tangan saat menuntun tumbuh kembang siswa. Jangan lupakan pula pelibatan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah. Jangan jadikan sekolah sebagai ruang tertutup, namun bukalah satu dindingnya kepada luasnya kenyataan yang ada di masyarakat. Ajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut berbagi kepada siswa di sekolah dan ajak siswa terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat di sekitar sekolah.

Mari kita niatkan ikhtiar ini sebagai langkah awal untuk menumbuhkan siswa kita menjadi anak-anak pembelajar. Langkah pertama di tahun pelajaran ini bagi Kepala Sekolah dan Guru adalah untuk menjadi teladan sepanjang tahun. Bila kita terus bekerja dengan semangat yang sama di sepanjang tahun dan diikuti pada tahun-tahun berikutnya, maka kita semua sedang bergerak cepat membentuk bangsa yang kokoh.

Para siswa yang sedang berdiri di lapangan ini adalah putera-puteri bangsa yang akan memimpin Indonesia saat kita merayakan 100 tahun Indonesia Merdeka. Izinkan anak-anak kita tumbuh semua potensinya, menjadi yang terbaik dari dirinya, dan kelak mereka bisa bersama-sama menjadi generasi baru, pembuat Indonesia jadi negeri maju, sejahtera yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Selamat berjuang sepanjang satu tahun ke depan!

Salam hangat dan hormat dari seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;

Anies Baswedan

 

 

Gemuruh aplaus semangat warga 17 menggetarkan langit Dhuha,

mengguncang arasy Pencipta yang Cendekia, menyambut kebahagiaan

belajar bersama di sekolah Sang Juara, barakallahu fiikum,

sejahteralah seluruh anak bangsa Indonesia …

SMKN 17 Jakarta …. Bersama kita bisa !!! aamiin …

Copas edit share by NHS 260715 with happiness.

Iklan

Rembulan penyejuk mataku …

10 Juni 2015

24 jam yang lalu, bersama ribuan teman remajanya, gadisku mengurai nasib dan ketetapan Allah di SMAN 35 JakPus. Selaksa pengharapan tumpah ruah di sepanjang jarak yang kami lalui bersama, di seputar udara siang yang panas, di padang macet Jakarta yang tidak bersahabat. Jelang petang ku rengkuh penatnya dalam deraan rasa lapar di penghujung Ashr yang akhirnya basah oleh gerimis yang malas turun. Di Imam Bonjol kami duduk mengeja satu2 rencana masa depannya yang penuh gelora. Afina gadisku yang bersemangat, yang dalam setiap bicaranya, ku tangkap kepasrahan pada Rabbnya, aku mengherani diriku saat menatapnya berkata; aku tahu, Ummi, Allah pasti berkehendak baik untukku. Aku tidak lagi hanya berharap UI kampusku, aku mau mencari sekolah yang lain Sabtu besok. Ku ‘iyakan’ harapnya semoga itu serupa rahmat Allah dalam bentuk yang berbeda. Gadisku tidak berlebihan berharap, tapi ia menginginkan Tuhannya memberinya kebaikan, dan jauh dalam tentangan matanya yang berbinar, ku tangkap sejuta harap yang dilemparkannya untukku:”Ummi … aku mau di Psikologi ya … aku pengen masuk UI …” ah … Afinaku cintaku … semoga Allah memberikan satu kursi untukmu di kampus yang dirindu sejuta pemuda sebayamu se antero nusantara kita, semoga satu bangku kuliah itu mengantarmu menjadi manusia yang berguna, bermanfaat di setiap tempat sujudmu, sepanjang sajadahmu sampai ke jannah Allah nanti, aamiin …

Gadisku yang baik, jelanglah masa indah belajar di kampus yang diberikan Allah untukmu, di manapun … asal Allah kau genggam jemariNya, pasti hanya kebaikan yang dibentangkanNya untukmu … trust it, my delight Afina Qurrata Aini …

Bu Uut (masih terbayang kebaikan ibu menuntun Nina belajar membaca) dan teman2 ibu di TK Miftahul Ulum, Pak Hendra dan guru2 di SDIT MU, bapak/ibu guru (yang mengajari NInaku menjadi berani berjalan di tambang yang tinggi) di Sekolah Alam Indonesia, bu Darma dan guru2 (yang akrab dengan Nina di setiap jelang setengah delapan) di Avicenna, Nina melengkapi menyaksikan hamparan pahala yang Allah limpahkan untuk para guru mataharinya yang tidak pernah letih bersinar sejak Nina mengenalmu lebih dari dua belas tahun yang lalu … barakallahulakum, jazakumullah khairan katsiran …

Umminya Nina korupsi waktu di 17 menulis surat cinta mengenang gadisnya yang shalihat, maafkan aku, Mr. Ahok, tidak lama koq tidak lebih dari lima belas menit setara waktu makan siangku setelah tadi menerima tim Bareskrim yang meninjau kembali UPSnya Mr. AU di sini, di Slipiku yang panas … 090615 – 14.52 alhamdulillah …


Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2015

20 Mei 2015

Hari ini, Rabu, 200515 tiba di sekolah pk. 05.49, sepuluh menit lebih lambat dari biasanya, tak apa, namun aku dikagetkan teman yang nampak berseragam Korpri biru, masyaAllah … lupa kalau hari ini adalah Harkitnas. Dengan pembenaran, bertemu teman di Tata Usaha, aku bilang di grup tidak ramai memberitakan Harkitnas ini, apatah lagi berseragam kebangsaan kita.

Buru-buru ku buka web kami di Disdik Jakarta dan di smkdki.net, tidak ada berita mengenai Harkitnas ini, berarti seragam Pramuka Rabu ini, oke.  Main-main di web-nya Nurhasnah, ku temukan cerita dua tahun lalu di 28, ku kutip ulang di sini ya, sebagai pelipur kecewaku karena alpa, semoga di hari2 berikutnya, Allah memberi kita pertolongan dengan peka terhadap hari2 istimewa Indonesia tercinta. Ini cerita itu setelah ku copy-paste-edit untuk 17-ku hari ini:

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua.
Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha dan seluruh siswa SMKN 17 Jakarta yang berbahagia,

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Rabb Yang Maha Kuasa, karena atas perkenan dan ridlaNya, seluruh bangsa Indonesia, seluruh warga SMKN 17 Jakarta pagi ini masih diberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-107 tahun 2015.

Mengapa penting memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini? Karena Harkitnas adalah bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia yang terjadi bertahun-tahun yang lampau, maka dengan memperingatinya hari ini, kita belajar memahami sejarah, sehingga kita dapat menanamkan etos perjuangan generasi pendahulu kita bagi generasi berikutnya, bagi anak2 semua termasuk para siswa SMKN 17 Jakarta. Etos perjuangan yang menjadi semangat kita untuk saat ini adalah perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara maju, modern, adil, dan sejahtera. Inilah cita-cita bersama yang mesti kita wujudkan.

Melalui peringatan Harkitnas kali ini kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers kita, untuk diambil sebagai teladan bagi kita generasi muda Indonesia. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem-problem pelik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan.

Lihatlah bagaimana mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Nilai–nilai Harkitnas tersebut masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan. Para pemuda hebat dan heroik, para mahasiswa cerdas cendekia saat itu berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan mereka terumuskan dalam ikrar: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebuah gagasan agung yang begitu brilian dan kita mengenang dan memperingatinya saat ini

Bapak/Ibu dan anak2 tercinta,
Perjuangan bangsa Indonesia belum lagi berakhir. Perjuangan ini adalah abadi, untuk menuju Indonesia maju dan modern, berkeadilan, sejahtera, berdemokrasi, serta bermartabat. Tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa tantangan di era globalisasi, yang akan menguji ketahanan daya saing dan keunggulan bangsa ini di tengah-tengah ajang kompetisi antar bangsa. Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar dan lebur menjadi satu kesatuan.

Momentum Harkitnas ini harus mampu melecut kembali, memunculkan nilai kebersamaan sebagai bangsa yang siap menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air Indonesia. Generasi muda harus menjadi pejuang dan petarung yang tangguh bagi kejayaan bangsa, karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah.
Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa perjuangan keras. Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa pengorbanan. Allah kita dalam firmanNya yang sempurna memaktubkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kecuali mereka berusaha merubah diri mereka sendiri.

Bapak/Ibu dan para siswa yang hebat,
Banyak para pejuang bangsa hari ini, yang InsyaAllah tetap setia berkarya di barisan para pembangun negeri ini. Lihatlah para anggota TNI/POLRI yang menjalankan tugas di daerah perbatasan untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia. Kita semua para guru, bidan, maupun dokter yang berbakti sampai ke daerah-daerah terpencil Nusantara, para PNS yang bekerja di semua bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Para pekerja swasta, para relawan yang telah berjuang dengan tulus dan ikhlas, membangun bangsa ini dalam kebersamaan dan persatuan.
Tentu kita semua berharap, agar setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih.
Semoga dengan nilai-nilai Harkitnas mampu dirakit menjadi satu kesatuan yang kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur, insyaAllah.

Demikian yang dapat Ibu tuliskan pada hari ini, terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dan para siswa semuanya. Ibu akhiri dengan permohonan maaf bila ada hal yang kurang tepat, was salamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Copy – paste – edit – share dari Sambutan Menteri KOMUNIKASI dan INFORMATIKA RI


UN 2015

12 April 2015

Besok, 13 s.d. 160415 UN SMK/SMA digelar unt siswa kls XII di seantero republik Indonesia raya, dn aku mengawalnya di 17, rumahku yg ke-7, alhmdulillah… Segalanya hny bernuansa pujian dn harapan kpdNya Dzat YM Cendekia yg kerahimannya bertebaran di seluruh semesta. 17 mengidamkannya agar tahun ini mnjd tahun yg barokah dg keberhasilan anak2ku semua, aamiin… Semoga semuanya beroleh nilai yg terbaik yg dipersembahankan kpd dua sayap mereka unt terbang bersm menggapai mimp yg mewujud satu demi satu, aamiin..
Bersama 169 siswa 17, gadisku jg meretas jalan mimpinya melalui CBT di Avicenna, ada ribuan siswa brpengharapan sama smg UN ini mmberi keberkahan unt semua.
Selamat ujian, Shalihatku… Selamat ujian, anak2ku, barakallhu fiikum, tetaplah berpegang teguh di jemariNya yg kuat, bersandarlah hanya pd bahuNya yg kukuh, bersinarlah dg segenap cintaNya… UN adalah sebuah keniscayaan untukmu… La tahzan, innallaha ma’anaa…
Jelang tengah malam…


Kegiatan Pramuka Disdik DKIJ di Cibubur

20 Februari 2014

Mnyksikn ribuan anak2 negeri di Cibubur pg td 190214, haru mnyelimuti jiwaku, betapa pr guru Jkt telah bekerja serius mndidik mereka sejak dini, mudh2n Allah mnolong kami mnjg semangat unt mngabdi ikhlas pdNya, tak peduli ada pihak2 yg mnggerogoti pemuliaan bakti kami, smg Jakarta menerima kberkahn Ilahi dr setiap doa yg mngaliri nadi kami, aamin ya mujibas saairiin…

Terima kasih untuk Pak Ilham, Pak Junaedi, Bu Titien yang telah mengawal 13 Penegak Pramuka 62 yg berpartisipasi hadir di kegiatan Pelantikan Pengurus Pembina DKIJ ini, senang ya kita bisa berjumpa berkumpul dengan banyak saudara di Jakarta …

Satu lagi tersirat dalam pikiranku setiap menulis tentang guru Jakarta adalah tidak perlu berduka bila ada yang tidak suka dengan aktivitas kebaikan kita, hanya Allah YMKuasa Maha Mengatur segala urusan manusia, dan kita para guru adalah titisan Sang Maha Guru yang meneladankan kebaikan dan tidak mengumbar hal2 buruk mengungkap aib orang lain, mengkritisi orang lain dengan sarkasme yang tidak pernah kita ajarkan kepada anak2 negeri, yang kita ajar dengan kesantusan sikap dan buah pikiran, yang mengedepankan adanya Dia di atas segalanya, mengukuhkan silaturahim dengan bathin yang memiliki mata hati selembut bicara para Nabi … seperti doa2ku di sepanjang hari mengabdi semoga Jakarta tidak pernah sia2 memiliki kami semua, guru2 yang mencintai kotanya dengan semangat tinggi mengabdi pada Ilahi dan sekali lagi bukan hanya baru satu dua tahun ini melainkan sudah berpuluh tahun beribu hari kita habiskan untuk mewujudkan DKI Jakarta yang gemilang memliki anak2 yang lahir dari rahim kami para gurunya, titisan sang Nabi … who care? we love Jakarta … la raiba fiih … insyaAllah … barakallh untuk semua guru Jakarta, ana uhibbukum lillah …, salam hangat; Bu Ana di rumah cinta 200214


Kegiatan 62 akhir semester ganjil- Manasik Hajji siswa kelas X

15 Desember 2013

Akhirnya mimpiku dikabulkanNya, alhmdulillh … Rabu pg, 111213, 240 makhluk Allah yg dhaif brbondong2 memasuki Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Cinere unt belajar melatih diri mmbayangkn if one day in our life we have rizqi minnallah, we’ll go to Baitullah … bismillah … kegiatn manasik hajji 62 terlaksana. Trmksh unt segenap partsps dn doa teman2 guru dn staf TU yg ikut aktif mmbimbing siswa hingga acr Manasik Hajji ini selesai, salut kpd seluruh panitia di bwh koordinasi ibu Sylvana, smg pekerjaan kt mnjd amal kebaikn unt mnjemput harum surga Allah yg akan kt cium ribuan tahun nanti dg jarak ribuan km kelak, smg kt trcatat sbg hambaNya yg baik, yg dipersilakn mncicip sungai susu dn madu di jannahNya, aamin … smg seluruh siswa 62 yg ikut kegiatn ini meletakkn mimpi cap paspor prtm nanti dari negara tempat nabi Muhammad yg mulia dilahirkn, smg anak-anak 62 nanti beroleh rezeki bnyk dn halal unt bersujud di Baitullah dlm usia belia mereka , aamin …


ME kegiatan tahunan mengawal keharuman langkah mulia mendidik anak2 negeri

28 November 2013

Kamis petang tadi, 281113 menyisakan rona kegembiraan atas berakhirnya secara formal kegiatan monev di 62. Gembira karena tahun ini kami tuntas mempersiapkan diri menyambut tahun pelajaran baru, dan ke depan semester genap kami menjalankannnya dengan segenap kepercayaan, bahwa awal yang baik telah kami pilih untuk pekerjaan mulia ini. Mudah2n segalanya dimudahkan Allah, diringankan sehingga pekerjaan menjadikan anak2 negeri kelak berbekal kesantunan sikap, ketinggian akhlak, dan kemumpunian pengetahun dn keteram[ilan dalam hidup mereka adalah sebuah keniscayaan. Rasanya perjalanan hidup kami semua bak di atas karpet merah kehidupan mengharapkan keridloan Allah menyambanginya senantiasa, aamin.
Terima kasihku yang dalam atas bakti dan penat rekan2 semua untuk 62, jg unt kehadiran dan inspirasi yang disampaikan oleh bapak2 pengawas Bapak Wahayadi, Bapak Thayib, dan Bapak Nurhadi. Smg Allah membalas kebaikan antuma dengan pahala yang sempurna di akhiratNya. Mhn lepaskan penghapusan maaf untukku, smg Allah menyayangi kita semua, aamin. Di rumah cinta, dalam rintik hujan di luar jendela malam kita …, salam; Bu Ana SMKN 62 Jakarta.